Saturday, 20 February 2016

RAHASIA DALAM TAS RANSELKU

tas-ransel-favorit-murah-meriah

Apa yang ada dalam tasku? Ini sama seperti menceritakan rahasia terdalamku. :D Seperti apa diri kita, bisa lah dikira-kira dengan melihat isi tasnya. Betul?

Tapi sesekali berbagi rahasia, boleh juga ya...
 
Aku sendiri dari sekolah, kuliah, hingga kerja, tas favoritku selalu yang model ransel. Waktu awal-awal kerja, pernah sih mencoba memakai tas cewek, baik yang model jinjing, cangklong di bahu atau slempang. Pernah juga model ransel yang cewek banget. Maksud hati biar terlihat feminin. Hihi... 

Tapi ternyata aku tak bisa pindah ke lain hati. Semua tak bertahan lama. Akhirnya kembali ke ransel yang bisa memuat banyak barang. Seperti yang dibawah inilah model ransel andalanku. :)


isi-tas-ransel-favorit-murah-meriah

Dan isinya adalah...

1. Stopmap
Isi stopmap itu adalah kerjaan-kerjaan yang harus segera aku selesaikan. Karena aku pelupa, pokoknya apa-apa yang harus segera dikerjakan, ya masuk map itu. Biar setiap buka tas, selalu ingat ada yang perlu aku kerjakan.


2. Buku Agenda
Kalau yang ini berisi catatan-catatan hasil rapat atau catatan penting lain yang berkaitan dengan pekerjaan. 

Karena kami para pegawai kecamatan adalah semacam perantara antara dinas di kabupaten dan pemerintahan desa, maka biasanya aku mencatat detail hasil rapat di kabupaten. Agar bisa aku sampaikan ke desa tanpa ada yang terlewat.


3. Telepon Seluler
Ini sih kebutuhan masa kini yang harus ada. Koordinasi dengan dinas/instansi di kabupaten serta pemerintah desa akan lebih lancar dengan ponsel ini. 


4. Netbook
Apalah aku tanpa netbook. :D 

Buat surat, buka netbook. Buat laporan, buka netbook. Buat tulisan apapun, buka netbook. Mau facebook-an buka netbook. Mau ngeblog, buka netbook. #eh


5. Dompet
Standar ya... Uang, identitas pribadi, dan surat-surat kendaraan ada disana. Kalau di dompetku ada tambahannya, yaitu materei untuk kelengkapan kwitansi SPJ (Surat Pertanggungjawaban=biasanya untuk pertanggungjawaban keuangan).


6. Tepak
Nama lainnya kotak pensil atau ada juga yang menyebutnya doosgrip. Tapi di tempatku yang ndeso, namanya tepak. :D

Tepakku isinya ya pensil, ballpoint, penghapus pensil, penghapus ballpoint, penggaris kecil, stabillo, flashdisk, kadang aku juga memasukkan stapler dan isinya. 

7. Charger
Charger netbook dan ponsel selalu ada di tas. Dan tentu saja power bank... barang andalanku kalau tidak menemukan stopkontak. 


Sebenarnya ada satu barang lagi yang masih muat di tasku, kalau sedang membutuhkan, yaitu mukena. Tapi biasanya aku hanya membawanya kalau ada acara yang aku tidak yakin bisa menemukan mukena di tempat acara berlangsung.

Sebenarnya semua standar ya. Hampir semua tas juga isinya seperti itu. :D

Mungkin yang agak beda dengan kebanyakan perempuan adalah tak ada peralatan make-up di tasku. Hihi... Aku memang cenderung cuek dengan yang namanya dandan. 

Seperti itulah aku yang tergambar dari barang-barang yang aku bawa dalam tas ranselku. Kalau di tasmu?




Tuesday, 16 February 2016

KETIKA KANAN DAN KIRI TERTUKAR

hadis-Nabi-tentang-selemah-lemahnya-iman

Di sebuah kelas, Pak Guru membuat permainan untuk murid-muridnya.

