Wednesday, 19 August 2015

UPACARA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN RI KE-70 DI KECAMATAN DUKUHSETI

Setiap tanggal 17 Agustus, Indonesia memperingati hari kemerdekaannya. Dari yang di kota sampai yang di desapun memperingatinya dengam beragam cara, termasuk melaksanakan upacara bendera. Seperti kami di Kecamatan Dukuhseti juga melaksanakan upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI yang di tahun 2015 ini telah mencapai usia ke-70. Ternyata sudah lama negeri kita merdeka. Lalu, apa yang sudah dicapai selama 70 tahun merdeka itu? Saya sih tidak akan membahas itu. Hehe... 

Saya hanya ingin bercerita tentang upacara 17 Agustus di Lapangan Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti. Sebagai Inspektur upacara adalah Bapak Camat Dukuhseti saat ini, yaitu Drs. Yudhie Siswanto. Komandan upacara dari Polsek Dukuhseti. Petugas paskibraka adalah siswa-siswi pilihan dari SMA/MA/SMK di wilayah Kecamatan Dukuhseti. Peserta upacara adalah siswa/siswi dari tingkat SD sampai SMA, Korpri, Perangkat Desa, dan guru-guru swasta. Ada juga tamu undangan dari PKK, Dharma Wanita, tokoh masyarakat, dan lain sebagainya.
17-agustus-2015

Secara umum, upacara tahun ini sama dengan tahun sebelumnya. Yang spesial di Kecamatan Dukuhseti pada tahun ini adalah operet yang ditampilkan oleh siswa/siswi MA Tarbiyatul Banin/Banat tentang Perang Gerilya yang dipimpin oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman. Operet ini ditampilkan sebelum pelaksanaan upacara bendera.
17-agustus-2015


Dengan ditampilkannya operet ini, diharapkan peserta upacara mengingat bagaimana kemerdekaan dahulu diperjuangkan. Jenderal Soedirman yang sedang sakitpun tetap istiqomah dalam perjuangannya. "Merdeka atau mati" atau dalam bahasa seorang Muslim " Isy azizan au mut syahidan (hidup mulia atau mati syahid), menjadi slogan mereka. Setelah mengingat, seharusnya semua bisa mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, bukan kegiatan yang sia-sia.

Upacara berjalan dengan hidmat, hanya ada sedikit insiden ketika pengibaran bendera merah putih. Kebetulan saat itu angin cukup kencang, sehingga mengubah posisi tali menjadi bergelung (sepertinya akan lebih jelas kalau menggunakan bahasa jawa: taline muntir :)). Hal itu menjadikan tali tidak bisa bergerak naik ketika dikerek. Hingga lagu Indonesia Raya selesai, bendera masih setengah tiang. Akhirnya beberapa orang maju ke depan membantu menaikkan bendera. Alhamdulillah, Sang Saka Merah Putih akhirnya berkibar gagah di angkasa.
17-agustus-2015

Dan upacara berlanjut dengan hidmat... 

Sunday, 16 August 2015

DO'A UNTUK MEREKA MENJELANG 17 AGUSTUS


Foto diatas adalah foto di halaman Kantor Kecamatan Dukuhseti ketika pembagian doorprize setelah jalan santai yang dilaksanakan kemarin (Sabtu, 15 Agustus 2015) dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI.

Pesertanya adalah murid-murid SD sampai SMA dari sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Dukuhseti. Tentunya mereka juga didampingi guru-guru mereka.

Melihat para pemuda itu...

Mereka....
Yang merupakan generasi harapan bangsa
Dimana di tangan mereka masa depan bangsa dititipkan

Do'aku...

Semoga mereka tidak hanya melihat acara itu
sekedar acara rutin tahunan semata

Semoga mereka bisa memaknai
Arti kemerdekaan bagi sebuah Bangsa

Semoga mereka tidak melupakan sejarah
tentang perjuangan para pahlawan kemerdekaan dahulu

Semoga mereka selalu mengisi kemerdekaan
dengan prestasi yang berharga

Semoga mereka akan membawa masa depan cemerlang
untuk Negeri ini...

