Monday, 30 November 2015

NOVEMBER KALI INI

Hari ini hari terakhir di bulan november. Biasanya bulan november identik dengan hujan. Tapi November tahun ini berbeda di tempat kami. Air sulit sekali turun, meski kadang gemuruh petir terdengar bersahutan. Entah kenapa.

Sejak awal bulan ini, pompa air di rumahku terasa berat menyedot air dari dalam tanah sana. Waktu setengah jam biasanya sudah cukup untuk memenuhi tandonku dengan air. Tapi kali ini, bahkan dua jam belum juga tandon itu penuh terisi.

Tidak di rumahku saja. Beberapa tetangga bahkan memanggil tukang ledeng untuk memperpanjang pipa, agar air bisa tersedot lebih mudah. Ada juga yang bercerita, sejak jam 2 dini hari keluarganya menghidupkan pompa air, tapi hingga jam 6 pagi, hanya sedikit air yang terkumpul.

Tapi kami masih bersyukur. Di desa lain, bahkan orang-orang ngangsu air dari mata air yang ada di dekat areal persawahan. Meski cukup jauh dari rumah, mereka melakukannya demi air itu. Pastinya penggunaannya harus irit sekali.

Sedangkan di desa lain lagi, mereka sampai harus membeli air, saking sulitnya mendapatkan air.

Kasihan para petani. Banyak petani yang gagal panen. Seorang saudara yang menggarap sawah kami sampai datang ke tempat kami dan berkata, "Maaf, padinya tidak ada yang jadi. Terpaksa kami jual untuk makan sapi."  Jadi, padi yang tidak jadi itu dijual kepada peternak sapi untuk makanan sapi.

Beberapa petani menanami sawahnya dengan semangka

Bagi kami tidak terlalu risau. Karena kami masih mempunyai sandaran lain untuk hidup sehari-hari. Tetapi mereka benar-benar "hanya" bertani dan dari bertani itulah mereka menafkahi keluarga. Jika hujan tak segera turun, bagaimana mereka mencukupi hidup?

Ah... Robbighfirli... Ampuni aku. Engkau Maha Kaya. Tak ada makhluk hidup yang tak mendapat rizki-Mu.

Ya, semua itu menjadi cerita tersendiri di daerah kami. Karena biasanya kami berkelimpahan air.

Kamipun telah melaksanakan sholat istisqo' untuk memohon hujan. Alhamdulillah, sehari setelah sholat istisqo', hujan itu membasahi bumi kami meski hanya sebentar. Dan kami masih menunggu hujan-hujan selanjutnya.

Di November kali ini... Barangkali  kami masih harus introspeksi. Mungkin ada yang perlu kami perbaiki dari diri kami, agar kami memperoleh kembali kemurahan-Mu. 

Semoga hujan yang penuh berkah dan manfaat segera turun esok hari.

4 comments:

  1. semoga segera hujan ya, mak. di sini juga hujan baru berapa kali turun. bisa dihitung dengan jari. meski hawanya kadang panas dikira mau hujan, padahal ternyata mendung aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, smg lekas diberi hujan. Terima kasih sdh mampir, Mak...

      Delete
  2. aamiin semoga hujan berkah segera hadir mbak aamiin....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Desember ini sdh sering hujan, mas...

      Delete

Terima kasih telah memberikan komentar di blog saya. Mohon untuk memberi komentar dengan kata yang santun. Terima kasih. :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...