Friday, 29 December 2017

TIPS MENGELOLA WAKTU UNTUK MUSLIMAH AKTIF

Assalamu'alaikum,

Al-waqtu kassaif, waktu itu laksana pedang. Begitu pepatah arab mengatakan. Kalau kita tidak bisa mengelola waktu dengan baik, bersiap-siaplah terpotong hidup kita. Eh, maksudnya hidup kita jadi kurang berkualitas, kalau waktunya habis untuk hal-hal tidak penting.

Dewasa ini Muslimah aktif di berbagai bidang. Mereka tidak lagi berkutat untuk urusan dapur saja, tetapi sudah merambah ke banyak lini kehidupan. Selain sebagai ibu rumah tangga, Muslimah juga aktif di berbagai kegiatan. Bahkan untuk yang mempunyai label stay mom at home sekalipun, mereka juga bukannya hanya berdiam diri di dalam rumah. Saat ini banyak dari Muslimah yang yang memanfaatkan waktu dan gadgetnya untuk berdagang online atau kegiatan lainnya yang dilakukan dari rumah. Jadi, meski di rumah, tetap saja Muslimah harus membagi waktunya untuk berbagai kegiatannya kan?

Lebih-lebih untuk Muslimah yang dilabeli working mom, tentu harus pintar mengelola waktunya. Sehingga semua tanggung jawab bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Sedang secara waktu, working mom ini tidak sefleksibel dengan Muslimah yang bekerja di rumah.

Kalau boleh membagi-bagi waktu Muslimah, secara umum waktunya terbagi dalam 4 kategori, yaitu:

1.        Waktu untuk Keluarga
Waktu untuk keluarga ini tidak lepas dari tugas Muslimah sebagai seorang istri dan ibu. Sebagaimana hadis dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan sholat lima waktu, melaksanakan puasa pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.” (HR. Ibnu Hibban)

Juga ungkapan yang menyatakan bahwa Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Jadi, sebagai ibu pasti tidak bisa mengabaikan tentang pengasuhan anak. Makanya sebelum aktif dimanapun, keluarga adalah nomor satu untuk seorang Muslimah sholihah. Ridho suami adalah yang utama. Pendidikan anak menjadi prioritasnya.

Sehingga tak bisa dipungkiri bahwa bagi seorang Muslimah, dia akan lebih tenang ketika meninggalkan rumah untuk berbagai aktifitasnya jika pekerjaan rumah sudah beres.

2.        Waktu untuk Karier
Sekarang ini hampir semua Muslimah mempunyai apa yang disebut karir itu. Meskipun mereka mengejar karir itu dari rumah. Tidak percaya? Membuka toko offline maupun online, menjadi penulis, membuka catering, atau menjadi apapun sekarang banyak yang bisa dikerjakan dari rumah. Jadi sebenarnya tidak terlalu berbeda. Berkarir di rumah ataupun di luar rumah, sama saja. Semua membutuhkan alokasi waktu agar kegiatan bisa berjalan efektif.
3.        Waktu untuk Masyarakat
Aktifitas Muslimah di tempat umum, tentunya bukan sekedar aktif saja. Tetapi bagaimana kegiatannya tersebut bermanfaat untuk masyarakat. Sebagaimana hadis Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

Seorang Muslimah juga tidak bisa abai terhadap tugas yang diembankan kepada semua Muslim, yaitu menjadi seorang da’i, yaitu seorang yang mengajak kepada kebaikan dan menyuruh meninggalkan keburukan.

Jadi, peran Muslimah di masyarakat harus signifikan. Ketika menjadi bagian dari masyarakat adalah hal yang tak terelakkan bagi Muslimah, maka meski dalam lingkup kecil sekalipun (seperti arisan RT atau pengajian jam’iyyah musholla), seorang Muslimah selayaknya bisa mengambil peran.

