Saturday, 28 February 2015

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Terdapat hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ada yang bertanya kepada beliau,

يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ نَعَمْ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا

“Wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, adakah tersisa perbuatan bakti kepada orang tua yang masih bisa saya lakukan sepeninggal mereka? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Berdoa untuk mereka, memohonkan ampunan, melaksanakan janji mereka, menyambung tali silaturahim yang hanya terhubung melalui mereka serta memuliakan teman-teman mereka‘” (HR. Ahmad 3/279, Bukhari dalam kitab “Adabul Mufrad”, Abu Daud no. 5142).

Rasanya tidak sanggup menulis banyak jika sudah membaca hadits ini. Menuliskannya kembali disini, sebagai pengingat bahwa masih ada yang harus aku tunaikan sebagai baktiku pada orangtua, terutama ibu yang sudah meninggal. Hanya ada janji dalam hati, semoga aku bisa mengamalkannya. 

Ibu nengok adik di Gontor Putri 3

Sunday, 8 February 2015

BERSYUKUR

Berjalan di bumi-Mu, aku melihat berbagai macam orang. Kadang bertemu dengan si pengeluh. Tiap hal dia keluhkan, seakan dialah orang yang paling tak bahagia. Aku pernah mendengar di pengeluh berkata dengan penuh keluhan, "apa gunanya sehat jika tak punya uang?" Ah... apa dia tidak tahu, banyak orang menghabiskan banyak uang demi kesehatan.

Saat berjaga di toko seharian, bertemu dengan orang-orang yang berusaha dengan cara instan. Meminta. Dalam satu hari berjaga, mungkin ada sampai lima orang peminta-minta yang datang. Sering bertemu peminta-minta yang usianya masih muda. Heran sendiri aku dibuatnya. Apakah mereka tidak tahu Nabi pernah bersabda, "Sesungguhnya harta ini adalah lezat dan manis. Maka siapa yang menerimanya dengan hati yang baik, niscaya ia akan mendapat berkahnya. Namun, siapa yang menerimanya dengan nafsu serakah, maka dia tak akan mendapat berkahnya. Dia akan seperti orang yang makan, namun tak pernah merasa kenyang. Dan tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah." (HR. Muslim).

Sedang di tempat lain bertemu dengan orang yang selalu semangat berusaha, meski ia telah renta. Tapi tak mau menyusahkan orang lain (bahkan saudaranya) dengan meminta-minta. Mereka orang-orang sederhana dengan pemikiran sederhana pula. Jualan merekapun sederhana. Tapi mereka lebih "keren" daripada peminta-minta yang menengadahkan tangan pada orang lain. 

Mbah-mbah jualan jajan pasar
Dan akupun melihat orang-orang yang berjuang untuk hidupnya, dengan cara yang mereka kuasai. Menjadi buruh bangunan, menjadi tukang becak, menjadi pedagang, menjadi sales/marketing sebuah produk, menjadi pegawai, dll. Kadang diantaranya "sawang sinawang", merasa orang lain lebih beruntung dan lebih bahagia. Benarkah? Sebenarnya, jika rasa syukur itu ada, insya Allah kita akan menerima diri kita apa adanya dan menjadi bahagia.

Tukang batu


Para pembatik

Pedagang asongan. Gb dari sini
“Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah orang yang berada di bawah kamu, dan jangan lihat orang yang berada di atas kamu, karena dengan begitu kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kamu.” (HR. Bukhari-Muslim)

Tuesday, 3 February 2015

SEMOGA MEREKA SELALU SALING MENYAYANGI

Ada 3 gadis kecil bersamaku. Fathiya adalah putri pertamaku, sekarang usianya hampir 7 tahun. Sudah waktunya "ngencengi" sholatnya. Yang kedua, Hana, hampir 5 tahun. Suka lari kesana kemari, seperti tak punya rasa capek. Yang satu lagi, masih imut banget, namanya dek Tira. Usianya sekarang 4 bulan. Rasanya wow tiap kali mereka semua berkumpul. 

Fathiya dan Hana habis sholat dluhur

Dua kakaknya sayang pol dengan adik imutnya. Selain itu, juga sangat perhatian. Dua kakaknya tiap saat ingin mencium adik imut. Kalau bunda melarang, karena adik baru tidur (takut kalau bangun), mereka nawar, "ciumnya satu kali aja, Bunda". Akhirnya Bunda membolehkan deh... daripada mereka lalu protes dengan sengaja membuat kegaduhan di rumah.

Mereka juga siaga kalau adik imutnya bangun tidur. Mereka yang asalnya main, langsung lari ke kamar begitu mendengar tangis adik imut yang terbangun dari tidur. 
"Cup...cup... dek...," kata mereka. Lalu mereka mengajak adiknya bermain atau bernyanyi. Meski tentu saja, si adik baru bisa memandangi mereka sambil tertawa-tawa. 

Nungguin adik
Kalau sore hari ketika pengasuh dek Tira sudah pulang, Hana, si kakak kedua, akan bertanya, "Bunda sudah sholat? Bunda sholat dulu gih, biar adik tak tungguin." Terharu jadinya. Meski Bunda tetap akan memanggil Mbak Fathiya, si kakak pertama untuk menemani dek Tira. Karena, meski Mbak Hana sayang dengan dek Tira, kadang dia masih suka iseng, sayang-sayang dek Tira sampai dek Tira nangis. :D

Senangnya melihat anak-anak itu saling menyangi. Ah... Semoga mereka akan selalu saling menyayangi sampai nanti.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...