Semoga...

Friday, 14 August 2015

LOMBA K3 DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI KEMERDEKAAN RI

Sebentar lagi tanggal 17 Agustus. Ada kegiatan apa saja di sekitarmu? Balap karung, lomba makan kerupuk, lomba lari bawa kelereng dengan sendok, dsb, masih adakah? Kalau di Kecamatan Dukuhseti ada Lomba K3 antar desa. 

Lomba ini sudah menjadi kegiatan tahunan di Kecamatan Dukuhseti. Dari pertama kali aku bekerja disana, kegiatan ini selalu ada menjelang tanggal 17 Agustus. Dan hari ini, entah sudah kali keberapa aku menjadi salah satu juri lomba.

Bagi aku pribadi, menjadi juri lomba ini malah menjadi refreshing dari kesibukan pekerjaan rutinku. Sesekali berkeliling ke desa-desa di wilayah kecamatan sambil menikmati suasananya. Ini juga tugas negara kan? Hehehe... 

Di Kecamatan Dukuhseti ini ada 12 desa. Jarak antar desa sebenarnya berdekatan. Tapi lumayan juga kan, motoran menyusuri jalanan 12 desa. Lumayan capek maksudnya. Tapi ya itu tadi, menikmati alam pedesaan bisa jadi refreshing. Jadi, biar capek tetap happy.

Penilaian lomba K3 ini dilihat berdasarkan Kebersihan, Kerapian, Ketertiban dan Kesemarakan. Jadinya K4 dong. Hehehe... Namanya sudah terlanjut populer K3, gak usah diganti-ganti deh... :)

Hari-kemerdekaan-RI-17 Agustus
Menuju Desa Wedusan, narsis dulu di hutan jati

Hari-kemerdekaan-RI-17 Agustus
Melewati jembatan gantung yang menghubungkan Desa Puncel dengan salah satu desa wilayah Kab. Jepara
Hari-kemerdekaan-RI-17 Agustus
Bersih dan rapi ya...
Hari-kemerdekaan-RI-17 Agustus
Melewati areal tambak
Hari-kemerdekaan-RI-17-Agustus
Yang ini semarak juga, bingung nilainya...
Hari-kemerdekaan-RI-17-Agustus
Melewati Pelabuhan Ikan Banyutowo
Hari-kemerdekaan-RI-17-Agustus
Desa Dumpil yang permai
Hari-kemerdekaan-RI-17-Agustus
Capek nih... Berhenti dulu, narsis sambil memberikan penilaian
Hari-kemerdekaan-RI-17-Agustus
Kita beri nilai yuk... Desa mana ya, yang terbaik?
Setelah penilaian hari ini, pemenangnya akan diumumkan setelah upacara tanggal 17 Agustus nanti. Desa mana yang menjadi terbaik ya?

Kalau di tempatmu, apa kegiatan tujuh belasannya? Ayo, kita isi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif.

Thursday, 13 August 2015

IMPIAN Vs KENYATAAN

Pernahkah punya impian, keinginan, harapan, atau cita-cita? Apakah semua yang kita inginkan selalu bisa jadi kenyataan? Hm... Ini beberapa cerita berkaitan dengan impian.

Impian di tengah keterbatasan.
Sebut saja namanya Ari. Ia anak kelima dari sembilan bersaudara dari keluarga sederhana. Orang tuanya tinggal sang ibu. Bapaknya telah meninggal ketika Ari masih SD. Meski hanya diasuh ibu, tampaknya pendidikan menempati posisi penting dalam keluarga mereka. Nyatanya kakak-kakak Ari bersekolah sampai tingkat SMA.