4.        Waktu untuk Diri Sendiri
Nah, meskipun aktif dimana-mana, Muslimah kadang juga membutuhkan me time atau waktu untuk diri sendiri. Meskipun me time Muslimah ini tentunya bukan sekedar untuk menyenangkan diri sendiri saja.

Ada kalanya memang ada waktu untuk menyenangkan diri. Tetapi ada juga alokasi waktu untuk bermuhasabah atau mengevaluasi aktifitas-aktifitas yang telah dilaluinya. Termasuk me time ini adalah hubungan Muslimah dengan Rabb-nya. Bagaimana seorang Muslimah yang aktif tetap memiliki waktu menyendiri untuk bermunajat kepada Allah.

Selain itu, me time bagi Muslimah adalah memberi waktu untuk mengembangkan kemampuan dirinya. Mengikuti training tentang hal yang disukai, seperti pelatihan menulis, menjahit, craft, dan lain sebaginya. Harapannya agar Muslimah selalu menjadi pribadi yang baik, istri yang baik, ibu yang baik, dan tentu saja hamba Allah yang baik.

Intinya, selalu memperbaiki diri agar menjadi Muslimah yang lebih baik. Seperti dalam hadis Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”

Nah kan? Waktu Muslimah ternyata banyak terbagi-bagi. Dengan waktu yang sama-sama 24 jam, seorang Muslimah aktif tentu harus pandai mengelola waktunya. Jangan sampai Muslimah keteteren membagi waktu untuk aktifitasnya yang seabreg. Jangan sampai juga mempunyai karir yang bagus, tapi keluarga terabaikan. Atau bisa aktif di masyarakat, tapi kadang kelelahan untuk sekedar bermuhasabah dan memperbaiki diri.

Maka, dengan banyaknya kegiatan tersebut, akan sangat terbantu jika Muslimah mau menyempatkan diri untuk menjadwal kegiatannya dengan baik. Berikut adalah hal-hal yang bisa dilakukan Muslimah untuk keteraturan pengelolaan waktunya:

1.        Tuliskan seluruh kegiatan harian.
Tuliskan saja seluruh kegiatan rutin Muslimah dalam sehari di sebuah kertas. Tulis secara acak saja degan list ke bawah. Kegiatan yang ditulis adalah seluruh kegiatan dari bangun tidur sampai tidur lagi. Misalnya seperti ini:

No.
Nama Kegiatan
1
Sholat tahajjud
2
Baca Al-Qur’an
3
Menulis
4
Sholat subuh
5
Memasak
6
Mencuci baju
7
Mencuci piring
8
Memandikan anak
9
Menyuapi anak
10
Berangkat ke kantor
11
dst

2.    Susun pekerjaan yang bisa dilakukan bersamaan.
       Ada lho, pekerjaan yang bisa dilakukan bersama-sama. Misalnya kita bisa sholat tahajjud sambil cuci baju. Jadi ketika kita bangun tidur, kita bisa langsung mencuci baju dengan mesin cuci. Lalu meninggalkan cucian untuk sholat tahajjud dan baca Al-Qur’an. Selesai membaca Al-Qur’an, kita bisa langsung mengeringkan cucian di pengering. Sambil mengeringkan, kita bisa sambil menulis.
      
3.    Tentukan alokasi waktunya.
       Untuk mengefektifkan waktu Muslimah, akan baik jika ditentukan juga alokasi waktu yang dibutuhkan untuk tiap kegiatan. Tulis saja di sebelah list kegiatan yang sudah kita tuliskan sebelumnya. Untuk contoh di atas, kita bisa buat seperti ini:
      
No.
Nama Kegiatan
Alokasi Waktu
1
Sholat tahajjud, mencuci baju
03.00 – 03.20
2
Baca Al-Qur’an
03.20 – 03.40
3
Menulis, mengeringkan baju
03.35 – 04.15
4
Sholat subuh
04.15 – 04.30
5
Memasak, mencuci piring
04.30 – 05.30
6
Memandikan anak
Dst
7
Menyuapi anak
Dst
8
Berangkat ke kantor
Dst
9
dst

      
4.    Taruh jadwal di tempat yang mudah dilihat.
       Meletakkan jadwal yang telah disusun di tempat yang mudah dilihat, akan sangat membantu. Ini bisa menjadi pengingat jika kita lupa atau sedang malas.

