Saturday, 28 March 2015

HAMPA

Ada yang kosong
di dasar hatiku
begitu kosong
hingga aku merasa hampa

Entah ini tentang apa
mungkin banyak hal yang bertumpuk
terlalu bertumpuk
hingga justru membuat kosong
pada satu ruang hati yang lain

Tentang iman
Tentang ilmu
Tentang amanah
Tentang banyak hal
Yang ingin kulakukan
Tapi tak bisa kulakukan

Entah ini tentang apa
mungkin ini ketidakberdayaan
atas keinginan
yang tak sepadan
dengan kemampuan

Ingin berubah
Ingin merubah
Ingin berbenah
Ingin membenahi
Atas banyak kesemerawutan
Yang terlintas di depan mata

Dan ketika makin banyak yang terlibat
dalam kememerawutan itu
aku diam
makin diam
kosong
makin kosong

Entah sampai sejauh mana
aku akan membiarkan kehampaan itu
Aku tidak tahu
Sungguh tidak tahu

Sambiroto, 28 Maret 2015

Saturday, 21 March 2015

MENYIKAPI PERMASALAHAN HIDUP

Kisah A
Ia seorang perempuan 35 tahun. Sudah menikah kurang lebih 10 tahun, tapi belum juga dikarunia putra. Berbagai usaha telah dilakukan, tetapi Allah belum menakdirkan ia memiliki momongan. Ia memilih untuk berdamai dengan keadaan. Bersyukur dengan semua yang dimiliki dan menikmati hidup bersama suami tercintanya.

Kisah B
Perempuan sepuh yang sudah berusia lebih dari 80 tahun itu tinggal sendirian di sebuah rumah mungil. Ia sudah tidak memiliki keluarga inti, jadi ia benar-benar sendirian. Tiap sore ia berdagang dengan barang dagangan sederhana yang ia gelar di depan tempat praktek seorang dokter. Ada pisang rebus, kacang rebus, kerupuk, air mineral, dan makanan sederhana lain yang ia jual. Seringkali orang-orang membeli dagangannya bukan karena menginginkan makanan itu, tetapi karena terenyuh dengan keadaannya. Dan ia tetap teguh berdiri hingga hari ini. Menyambung hidup dengan berdagang, tidak meminta-minta.

Kisah C
Perempuan itu masih muda, usianya belum genap 23 tahun ketika dokter mendiagnosanya menderita kanker. Setelah ditelusuri, katanya penyakit itu disebabkan pola makan yang tidak sehat waktu masih sekolah dan kuliah. Selama sekolah ia memang tinggal di kost-kostan, hingga pola makan dan ragam makanannya tak terkontrol. Mie instan menjadi makanan sehari-harinya saat itu. Ia terlihat kurus, tapi ia masih bertahan. Dan tetap berikhtiar dengan pengobatan.

Begitulah sebagian permasalahan hidup manusia. Diluar sana masih banyak permasalahan lain yang menimpa orang lain juga. Apakah bisa dikatakan A, B atau C yang paling menderita? Semua telah ada takarannya. Bahwa Allah tidak akan membebani hamba sesuatu yang ia tak sanggup memikulnya (lihat QS Al-Baqarah: 286).

Aku sendiri meyakini, bahwa apapun yang kita alami pasti ada hikmahnya. Manis, pahit, asam, asin, semua telah diberikan oleh-Nya dalam porsi yang pas. Jika aku mengalami pahit saat ini, aku yakin pahit itu akan ada manfaatnya untuk masa depan nanti. Seringkali aku merasa bersyukur atas sebuah kesulitan yang terjadi pada masa lalu. Ujian itu ternyata bisa membuat aku belajar dan menjadi manusia yang lebih baik dari yang dulu. Meski seringkali rasa syukur itu datang belakangan. Mungkin begitu ya tabiat manusia. Padahal Allah telah berfirman “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).

Dan bagaimana kita menyikapi permasalahan dalam hidup kita? "Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir," kata Allah dalam QS. Yusuf ayat 87.