"Kita bermain sebentar, anak-anak. Biar kita tidak jenuh," kata Pak Guru. Ia melihat murid-muridnya mulai tidak konsentrasi pada pelajaran yang ia sampaikan.

"Semuanya berdiri!" perintah Pak Guru.

Lalu semua muridpun berdiri, mengikuti perintah gurunya.

"Nama permainan ini adalah angkat tangan. Caranya, kalau Pak Guru mengatakan kanan, angkat tangan kanan kalian. Kalau Pak Guru mengatakan kiri, angkat tangan kiri kalian. Paham?" jelas Pak Guru.

"Paham, Pak," kata murid-murid kompak.

Permainanpun dimulai.

"Kanan!" teriak Pak Guru. Murid-muridpun mengangkat tangan kanan.

"Kiri!" teriak Pak Guru lagi. Kembali murid-murid mengangkat tangan sebelah kiri.

"Kanan, kiri."

"Kiri, kanan."

"Kanan, kanan."

"Kiri, kiri."

Begitu berganti-ganti. Permainan makin lama semakin cepat. Tapi murid-murid sukses memainkannya.

"Bagaimana anak-anak? Sudah fresh?" tanya Pak Guru sambil tersenyum, melihat murid-muridnya yang terlihat bersemangat.

"Mudah kan?" tanya Pak Guru.

"Mudah sekali, Pak," jawab murid-murid.

"Bagaimana kalau sekarang kita ubah cara bermainnya? Kalau Pak Guru mengatakan kanan, angkat tangan kiri kalian. Kalau Pak Guru mengatakan kiri, angkat tangan kanan kalian."

Lalu permainan dimulai kembali. Awalnya banyak yang gugup, salah mengangkat tangan. Beberapa murid cekikikan karena salah mengangkat tangan berulang kali.

"Bagaimana?" tanya Pak Guru lagi.

"Sulit, Pak," jawab salah satu murid. Yang lainnya mengangguk-angguk mengiyakan.

"Kita coba lagi," kata Pak Guru setelah beberapa saat mereka berhenti bermain.

Mereka lalu bermain lagi, lagi, dan lagi. Awalnya mereka masih salah-salah. Lama-lama mereka bisa mengikuti permainan, mengangkat tangan kiri ketika Pak Guru mengatakan kanan. Dan mengangkat tangan kanan ketika Pak Guru mengatakan kiri. Mereka mulai terbiasa.

Entah apa mengibaratkan cerita diatas dengan kehidupan kita sekarang ini tepat atau tidak. Tetapi, kita mungkin juga menyadari banyak hal yang berubah dari masa dahulu. Ada perubahan menuju yang lebih baik, tetapi tak jarang ada juga perubahan yang menuju keburukan.

Bukan berarti kita pesimis atas masa depan, tetapi tak ada salahnya kalau kita juga introspeksi pada yang terjadi sekarang-sekarang ini.

Dulu kita adalah orang-orang yang taat norma/aturan yang berlaku di masyarakat. Ketika aturan mengatakan A, maka kitapun melakukan A. Jika aturan mengatakan B, maka B adalah hal yang kita lakukan. Kita tidak akan melewati batas antara A dan B. 

Jaman berubah. Hal-hal yang dulu salah menurut norma yang berlaku dalam masyarakat, sekarang mudah saja dilakukan. Misalnya tentang hubungan laki-laki dan perempuan yang bukan saudara. Dulu, hubungan laki-laki dan perempuan bukan mahrom sangat dijaga. Dan ini bukan hanya tentang aturan agama, tetapi juga nilai kesopanan yang berlaku di masyarakat. Tak ada laki-laki dan perempuan bukan mahrom berduaan, apalagi di tempat sepi. 