5.    Konsisten dan patuh pada jadwal.
       Setelah membuat jadwal, tentunya tetap tidak akan efektif kalau Muslimah tidak konsisten menjalankannya. Catatan yang sudah dibuat harus dipatuhi. Memang butuh kesungguhan untuk melakukannya. Apalagi untuk yang bertipe easy going, yang terbiasa mengalir seperti air yang ikut arus. Namun jika kita bisa menjadikannya kebiasaan baik, kenapa tidak?
      
       Paling tidak, dengan mengatur jadwal dan mematuhinya, hidup Muslimah akan lebih teratur, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia, dan akan bisa mencapai goal lebih banyak. Insya Allah.

Hasan Al-Banna menyebut, “Hendaklah Anda benar-benar dapat mengatur masa Anda karena waktu adalah kehidupan. Jadi jangan sekali-kali Anda mensia-siakan waktu walau hanya sedetik karena waktu adalah kehidupan. Hendaklah Anda menjauhi hal-hal yang syubhat agar tidak terperosok ke dalam perkara yang diharamkan.”


Bagaimana Muslimah, siap mengelola waktumu dengan baik?

Friday, 11 August 2017

5 BARANG INI BISA MEMPERCANTIK RUANG TAMU KITA

Assalamu'alaikum,

Ruang tamu adalah ruang pertama yang dituju jika ada tamu. Iya dong... Namanya saja ruang tamu. Kalau untuk tidur, ya ruang tidur namanya. Hihi...

Dan mungkin dari ruang tamu itu, kesan pertama diri kita berasal. Tamu akan menilai kita sebagai orang yang cinta kebersihan dan kerapian atau orang semerawut, bisa jadi dinilai dari ruang tamu kita. 😄

Jadi, tidak salah dong kalau kita berusaha mempercantik ruang tamu kita. Agar bisa memberi kesan baik pada tamu kita. 

Nah, ini adalah 5 barang yang bisa mempercantik ruang tamu Anda:

1. Furniture
Perabot ruangan yang bisa ikut mempercantik ruang tamu, misalnya adalah meja kursi, rak buku, tempat koran, dan perabot lain. Furniture untuk ruang tamu kita tentunya harus disesuaikan dengan selera, lebar ruangan, dan fungsi lain yang kita inginkan pada ruang tamu. 

Furniture dan penataan ruang yang bisa digunakan untuk ruangan kecil.
Sumber: google

Furniture bisa disesuaikan dengan selera dan kebutuhan kita.
Sumber: google
2. Karpet
Ada yang menyebutnya karpet, permadani atau ambal. Kalau terjemahan wikipedia, karpet yaitu tekstil penutup lantai yang terdiri dari lapisan atas berbulu yang melekat pada alasnya. 

Untuk penempatan di ruang tamu, karpet ini bisa digunakan sebagai alas furniture atau sebagai lesehan ruang tamu itu sendiri.

Ruang tamu lesehan tanpa kursi.
Sumber: Google
3. Hiasan Dinding
Lukisan, kaligrafi, jam dinding, foto keluarga, bisa menambah manis ruang tamu juga, lho... Tentunya harus disesuaikan dengan kondisi ruang tamunya. Jangan sampai terlalu ramai juga. Malah membuat lelah mata yang memandang nanti...

4. Bantal untuk sofa
Jika kita bisa memadukan warna-warna di ruang tamu, termasuk bantal sofa ini, tentu ruang tamu juga akan semakin cantik dan manis.