Namun tamat SMA tampaknya tak cukup bagi Ari. Ia ingin kuliah, apalagi ia diterima di Perguruan Tinggi Negeri di Yogyakarta dengan beasiswa. Jadi, ia berangkat ke Jogja. Kuliah sambil nyantri di sebuah ponpes di Jogja. Belajar dan juga bekerja.

Hidup dengan hemat ia jalani. Sering berpuasa agar tak banyak pengeluaran. Kalau bulan Ramadhan menjadi berkah tersendiri baginya. Karena masjid-masjid di Jogja banyak memberikan takjil untuk jama'ahnya. Ia bisa berbuka di masjid, lalu menyisihkan sedikit untuk sahur.

Sekitar empat tahun, akhirnya ia lulus kuliah dengan nilai yang memuaskan. Tak lama kemudian ia menjadi dosen, bahkan kuliah S2.

Keberaniannya bermimpi di tengah keterbatasan keluarganya, lalu usahanya mewujudkan mimpi, melecutkan semangat adik-adiknya. Setelah ia memulai, adik-adiknya pun bersemangat melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi.
pemberdayaan-masyarakat-desa
Membangun impian



Impian yang tertunda.
Seorang gadis cerdas bermimpi melanjutkan S2 di luar negeri. Ada negeri impian di Eropa yang sungguh ingin dikunjunginya. Beberapa kali mendaftar, ternyata mimpinya belum terwujud. Padahal tak ada yang meragukan kepintarannya.

Tak berapa lama, lelaki baik melamarnya. Si gadis menikah dengan lelaki itu. Dan ternyata si lelaki mendapatkan beasiswa kuliah di Eropa sana, di negeri impian si gadis. Si gadis mendampingi pergi, hingga akhirnya ia juga berhasil kuliah di negeri impiannya itu.

Ah, ternyata itu rahasianya. Ia harus menunggu seseorang untuk menemaninya belajar di negeri yang jauh disana.
kolam-renang-anak
Melalui jalan berliku menuju impian


Impian yang belum terwujud.
Ketika seseorang telah berkeluarga, tentu ia juga menggharapkan keturunan. Tapi bagaimana jika Allah menguji kita agar lebih bersabar?

Zia seorang guru. Menikah beberapa tahun, namun Allah belum mengaruniakan momongan. Ketika akhirnya bisa hamil, ternyata ia harus mengalami keguguran di bulan keempat. Bersyukur tiada terkira, tak lama kemudian, ia hamil lagi hingga melahirkan seorang puteri cantik. Takdir Allah, puteri cantiknya sakit di usia 7 bulan, hingga dijemput ajal. Sedih tak terkata.

Cukup lama ia memendam sedih. Sampai-sampai ia tak bisa menjenguk teman lain yang punya bayi, karena pasti ia akan menangis teringat puteri kecilnya yang telah tiada. Perlahan, kini ia mulai bangkit. Semoga Allah mengganti yang lebih baik untuknya.
pemberdayaan-masyarakat-desa
Sabar meraih mimpi



Impian yang digantikan.
Wati seorang PNS yang telah lama memimpikan beasiswa S2 di luar negeri. Namun, ketika ia lolos seleksi untuk mendapatkan beasiswa kuliah S2 di Jepang, ia dinyatakan hamil. Ia yang telah lama menunggu hadirnya momongan, tentu berbahagia. Karena khawatir dengan kondisi kehamilannya, suaminya melarang ia berangkat ke Jepang. Akhirnya ia melepas kesempatan beasiswanya.

Tapi ia belum menyerah atas impiannya. Ketika anaknya berusia 2 tahun dan suaminya mengijinkan, ia kembali mengikuti seleksi beasiswa S2. Mempertimbangkan anaknya yang masih kecil, kali ini ia memilih di Indonesia. Iapun diterima.