Akhirnya...
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (QS. Al-Baqarah: 45-46)

Dan masih ada saudara kita yang berjuang untuk kemerdekaan negaranya


. Sumber: Credit

Jadi, ketika permasalahan menyapa hidup kita, apa yang bisa kita lakukan? Kalau aku lebih suka:
1. Husnudzon (berprasangka baik) dengan ketetapan-Nya. Mungkin kita pernah berdo'a, mohon menjadi dewasa, dan Dia memberi cobaan agar kita menjadi manusia dewasa. Atau keinginan yang lain? Mungkin Dia tidak memberikan keinginan kita secara langsung, agar kita lebih menghargai setiap proses yang kita lalui.
2. Sabar.
3. Sholat dan berdo'a, mohon ampunan dan petunjuk dari Allah.
4. Menjadikan permasalahan orang lain sebagai cermin. Bahwa kita bukan satu-satunya orang di dunia yang mendapatkan ujian dalam hidup.
5. Tentu saja, segera selesaikan permasalahan kita. Dengan tidak membiarkan permasalahan berlarut-larut, hati kita akan menjadi lega.


MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN


Musrenbang atau Musyawarah Perencanaan Pembangunan yang dimaksud disini adalah kegiatan tahunan yang dilaksanakan dalam rangka menyusun Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) untuk tahun yang akan datang. Jadi, pelaksanaan Musrenbang tahun 2015 adalah untuk membahas penyusunan RKPD tahun 2016. Musrenbang ini dilaksanakan berurutan dari struktur pemerintahan yang paling bawah, yaitu di desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, terakhir nanti di tingkat nasional.

Kebetulan tugasku ada di kecamatan, tepatnya di Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Apa yang kami lakukan dalam rangka penyusunan RKPD tersebut?

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun 2015 ini, kami memulainya dengan mengadakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan tingkat desa (Musrenbangdes) di bulan Januari. Di musrenbangdes, biasanya akan ada banyak usulan pembangunan dari peserta musyawarah yang biasanya adalah perwakilan RT/RW serta lembaga desa lain dan tokoh masyarakat. Tentu usulan-usulan ini akan ditampung oleh Pemerintahan Desa untuk menjadi program kerja mereka yang akan dituangkan dalam dokumen RKPDes (Rencana Kerja Pemerintahan Desa). Dalam musrenbangdes juga dipilih seorang delegasi desa yang akan mengawal usulan-usulan desa di tingkat kecamatan melalui penjaringan aspirasi masyarakat (jaring asmara).

Musrenbang Desa Ngagel

Diskusi dalam Musrenbang Desa Kembang

Penandatanganan Berita Acara Musrenbangdes oleh wakil peserta

Nantinya pada forum jaring asmara, usulan-usulan dari semua desa yang ada di wilayah kecamatan diolah agar bisa memberikan gambaran permasalahan dan kebutuhan yang ada di tingkat kecamatan. Usulan-usulan ini akan dipilah-pilah dalam tiga bidang, yaitu: 1) Bidang Pemerintahan dan Sosial Budaya, 2) Bidang Ekonomi, dan 3) Bidang Sarana prasarana/infrastruktur. Bidang infrastruktur biasanya menjadi usulan favorit para delegasi. Pembangunan jalan yang menjadi kembangnya. Selain sarpras, masalah pendidikan dan kesehatan juga banyak diusulkan di jaring asmara. Tetapi paling banyak memang bidang sarpras.

Salah satu kelompok diskusi dalam Jaring Asmara
Setelah jaring asmara, kami kemudian melaksanakan musrenbang tingkat kecamatan, dimana kami juga mengundang anggota dewan yang mewakili daerah pemilihan kami serta perwakilan dinas/instansi yang ada di kecamatan. Usulan-usulan saat jaring asmara akan lebih berkembang disini. Kami juga akan menentukan prioritas kegiatan tingkat kecamatan yang akan kami usulkan di musrenbang tingkat kabupaten. Dan puncaknya adalah pemilihan 3 orang delegasi kecamatan yang bertugas mengawal usulan di Musrenbang Kabupaten agar bisa masuk RKPD tahun berikutnya.