Lama-lama berdua-duaan menjadi biasa. Masih malu-malu, dan masih tahu batas. Lalu jaman berubah lagi. Dulu yang malu-malu, sekarang tak malu-malu lagi. Dari yang pegang tangan, hingga pegang yang lainnya. 

Dulu ketika ketahuan pacaran lalu "kecelakaan" dan hamil di luar nikah, malunya minta ampun. Lalu sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan kenalan. Sekarang, tak ada yang ditutup-tutupi lagi. Bahkan ketika perempuan melahirkan tanpa suami (karena zina, bukan karena kejahatan), sekarang bukan hal yang aneh lagi. Semuanya biasa, atas nama modernitas semua menjadi benar. Dan kita yang masih teguh memegang prinsip nenek moyang kita, dikatakan kolot dan kuno.

Juga tentang laki-laki dan perempuan penyuka sesama jenis. Dulu, mereka tak berani menunjukkan aktifiasnya, karena perilaku mereka dikatakan sebagai penyimpangan seksual. Sekarang mereka menuntut hak atas perilaku mereka. Sebagian besar kita mungkin tidak setuju dengan perilaku penyuka sesama jenis itu, tetapi kita lebih banyak yang diam. Yang mengaku modern, tak boleh menentang itu. Sedang yang menentang, katanya sama saja melanggar HAM. 

Seperti ketika Pak Guru mengatakan kanan dan kita harus mengangkat tangan kiri. Awalnya kita gugup, tetapi lama-lama kita terbiasa. Awalnya satu dua orang yang terbiasa, yang lainnya masih kaku. Lalu saking biasanya semua akhirnya mengikuti. Sebuah kesalahan akhirnya menjadi kebenaran.

Dan kita... Barangkali harus selalu menggugah rasa kita, agar selalu peka terhadap hal yang ada di sekitar kita. Sesuatu yang biasa, belum tentu sebuah kebenaran. Dan sesuatu yang asing, belum tentu sebuah kesalahan.

Jadi ingat dengan sabda Rasulullah SAW, "Islam datang dalam keadaan asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntunglah orang yang asing." (HR. Muslim)

Bagi yang Muslim, kita punya kewajiban. Jika kita tak mampu merubah kesalahan (kemungkaran) dengan tangan (kekuasaan), maka cukuplah lisan kita mengingatkan. Jika kita tak sanggup mengingatkan, maka hati kita harus tetap merasa bahwa yang salah adalah salah. Meski itu adalah selemah-lemahnya iman.

Jadi, mana yang akan kita pilih?

#selfreminder

Saturday, 13 February 2016

SAYA DAN DRAMA KOREA

sinopsis-drama-korea

Ya...ya... Saya ngaku kalau saya ini suka drama korea. Tapi jangan tanya tentang gosip artis-artisnya ya... Kesukaan saya tidak sampai pada level kepo tentang berbagai hal yang dilakukan artisnya. Saya hanya suka pada dramanya yang manis untuk dinikmati. Wong saya itu lebih menikmati membaca sinopsis drama korea daripada menonton dramanya. Kadang-kadang saja saya melirik tayangan dramanya. Hehe...

Eh tapi, sebenarnya ada alasannya sih, kenapa saya lebih memilih membaca sinopsis. Karena saya menikmati drama korea itu sebagai selingan diantara tugas saya di kantor dan tugas saya di rumah. Dan membaca sinopsis itu lebih cepat daripada nonton drama yang tiap episodenya sekitar 60 menit itu. Dan yang pasti, dengan membaca sinopsis, sudah cukuplah untuk mengurangi kadar stress saya ditengah aktifitas yang sok padat itu. Haha...