Bantalnya sendiri, biasanya berisi dakron atau silikon. Sedangkan sarung bantalnya, bisa kita sesuaikan dengan warna atau motif yang kita sukai.

Hiasan dinding dan bantal sofa sebagai pemanis ruang tamu.
Sumber: Google
5. Gorden
Pintu ataupun jendela di ruang tamu akan tambah manis dengan gorden yang senada dengan warna-warna di ruang tamu.

Saat ini banyak pilihan untuk selera kita. Mau gorden seperti apa? Yang berbahan katun, yang minimalis, jenis blackout, dan sebagainya. Tinggal selera kita seperti apa.

Suka yang ini?
Sumber: Google

Atau ini?
Sumber: Google
Itulah 5 barang yang bisa mempercantik ruang tamu Anda. Kelimanya harus dipadupadankan dengan baik untuk hasil yang cantik. Warna senada atau bertabrakan bisa sama cantiknya jika kita kreatif.

Selamat menata ruang tamu ya... 😘

Wassalamu'alaikum.
Ummi

#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia

Thursday, 3 August 2017

TIGA HAL YANG HARUS DILAKUKAN SEBELUM MENYEBARKAN BERITA

Assalamu'alaikum,


Di era media sosial seperti ini, kabar berita cepat sekali tersebar. Berita dari ujung dunia sebelah barat, dapat diketahui oleh yang di ujung timur dalam waktu sekejap. Informasi tentang apapun juga sangat mudah kita dapatkan. Google saja dengan kata kunci yang diinginkan, niscaya sedetik kemudian informasi tersebut sudah berada di tangan.

Tetapi di tengah mudahnya kita mendapatkan informasi itu, semudah itu pula kita mendapatkan informasi yang tidak benar atau hoax. Pernah kan mendapatkan broadcast WA tentang anak yang hilang, misalnya. Tapi ternyata hoax. Atau informasi seputar kesehatan, tapi ternyata setelah diteliti tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dan ini diperparah dengan adanya berita online yang suka sekali membuat judul bombastis, tetapi isinya biasa saja. Ada juga yang tidak sesuai antara judul dan isi. Karena itu sangat penting membaca keseluruhan berita, ya judul ya isinya. Jangan sampai kita ikut-ikutan menyebarkan berita tidak benar karena melihat judulnya saja.



Jadi, ada baiknya kita melakukan 3 hal ini sebelum menyebarkan sebuah berita:


1. Periksa kebenaran berita tersebut.


Allah berfirman dalam Surat Al-Hujurat ayat 6, "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."


Allah sudah memberikan petunjuk kepada kita seperti itu. Jangan sampai kita merugikan orang lain karena berita yang kita sebar. Misalnya ada suami istri yang bertengkar karena informasi yang salah dari kita. Bisa kacau kan? 


2. Kedepankan husnudzon.


"Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu, orang-orang mu’minin dan mu’minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata:”Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.” [An Nur : 12].


Jadi, sebelum memperoleh bukti yang pasti, sebaiknya kedepankan husnudzon terlebih dahulu. Janganlah kita menjudge saudara kita dengan tuduhan buruk dengan dugaan-dugaan saja. 

3. Ingatlah bahwa semua ucapan dan tindakan ada pertanggungjawabannya.


“Kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar”. [An Nur : 15].

Selalu ingat bahwa setiap yang kita lakukan ada pertanggungjawabannya. Ini bukan perkara sepele, lho. Pertanggungjawaban di dunia barangkali kita masih bisa menghindar. Bagaimana dengan pertanggungjawaban di akhirat?


Jadi, marilah kita sama-sama menahan diri dari berita yang belum kita ketahui kebenarannya. Meskipun berita tersebut terlihat menarik, sedang booming, tetapi jika bisa menimbulkan keburukan, bagaimana tanggung jawab kita dihadapan Allah? Apalagi jika berita itu sampai menimbulkan perpecahan antar saudara, antar teman, bahkan sesama warga negara. Tidak enak kan hidup dalam perpecahan?