Sebelum Musrenbang Tingkat Kabupaten, ada yang namanya Forum SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), dimana 3 utusan dari kecamatan se-kabupaten akan dibagi dalam 3 bidang seperti yang disebutkan di atas, yaitu bidang pemerintahan dan sosial budaya; bidang ekonomi; dan bidang sarana prasarana/infrastruktur. Di Forum SKPD ini akan dilakukan semacam dengar pendapat dari delegasi kecamatan dengan dinas/instansi terkait di kabupaten, termasuk dengan anggota dewan juga. Misalnya di bidang pemerintahan dan sosial budaya, akan hadir dalam forum tersebut dari Dinas Pendidikan, BKD, Bapermades, Dinas Kesehatan, dan dinas lain yang terkait dengan pemerintahan dan sosial budaya. Begitupun di bidang ekonomi akan ada Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kantor Ketahanan Pangan, dan dinas lain yang terkait dengan bidang ekonomi. Tentu saja bidang infrastukturpun seperti itu. Akan ada dinas-dinas Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan), dan lain sebagainya. Sedangkan yang memfasilitasi pelaksanaan Forum SKPD ini adalah BAPPEDA Kabupaten Pati.

Akhirnya di Musrenbang Tingkat Kabupaten yang juga difasilitasi oleh BAPPEDA, penajaman usulan-usulan dari bawah yang sudah dibahas dari Musrenbang Desa, Musrenbang Kecamatan, dan Forum SKPD akan mengerucut. Semua akan menjadi Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2016. Usulan-usulan tersebut akan dipilah-pilah lagi, mana kegiatan yang menjadi kewenangan Kabupaten dan mana kegiatan-kegiatan yang diusulkan melalui APBD Provinsi maupun APBN.

Pembukaan Musrenbang Kabupaten oleh Bupati Pati

Semua itu adalah ikhtiar kami untuk pembangunan yang sesuai kebutuhan masyarakat. Program dan kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya tentu diharapkan bisa memberikan kemanfaatan untuk masyarakat banyak, bukan hanya untuk sebagian kecil orang.

Tuesday, 17 March 2015

BERAMAL SHOLIH


Menjadi istiqomah dalam kebaikan memang butuh tekad yang kuat. Kadang ada amal sholih yang ingin kita lakukan dengan istimror (terus menerus, berkesinambungan), tapi ada saja penghalangnya. Sayangnya, penghalang itu sebenarnya lebih banyak dari diri kita sendiri.

Credit
Ingin sholat tepat waktu, diri berkata, "Ah, masih banyak kerjaan. Lagipula waktunya masih panjang."
Mau berangkat ngaji rutin pekanan, ternyata hujan. "Ah, pasti dimaklumi kalau tidak datang. Hujannya kan lebat."
Mau baca Qur'an dengan target tertentu, main gadget terasa lebih seru!
Mau sedekah, "Ah, hartaku juga tidak lebih-lebih kok."
Mau menyingkirkan paku di jalan, "Nanti pasti ada orang lain yang menyingkirkan."
Mau berangkat kerja lebih pagi. "Yang lain juga berangkat agak siangan."
Dan banyak lagi alasan-alasan yang dibuat waktu mau beramal sholih. Itu aku sih... :(

Tetapi waktu terus berjalan. Meski satu hari masih sama 24 jam, disini ada yang santai-santai dalam memanfaatkan waktu. Disana ada yang memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Dari satu urusan beralih ke urusan yang lainnya. 
"Maka apabila kamu selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain." (Arti QS. Al-Insyiroh: 7).

Sunday, 8 March 2015

TAKWA



Quran, Surah Al-Hujurat, Ayat 13
Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Kadang aku lupa dengan ayat diatas. Tanpa sadar (atau bahkan sadar?), memperlakukan orang lain dengan berbeda. Memperlakukan si kaya dengan si miskin berbeda. Memperlakukan pejabat dengan orang biasa dengan berbeda. Aku lupa bahwa takwalah yang membuat seseorang mulia di sisi Allah.

Kata guruku dulu, takwa adalah takut kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dan ridho atas segala ketentuan-Nya. Tetapi karena takwa itu tak terlihat, mungkin karena itu kita lebih suka menilai dengan hal-hal yang bisa kita lihat. Entah.