Karena saya penggemar sinopsis drama korea, sayapun punya blog sinopsis drama korea favorit. Untuk saat ini yang sering saya kunjungi adalah kutudrama.com. Kenapa? Karena drama yang menjadi incaran saya sedang dibuat sinopsisnya disana. :)

Saat ini drama korea paling saya nantikan adalah Signal. Menceritakan tentang Park Hae Young (seorang profiler) yang bersama tim kepolisian berusaha menyelesaikan kasus-kasus di masa lalu yang belum terselesaikan. Park Hae Young ini bisa berkomunikasi menggunakan walkie talkie dengan Lee Jae Han, seorang polisi yang ada di masa lalu. Mereka berdua saling berhubungan untuk menyelesaikan kasus-kasus yang sampai di tahun 2015 tidak terselesaikan.

Tetapi ternyata niat Park Hae Young dan Lee Jae Han untuk menyelesaikan kasus, baik di masa lalu maupun di masa kini, malah merubah banyak hal. Merubah masa lalu, ternyata bisa membawa korban tak bersalah di masa depan. 

Namun, ketika menyadari tentang resiko dari merubah masa lalu, apa yang dilakukan Park Hae Young? Saya juga penasaran... Monggo lah dinikmati dramanya.

Kalau artis favorit? Saya biasa saja dengan semua artis-artis korea. #belagu. Bukan fans berat lah... Meski begitu, saya dibuat kagum dengan aktris Jang Nara, yang dari Wedding dulu (tahun 2005 ya?) sampai Fated to Love You (tahun 2014?) dan sekarang One More Happy Ending (yang ini masih tayang), masih tetap imut. Resepnya apa, Mbak? Hihi... 

Gong Hyo Jin juga, yang meski banyak aktris korea yang lebih cantik, saya kok suka ya? Tidak tahu kenapa. Apa mungkin karena peran-perannya yang masuk ke hati? :D

Kalau aktor? Saya tahu beberapa aktor, seperti Lee Beom Soo, Jang Hyuk, Ji Sung, So Ji Sub, atau yang lebih muda seperti Lee Min H0, Lee Jong Suk, Kim Soo Hyun. Tapi, saya tidak tahu siapa siapa favorit saya. Mungkin ini efek "hanya" membaca sinopsis ya... :D

Dan saya tidak pernah pilih-pilih soal membaca sinopsis. Siapapun pemainnya atau apapun genrenya kalau ceritanya seru, biasanya saya tetap baca. Saya kan penikmat cerita... :D

Drama-drama yang pernah saya sukai seperti Pinocchio yang dibintangi Park Shin Hye dan Lee Jong Suk. Saya juga suka manisnya hubungan So Ji Sub dan Gong Hyo Jin di Master's Sun. Lalu lucunya Jang Hyuk dan Jang Nara di Fated to Love You versi Korea. 

Apa lagi ya? Intinya sih, saya sudah banyak membaca sinopsis drama korea. Tetapi belum banyak nonton dramanya. Begitulah katrok dan tidak gaulnya saya. :D

Yang penting bagi saya sih, saya bisa refresh pikiran dengan membaca sinopsis drama korea. Lalu melanjutkan aktifitas lagi dengan lebih fresh. :)


Friday, 5 February 2016

KEHILANGAN

Kehilangan itu ternyata bukan melulu tentang kesedihan, meski seringkali tetap ada keharuan.

Aku punya grup WA dimana anggotanya adalah teman-teman yang diamanahi tugas yang sama di bidang pemberdayaan masyarakat desa. Kami biasa berdiskusi, atau sekedar ngobrol ringan di grup itu. 

Dan hari ini ketika ada anggota grup itu yang mendapatkan amanah baru -bukan di bidang yang sama lagi- rasanya kok seperti kehilangan. Padahal mungkin kami masih akan bertemu. Tapi kok rasanya tetap ada yang hilang ya?

Tentu aku tetap ikut berbahagia ketika ada teman yang dimutasi di tempat yang lebih sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasnya. Tetapi sebuah kebersamaan yang sudah terjalin, melalui diskusi, obrolan serta guyonan, atas nama kesamaan pekerjaan, mungkin tidak akan ada lagi. Diskusi dan obrolan kami mungkin akan berada pada bentuk yang berbeda.

