Monday, 18 January 2016

APAKAH KAMU BAHAGIA?



"Bahagia itu apa?," tanya temanku suatu hari.

"Entahlah," jawabku.

Satu orang berkata, bahagia itu diperoleh dari kekayaan. Dalam pikirannya, ia akan bahagia jika mempunyai harta berlimpah. Uang banyak, rumah besar, mobil berjajar di garasi, bisnis dimana-mana, adalah standar yang ia terapkan. Hingga ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengumpulkan sumber kebahagiaan dalam pikirannya.

Apakah lalu ia bahagia setelah kekayaan terkumpul?

Seseorang yang lain mengatakan, bahagia adalah kecantikan yang mempesona. Ia yang dikaruniai tubuh tak bercacat, masih merasa kurang dengan bentuk tubuh dan wajahnya. Badan kurang langsing, kulit kurang putih, dagu kurang lancip, rambut kurang lurus, dan kurang-kurang yang lainnya lagi.

Bahkan ketika ia telah memakai berbagai macam pemutih kulit, ia masih merasa kurang juga. Kurang halus, kurang mulus. Ketika tubuhnya sehat, ia merasa badannya belum indah bak lekukan biola.

Ketika ia telah melakukan operasi untuk membuat hidungnya lebih mancung, ternyata ia masih merasa kurang cantik. Hingga ia melakukan prosedur operasi lain untuk membuat dirinya lebih cantik.

Dan, bahagiakah ia setelah mengejar semuanya?

Satu waktu seorang teman bertanya lagi, "Bahagia itu proses atau hasil?"

Lagi-lagi jawabku, "Entah."

Pada satu cerita yang lain. Seorang pengelana kelaparan karena berhari-hari tidak makan. Ketika ia sampai pada puncak laparnya, ia menemukan pohon pisang yang berbuah masak. Ia makan dengan rada syukur yang tak terkira. Ia begitu bahagia karena setandan pisang.

Sesuatu yang berbeda terjadi pada seseorang yang lain. Ia berprofesi sebagai pengusaha, seumur hidupnya ia habiskan untuk mengumpulkan berbagai harta kekayaan. 

Satu kali, puteri yang sangat dicintainya diculik oleh seseorang. Lalu ia melakukan berbagai macam cara untuk menemukan sang putri. Bahkan dengan menghabiskan sebagian besar hartanya. Dan ia bersyukur ketika putrinya ditemukan dalam keadaan sehat wal afiat.

Jadi, ketika sekali lagi ada pertanyaan, "Apakah bahagia itu?"

Lagi-lagi aku harus menjawab, entahlah. Aku tak punya jawaban. 

Tapi aku merasa terpesona ketika melihat anak-anak bermain bersama dengan riang gembira. Kadang juga ada perasaan membuncah saat masakan sederhanaku di nikmati dengan lahap oleh suami dan anak-anakku. 

Jadi, saat seperti itu... Itukah bahagia?

2 comments:

  1. bahagia itu sederhana, yakni ketika hati peenuh syukur. itu menurutku :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah memberikan komentar di blog saya. Mohon untuk memberi komentar dengan kata yang santun. Terima kasih. :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...