Kalau saya ya suka yang rukun-rukun saja...

Wassalamu'alaikum

Ummi

#ODOP

#BloggerMuslimahIndonesia

Wednesday, 2 August 2017

PEMUDA SHOLIH DAN GADIS BUTA, ANDAKAH ITU?


Kadang saya bertanya-tanya, sebenarnya bagaimana standar kesiapan menikah bagi seorang pemuda masa kini? Saya pernah bertemu pemuda yang sudah bekerja dan saya anggap cukup mampu untuk menikah. Dalam arti dia sudah cukup umur menikah dan bisa memberi nafkah untuk istri. Tetapi ketika ditanya kesiapan menikah, katanya ia belum siap menikah. Ia ingin menikah ketika sudah punya rumah pribadi dan mobil pribadi. Yah... Kasihan gadis yang menunggu dong. Bagaimana kalau ternyata kemampuan untuk rumah dan rumah pribadi itu masih lama? Padahal si gadis siap berjuang bersama, memulai dari bawah sama-sama.

Kadang ada juga yang siap menikah, tetapi ketika dikenalkan dengan seorang gadis, jawabannya, "maaf, tapi dia kurang cantik." Tapi ketika ditawari gadis yang cantik, katanya kurang sholihah. Dan alasan-alasan lain. Hadeuh... Jadi bingung kan yang mau mengenalkan. 

Sebenarnya tidak salah, sih. Kalau seorang pemuda punya standar ideal. Karena hadis Nabipun menyatakan seperti ini, "Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung."

Jadi memang tidak salah ketika impiannya adalah menikah dengan seorang gadis yang kaya, nasabnya baik, cantik, dan sholihah. Tetapi seringkali pula, pemuda lupa dengan kalimat akhir dari sabda Nabi itu, "Pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung." Hm...

Saya jadi teringat kisah Tsabit bin Zutho. Seorang pemuda sholih yang bersedia menikahi seorang gadis yang katanya buta, bisu, tuli dan lumpuh, demi meraih ridho pemilik apel yang ia makan. Anda pasti sudah pernah mendengar ceritanya kan? Meski begitu, saya tetap akan menuliskannya kembali. 😁

Suatu hari seorang pemuda dari Kufah bernama Tsabit bin Zutho sedang melakukan perjalanan. Ketika dalam keadaan lapar, ia menemukan buah apel di aliran sungai. Karena sudah sangat lapar, langsung dimakanlah apel tersebut. Namun setelah memakannya, ia berfikir. Apel itu pasti ada pemiliknya. Bagaimana jika pemiliknya tidak ridho ia memakan apelnya? Berarti ia makan makanan haram?

Karena kekhawatiran tersebut, Tsabit kemudian menyusuri sungai. Hingga akhirnya ia menemukan kebun apel yang cukup luas. Ada bagian pohon apel yang menjulur ke sungai. Iapun memastikan apel yang ia makan berasal dari kebun tersebut. Kemudian ia mencari pemilik kebun untuk meminta keridhoan atas apel yang telah ia makan. 

Setelah bertemu pemilik kebun, untuk menghalalkan apel yang telah dimakan Tsabit, pemilik kebun apel memberikan syarat yang cukup berat. Tsabit harus menikahi putri pemilik kebun yang buta, bisu, tuli dan lumpuh. Hah? 

Tsabit adalah seorang pemuda normal yang gagah. Seperti umumnya pemuda, ia pasti juga mengharapkan gadis yang cantik dan sehat. Tetapi, Tsabit lebih menginginkan kehalalan makanan yang sudah masuk dalam perutnya. Jadi, iapun bersedia menikah dengan putri pemilik kebun tersebut.

