Wednesday, 23 December 2015

CHARGER

charge-dengan-charger-diri


Charger tampaknya sudah menjadi kebutuhan sehari-hari kita. Hampir semua orang punya ponsel. Dari yang berupa ponsel jadul sampai yang kekinian, semua butuh charger. Bahkan sekarang kita dimudahkan pula dengan powerbank yang bisa menyimpan daya, sehingga kita tetap bisa mencharge ponsel meski di tengah sawah sekalipun. :)

Tetapi... Saya sih tidak akan cerita tentang charger yang itu. Saya ingin membahas charger yang lain. Charger diri, mungkin bisa disebut seperti itu. Seperti ponsel yang butuh energi tambahan ketika batereinya habis, diri kitapun sering mengalami habis energi, sehingga membutuhkan charge untuk diri kita sendiri.

Secara umum, ada tiga tempat yang menjadi pusat kelelahan kita, hingga rasanya tak berenergi untuk melakukan berbagai kegiatan. Ini menurut saya sih... :D

1. Lelah Fisik
Banyaknya pekerjaan di kantor membuat kita kurang istirahat, hingga kita kelelahan. Pekerjaan seperti tak ada habisnya, yang satu belum selesai, datang lagi pekerjaan lain yang harus diselesaikan juga.

Yang bekerja di rumahpun sama. Mencuci pakaian, memasak, bersih-bersih, mengasuh anak, dan sebagainya.

Pasti semua menguras tenaga kita, dan bisa jadi membuat kita jatuh sakit, jika kita tak bisa mengatur tubuh kita.

2. Lelah Pikiran
Dalam hidup pastilah selalu ada permasalahan. Ada masalah yang berat, ada juga yang ringan. Ketika masalah berat yang datang, kadang kita sampai stress dibuatnya.

Hm... Lelah pikiranpun bisa membuat kita sakit, lho...

3. Lelah Hati
Berbagai rutinitas yang tak kunjung selesai, bisa jadi menimbulkan kekosongan dalam hati kita. Atau... Karena lelah pikiran, barangkali juga sampai membuat kita lelah hati.

Mengembalikan Energi yang Hilang
Mengenal sumber kelelahan kita, pasti akan membantu kita untuk mengembalikan energi yang hilang. Pilih charger yang tepat untuk mengembalikan daya kita. Jangan sampai charger laptop untuk hp, tidak cocok kan?

Kalau lelah fisik, pastinya kita butuh istirahat. Tubuh kita punya hak juga kan ya... Biar lelah tak berujung sakit. Istirahat sejenak, berolahraga, luluran, creambath, facial... Hihihi... Ya, intinya sih, beri waktu untuk memanjakan fisik kita. Tapi jangan keterusan manjanya ya... :D

Lelah pikiran? Barangkali kita butuh teman curhat. Tentunya yang bisa kita percaya. Kalau ada permasalahan tertentu yang membutuhkan pendapat orang yang ahli, coba sharing dengan ahlinya. Permasalahan agama ya tanyakan pada yang ahli agama. Tentang penyakit, minta pendapat pada yang ahli kesehatan. Jangan kebalik-balik, tambah lelah nanti. :)

Atau, membaca.... Membaca bisa membuka cakrawala berfikir kita. Barangkali, dengan ilmu yang kita baca, lalu kita praktekkan, akan membantu mengurai permasalahan yang kita hadapi.

Kalau lelah hati? Mungkin pekerjaan kita, permasalahan yang kita hadapi, membuat kita sibuk setiap hari. Lalu kita abai terhadap hal-hal yang bersifat ukhrowi, hingga menimbulkan kekosongan hati. Saat itulah ruhiyah kita mencapai titik yang rendah. Mendekat pada-Nya, memperbanyak dzikir, baca Al-Qur'an, insya Allah akan mengembalikan hati kita pada tempatnya (memang tempatnya dimana? :D). 

Jadi, intinya apa? Inti dari semuanya... Ketika kita lelah, ayo me time sejenak (maaf, bukan ngomporin :)). Termasuk me time berkhusyu' masyuk dengan-Nya di malam buta, bermunajat kepada-Nya. 

Setelah me time, ayo kita kembali beraktifitas dengan energi yang penuh.


2 comments:

Terima kasih telah memberikan komentar di blog saya. Mohon untuk memberi komentar dengan kata yang santun. Terima kasih. :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...