Monday, 25 May 2015

olanatics.com 1st Giveaway: Steal The Look


33:59
Credit
Artinya: 'Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.' (QS. Al-Ahzab: 59)

Kita semua pasti sudah mafhum tentang kewajiban berjilbab bagi muslimah. Meskipun ada kalanya sebagian dari kita merasa belum siap untuk melaksanakan perintah Allah yang satu ini. Semua adalah pilihan. Tetapi, setiap aturan Allah pasti ada manfaatnya. Kenapa Allah memerintahkan sesuatu, pasti ada kebaikan untuk yang melaksanakannya. Begitupun sebaliknya. Ketika Allah melarang sesuatu, pasti ada efek buruk bagi pelakunya.

Lalu, apa jilbab itu? Jika kita membuka terjemahan Al-Qur'an pada ayat diatas (ayo kita buka sama-sama...), pada footnote ada keterangan, bahwa jilbab adalah sejenis baju kurung yang lapang yang menutupi seluruh aurat wanita.

Dan... aurat wanita itu mana saja? Sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Dawud menyebutkan, "Dari Aisyah r.a.: Sesungguhnya Asma’ binti Abu Bakar datang kepada Rasulullah SAW dan dipakainya pakaian yang tipis, maka Rasulullah SAW mencegahnya dan berkata:  Wahai Asma’, sesungguhnya wanita itu bila sudah datang masa haid tidak pantas terlihat tubuhnya kecuali ini dan ini. Beliau sambil menunjukkan muka dan kedua telapak tangannya."

Begitulah Al-Qur'an menjawab, kenapa pakaian muslimah diatur sedemikian rupa oleh Allah SWT? Dari ayat 59 Surat Al-Ahzab diatas kita tahu jawabannya, yaitu agar kita lebih mudah dikenal dan agar kita tidak diganggu.

Pakaian sebagai identitas
Dalam sebuah riwayat dikemukakan bahwa istri-istri Rasulullah pernah keluar malam untuk sebuah hajat. Pada waktu itu orang-orang munafiq mengganggu mereka. Kemudian hal ini diadukan kepada Rasulullah SAW, sehingga Rasulullah menegur orang-orang munafiq. Mereka menjawab: “Kami hanya mengganggu hamba sahaya.” Lalu, turunlah ayat 59 Surat Al-Ahzab sebagai perintah untuk berpakaian tertutup, agar berbeda dari hamba sahaya. 
Begitulah, jilbab merupakan pakaian terhormat yang menjadi identitas kemuslimahan kita.

Pakaian sebagai penjaga diri
Mencegah lebih baik dari mengobati, begitu kata pepatah. Bagi muslimah, tentu lebih baik menghindari sebab-sebab terjadinya pelecehan dengan memakai pakaian muslimah sebagaimana yang diperintahkan Allah. Seperti yang telah disebutkan diatas, yaitu: lapang/ lebar, tidak tipis/ tidak menerawang, serta menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan telapan tangan.
Karena bagi seorang muslimah, pakaian bukan sekedar pelindung dari panas dan dingin. Lebih dari itu, dengan memakai jilbab, seorang muslimah akan aman dari gangguan orang-orang (laki-laki) yang suka mengganggu. Dan akan lebih lengkap, jika muslimah berjilbab juga berakhlak mulia.

Seperti itulah pendapatku tentang esensi pakaian muslimah, yaitu sebagai identitas kita sebagai muslimah dan sebagai penjaga diri dari gangguan laki-laki usil.

Tulisan ini diikut sertakan dalam olanatics.com 1st Giveaway: Steal The Look. ;)

Sesekali narsis demi ikut olanatics.com 1st giveaway: Steal The Look


2 comments:

  1. Hai mba, terima kasih ya sudah ikutan giveaway blog saya. maaf baru sempat berkunjung. tulisannya inspiratif!

    ReplyDelete

Terima kasih telah memberikan komentar di blog saya. Mohon untuk memberi komentar dengan kata yang santun. Terima kasih. :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...