Hingga ketika selesai mengucapkan akad nikah, Tsabit masuk ke dalam kamar pengantinnya. Ada seorang gadis cantik menyambutnya, yang sama sekali tidak lumpuh, tidak buta, bahkan bersuara merdu ketika menyapanya. Tsabit berpikir, ia salah masuk kamar. Tapi ternyata gadis itu memang putri pemilik kebun yang dinikahinya.

"Apa yang dikatakan ayahku tentang aku, hingga dirimu merasa salah masuk disini?" tanya sang istri.

"Kata ayahmu, aku harus menikahi gadis yang buta, bisu, tuli, dan lumpuh," jawab Tsabit. 

Sang istri tersenyum manis, dan berkata, "Ayahku mengatakan aku buta karena aku tidak pernah melihat hal yang dimurkai Allah. Ayahku mengatakan aku bisu dan tuli karena aku tak pernah berbicara dan mendengar tentang hal buruk yang dimurkai Allah. Ayahku mengatakan bahwa aku lumpuh, karena aku tak pernah melangkahkan kakiku ke tempat yang dimurkai Allah."

Masya Allah!

Maka tak heran jika dari Tsabit bin Zutho, seorang yang sangat menjaga kehalalan makanan yang masuk ke perutnya itu. Dan istrinya yang sholihah, yang menjaga pandangan, ucapan, pendengaran dan tingkah lakunya. Dari orang-orang seperti itulah, lahir seorang ulama besar yang bernama Nu'man bin Tsabit atau kita mengenalnya sebagai Imam Abu Hanifah, pendiri madzhab Hanafi.

Jadi, Anda para pemuda dan pemudi... Jika saat ini belum menemukan tambatan hati yang sesuai kriteria, mungkin Anda harus terus meningkatkan kualitas diri. Agar Anda mendapatkan pasangan sekufu'. Seperti Tsabit bin Zutho yang sholih, akhirnya mendapatkan istri yang sholihah pula.

Atau mungkin Anda harus menilik kembali niat Anda. Niat menikah untuk apa? Nah, setelah niat Anda sudah lurus, kualitas Anda sudah mumpuni, maka do'a Anda yang harus dikuatkan. Karena Dia Pemilik Alam Semesta, maka meminta kepada-Nya tak akan rugi kan? 

Wassalamu'alaikum
Ummi

#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia


Friday, 5 May 2017

CARA MEMBUAT MOTTO HIDUP ALA DR. IBRAHIM HAMD AL-QU'AYYID

Assalamu'alaikum,

Beberapa waktu lalu, saya menemukan sebuah buku berjudul "10 Kebiasaan Manusia Sukses Tanpa Batas" karya Dr. Ibrahim Hamd Al-Qu'ayyid, di antara tumpukan buku di lemari. Tapi kebiasaan buruk saya kumat, malas baca buku berat. Jadi, meski sudah saya ambil dari lemari, buku itu tak kunjung saya baca. Padahal ternyata setelah menyempatkan diri untuk membaca, buku ini menarik. Sangat cocok untuk saya yang selalu butuh motivasi. 😁 

Dan disini, saya ingin berbagi tentang salah satu bab dalam buku itu yang diberi judul "Bagian Ketiga: Dasar Pijakan". Di bab ini kita belajar tentang hakekat sebuah motto hidup. Sekaligus juga kita diajak untuk membuat motto dengan langkah-langkah yang aplikatif. Saya suka kalau yang seperti ini, bisa langsung dipraktekkan. Bukan hanya di awang-awang. 

Menurut Dr. Ibrahim Hamd Al-Qu'ayyid, penting lho membuat motto hidup. Motto hidup itu merupakan visi hidup kita, cita-cita kita, impian kita. Jadi, dengan mempunyai motto kita didorong untuk hidup sebagaimana kondisi ideal yang kita inginkan. Jadi ketika kita sedikit "oleng", kita akan kembali lurus jika mengingat motto hidup itu. Kita juga didorong untuk lebih baik dari hari ke hari. 