Kita sekarang hidup di dunia yang serba materialistis. Seseorang menjadi hebat karena punya mobil, seseorang menjadi mulia karena punya banyak harta, seseorang dihormati karena jabatannya. Dan takwa, entah dimana adanya. Sedangkan ia (takwa) adalah sebaik-baik bekal.
Quran, Surah Al-Baqarah, Ayat 197
Artinya: "(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal."

Dan aku sedang melihat diriku sendiri. Dimana tempatku? Disisi-Nya dengan kemuliaan, mungkinkah?

Wednesday, 4 March 2015

KETERGANTUNGAN LISTRIK

Satu ketika listrik di kantor mati. Kalau sudah seperti itu, kami menghentikan pekerjaan kami. Bagaimana lagi? Hampir semua peralatan kantor terhubung dengan listrik. Terutama komputer dan printer yang menjadi piranti utama pekerjaan kami. Ah... Sepertinya kita benar-benar punya ketergantungan yang besar dengan listrik (a.k.a PLN) ya...

Jadi ingat waktu kecil dulu, aku "ngumani" masa belum ada listrik. Jadi, tiap sore hari bapak menghidupkan lampu petromak yang sumber energinya adalah spiritus. Masih terkenang saat menunggui bapak menghidupkan lampu petromak, tanganku terkena spiritus yang berwarna biru dan rasanya dingin. Kemudian merasa senang saat petromak menyala setelah bapak cukup lelah memompanya.

Saat malam tiba, di halaman rumah tak sebenderang sekarang. Jadi kunang-kunang suka berdatangan, indah bercahaya diantara gelapnya malam. Sekarang, rasanya aku sudah tak pernah menemukan kunang-kunang lagi di halaman rumahku. Mungkin mereka tak suka dengan cahaya lampu yang sekarang memenuhi malam.

Waktu itu televisi belum banyak yang punya. Beruntungnya, salah satu yang punya televisi itu saudara sebelah rumah. Jadi, bisa nebeng nonton di sana. Tiap hari minggu di TVRI ada Ria Jenaka dan Safari, yang menjadi tontonan wajib. Kalau bapak-bapak suka nonton tinju yang kadang ditayangkan di TVRI. Aku mengenal nama Mike Tyson dari pembicaraan bapak-bapak. Wah... ramai sekali kalau mereka nonton tinju sama-sama. Eh, satu lagi petinju yang sering mereka bicarakan, yang ini petinju dari Indonesia, yaitu Ellyas Pical. Tapi kami yang perempuan, cukup tahu nama saja, tapi tidak terlalu tertarik nonton acara tinjunya.

Sekarang semua dimudahkan dengan adanya listrik. Selain untuk penerangan, televisi, kulkas, mesin cuci, penanak nasi, setrika, semuanya menggunakan arus listrik. Tapi ya itu tadi, kita jadi seperti benar-benar tergantung dengan alat-alat yang terhubung dengan listrik. Kalau tak ada listrik seperti susah mau melakukan apapun. Padahal, dulu kita merasa cukup dengan lampu petromak sebagai penerangan. Atau menyetrika dengan setrika arang. Dan menanak nasi dengan cara "adang".

Tentang adang ini, kami pernah kelabakan saat pagi-pagi listriknya padam. Karena kami biasa menanak nasi pagi hari setelah subuh, saat listrik mati kami harus sigap menanak nasi dengan cara manual. Cukup repot karena kami harus sesekali menengok nasi yang ditanak agar tidak gosong. Beda kalau dengan penanak listrik, sekali ditancapkan ke listrik, nunggu matang sendiri, dan kita bisa nyambi mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Eh... tapi kata orang tua, adang manual itu rasa nasinya lebih enak daripada menggunakan rice cooker.

Jaman memang terus berubah ya... makin kesini semua makin mudah. Dari dulu yang serba manual, sekarang serba listrik. Berharapnya sih... listrik tidak mati-mati lagi. :) Meskipun ada genset, tapi kan harus beli bensin dulu... :(
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...