Wati telah melepaskan satu hal dan mendapatkan dua hal sekaligus, yaitu anak dan kuliah S2.
bunga-kamboja-jepang
Semua indah pada akhirnya


Seperti itulah impian. Berusaha dan berdo'a, kalimat klise itu mungkin selalu berharga. Berikhtiar dengan sebaik-baiknya, lalu berdo'a mohon yang terbaik dari Allah. Semoga semua impian itu diridhoi-Nya. Jikapun impian itu tidak tercapai, yakinlah bahwa Dia punya rencana yang lebih baik untuk kita.

Saturday, 8 August 2015

TRADISI LEBARAN DI TAYU

Ini postingan yang agak telat. Tapi gak pa-pa deh... Daripada tidak sama sekali. Eman sudah foto-foto dan rekam-rekam video. Meski kualitas foto dan video tidak bisa dikatakan bagus. Hehehe... Apalagi beberapa foto diambil saat malam hari, dan merekam dengan kamera HP. :D

Aku tinggal di wilayah Kecamatan Tayu, salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ada beberapa tradisi yang selalu ada dari aku kecil dulu, sampai sekarang. Sebenarnya tradisi ini, mungkin tidak jauh berbeda di tempat lain. Tetapi soal kemasan, pasti di masing-masing tempat berbeda.

Beberapa saudara yang merantau, tiap mudik lebaran pasti mengingat beberapa tradisi yang ada disini. Bahkan keponakanku yang masih 5 dan 3 tahun, tiap pulang, meski bukan pas lebaran mesti tanyanya, "Nanti ada takbiran ya, Budhe?"

Nah, kalau di Tayu, ini beberapa hal yang ada pada setiap lebaran:

1. Takbir Keliling.
Setiap malam Idul Fitri (1 Syawal), di semua tempat pasti mengumandangkan takbir. Selain di musholla dan masjid, di Tayu juga diadakan takbir keliling. Sejak aku kecil dulu kegiatan ini sudah ada. Dulu, aku dan teman-teman di masa kecil juga mengikuti kegiatan ini. Kalau dulu cukup membawa lampion yang diberi penerangan lilin. Sekarang lampion-lampion itu menggunakan lampu dengan membawa diesel sebagai sumber listriknya. Diesel itu biasanya dibawa dengan menggunakan truk.

Takbir keliling ini diadakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan. Dan dilombakan lho... Semua musholla atau masjid di wilayah Kecamatan Tayu boleh ikut. Biasanya pesertanya adalah remaja masjid dan remaja musholla. Tetapi meski dilombakan, sepertinya peserta tidak terlalu memikirkan tentang menang atau kalah. Karena kalau dilihat, biaya yang digunakan untuk mengikuti kegiatan takbir keliling pasti lebih besar dari hadiah yang disediakan panitia. Yang terpenting adalah syiar Islam-nya dan menggemakan takbir di malam itu.

Berbagai kreatifitas peserta takbir keliling




2. Membuat Ambengan.
Ambengan adalah nasi dan berbagai lauk pauknya yang ditempatkan di nampan. Biasanya ibu-ibu bangun saat fajar menjelang sholat Idul Fitri untuk membuat ambengan ini. Lalu ambengan dibawa ke tempat sholat Id. Dan kita siap menyerbu ambengan setelah sholat Id. Kita makan ramai-ramai dalam satu tempat. Seru!
Ayo Mas, dihabisin aja...

Gak usah malu-malu, monggo...

3. Lomban Kupatan Sungai Tayu.
Satu minggu setelah sholat Idul Fitri, di Tayu ada lomban kupatan. Biasanya orang-orang membuat kupat lepet di hari itu. Selain itu, ada perayaan yang diadakan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sambiroto Tayu. Dan di hari itu juga, kita bisa naik perahu nelayan yang biasanya digunakan untuk mencari ikan di laut. Ramai pokoknya.

Salah satu atraksi saat perayaan Lomban Kupatan

Naik perahunya Pak Nelayan
Seperti itu tradisi di Tayu tiap lebaran. Kalau di daerahmu, ada apa saja?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...