Kalau menurut beliau, motto yang dimaksud bukan tentang kondisi kita saat ini. Tapi kondisi yang kita inginkan di masa depan. Dalam bahasa beliau, "Motto atau misi adalah nilai-nilai penting yang Anda harapkan dapat mengarahkan kehidupan Anda (apa yang seharusnya). Namun ketika telah memiliki motto hidup, Anda juga harus berinteraksi aktif atau berupaya untuk mengubah nilai-nilai tersebut menjadi amalan-amalan praktis serta upaya untuk menghadapi tantangan-tantangan zaman, tempat, dan kondisi (apa yang terjadi di dunia nyata)". 

Dan disini, saya ingin berbagi saja tentang langkah-langkah membuat motto tersebut. Mungkin bisa bermanfaat untuk Anda. Ada yang mau tahu? Hahaha... Yang mau tahu bolehlah menyimak poin-poin yang saya ambil dari buku "10 Kebiasaan Manusia Sukses Tanpa Batas" karya Dr. Ibrahim Hamd Al-Qu'ayyid ini.

Langkah Pertama: Berpikir.
Berpikirlah dengan sebenarnya. Mungkin saja Anda membutuhkan waktu 2-3 hari. Silahkan saja. Yang perlu diingat adalah janganlah berpikir menggunakan metode yang Anda pakai dalam kehidupan Anda sekarang. Dan janganlah berpikir tentang apa yang terjadi pada Anda sekarang, tetapi fokuskan perhatian pada apa yang seharusnya terjadi dan apa yang ingin Anda peroleh.

Langkah Kedua: Menulis.
Luangkan waktu untuk menulis apa yang telah Anda pikirkan. Bisa jadi Anda akan mempunyai banyak poin yang Anda harapkan untuk masa depan. Bebaskan saja pikiran Anda untuk menulis semuanya.

Misalnya Anda memperoleh poin-poin sebagai berikut:
1. Melaksanakan sholat wajib tepat waktu dan teratur.
2. Mendidik anak-anak dengan baik sesuai ajaran Islam.
3. Menyambung silaturahmi.
4. Melakukan hal-hal yang baik dan menjauhi hal-hal yang buruk.
5. Berinteraksi dengan sesama manusia dengan akhlak yang mulia.
6. Taat pada suami.
7. Unggul dalam pekerjaan.
8. Melakukan pengabdian kepada agama dan umat.
9. Menjadi seorang Muslim yang patuh pada perintah agama dan menjadi jauhi larangannya.
10. dst

Langkah Ketiga: Menyusun.
Poin-poin yang telah Anda tulis, bisa Anda susun berdasarkan prioritas. Yang paling penting, penting, dan seterusnya. Boleh juga membuang poin yang menurut Anda mirip. 

Langkah Keempat: Meringkas.
Poin-poin yang Anda dapatkan bisa Anda ringkas berdasarkan kesamaannya​. Contoh dari poin di atas menjadi:
1. Menjadi seorang Muslim yang patuh kepada perintah-perintah agama dan menjauhi larangannya.
2. Menjalin silaturahmi, taat pada suami, dan mendidik anak sebaik-baiknya.
3. Berprestasi dalam pekerjaan.

Langkah Kelima: Bentuk Akhir.
Motto itu sebaiknya ringkas dan mudah diingat, sekaligus merangkum harapan-harapan untuk masa depan Anda. Untuk contoh di atas misalnya, motto Anda jadi seperti ini, "Menjadi seorang Muslim yang patuh pada agama, memperhatikan keluarga dan kerabat, serta berprestasi dalam pekerjaan".

Jadilah motto Anda. Lalu tempel deh, motto itu di tempat-tempat yang sering Anda perhatikan. 

Bagaimana, Anda sudah membuat motto hidup? 😉

Wassalamu'alaikum
Ummi 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...