Friday, 26 December 2014

SECANGKIR TEH HANGAT

 Gb. teh hangat dari sini

Keluarga kami sangat menyukai teh. Setiap pagi, teh hangat menjadi teman sarapan kami. Begitupun malam hari. Makan malam kami hampir selalu ditemani teh hangat.

Sebenarnya bukan sejak dulu keluarga kami menjadi penggemar teh. Kami menjadi penyuka teh sejak salah satu keluarga kami, yaitu bulek menikah dengan orang Tegal.

Setiap lebaran, rumah kami menjadi tujuan kedatangan keluarga besar. Nah, bulek kami ini setiap lebaran membawa teh dari Tegal dengan merk tertentu, termasuk membawa pocinya. Suami bulek memang terbiasa minum teh, dan harus merk tersebut. Tentu saja saat membuatkan suaminya teh, ia juga membuatkan seluruh keluarga secangkir teh hangat pula. Dari sinilah kegemaran minum teh bermula. Karena semua keluarga kami suka, jadilah bulek rutin mengirimi kami teh dengan merk yang selalu diminum bulek. Bulek pun rutin menelpon kami, bertanya apakah tehnya masih ada atau sudah habis.

Dulu, bagi kami rasa teh itu sama saja. Tetapi sekarang, kami bisa merasakan perbedaan rasa setiap teh. Dan favorit kami tetap teh kiriman bulek.

Akupun menularkan kegemaran minum teh ini pada suamiku. Pada masa awal pernikahan kami, ia sama sekali tidak menyukai teh. Tapi karena setiap hari kami membuat teh, dan bersama-sama menikmatinya, jadilah ia penggemar teh juga. Sekarang, saat kami sudah tidak berkumpul lagi dengan bapak ibuku, ia malah yang bertanya kalau sarapan atau makan malam tanpa teh hangat.

Secangkir teh hangat memang telah memberi warna pada kebersamaan keluarga kami. Aku mengingat saat-saat bulek kami datang di malam hari dari Tegal dan langsung membuat teh hangat untuk kami. Lalu kami ngobrol banyak hal sampai lebih dari tengah malam. Aku mengingat ibu yang membuatkan teh hangat untuk bapak dan kami setiap pagi. Aku mengingat silaturahim yang senantiasa terjalin dalam kiriman-kiriman teh bulek untuk kami. Ada banyak cerita dari secangkir teh hangat kami. Cerita yang menghangatkan hati kami. Cerita itu tentang kebersamaan, silaturahim, perhatian, senda gurau, dan banyak hal lagi.

Bulek, kami masih selalu menanti kiriman teh darimu... :)

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah memberikan komentar di blog saya. Mohon untuk memberi komentar dengan kata yang santun. Terima kasih. :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...