Hm... Tetapi manusia memang harus berkembang. Tempat baru, berarti ilmu baru. Dengan ilmu baru, pasti akan membentuk karakter yang lebih baik, karena pengalaman akan membentuk sikap yang semakin matang. Dan kematangan sikap, pasti akan bermanfaat untuk menyongsong amanah baru nanti, yang barangkali akan lebih berat lagi.

quote-motivasi
Karena sejatinya setiap langkah kita adalah belajar. Maka pengalaman hari ini, akan berguna untuk ujian esok hari. 

Dan... Meski aku kehilangan teman -yang atas nama kesamaan pekerjaan-, semoga aku tidak kehilangan teman -dalam artian teman yang sebenarnya-.

CERITA TENTANG JARING ASMARA

Dulu, ketika pertama kali jadi pegawai di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), aku merasa lucu dengan istilah Jaring Asmara. Itu seperti istilah yang sama sekali tidak nyambung dengan perencanaan pembangunan.

Kalau yang pertama kali mendengar istilah itu, pasti akan berpikiran sama. Apa sih? Kok jaring asmara? Asmaranya siapa yang dijaring? Bahkan seorang teman, berkali-kali keliru mengucapkannya dengan Jalin Asmara. :D

Tapi lama-lama terbiasa juga dengan istilah atau lebih tepatnya singkatan itu. Jadi, Jaring Asmara memang singkatan dari Penjaringan Aspirasi Masyarakat. Ini adalah salah satu proses dalam perencanaan pembangunan. 

Cerita sekilas saja, tiap tahun Bappeda biasanya menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk tahun yang akan datang. Nah, proses penyusunan RKPD itu dimulai dari masyarakat di desa dengan mengadakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Lalu proses berlanjut di Jaring Asmara dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Tingkat Kecamatan. Setelah itu, usulan-usulan dari masyarakat di tingkat kecamatan dibawa ke Musrenbang Kabupaten.

Cerita lebih lengkap: Musyawarah Perencanaan Pembangunan

Begitulah aku semakin lama menjadi semakin akrab dengan jaring asmara. Bagaimana tidak, bahkan setelah aku tidak di Bappeda lagi dan pindah di kantor kecamatan, aku masih mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan jaring asmara itu. #mungkinsudahtakdir. :D

Alhamdulillah, semua menjadi pengalaman tersendiri bagiku. Menjembatani keinginan masyarakat di tingkat bawah (melalui jaring asmara dan musrenbang kecamatan), lalu membawanya ke tingkat yang lebih atas (dengan Musrenbang kabupaten), ada rasa "ikut bahagia" ketika ada usulan masyarakat yang bisa direalisasikan untuk tahun berikutnya.


Diskusi kelompok pada tiap bidang
Proses jaring asmara itu selalu seru lho... Masyarakat perwakilan desa dan tokoh masyarakat yang ada di wilayah kecamatan kalau sedang berdiskusi itu bisa sangat ramai. Mereka antusias menyampaikan usulan-usulannya, tentu dengan harapan daerahnya menjadi lebih baik jika tersentuh pembangunan. 

Yang namanya pembangunan itu bukan hanya pembangunan infrastruktur lho... Kalau di tempat kami, usulan-usulan itu dikelompokkan menjadi 3 bidang, yaitu Bidang Pemerintahan dan Sosial Budaya, Bidang Ekonomi, dan Bidang Infrastruktur/Sarana prasarana. 
Perwakilan peserta mempresentasikan hasil diskusi kelompok
Masing-masing bidang itu cakupannya luas lho... Contohnya, kesehatan dan pendidikan itu masuk di Bidang Pemerintahan dan Sosial Budaya. Atau tentang pertanian dan peternakan, itu masuk Bidang Ekonomi. Jadi, ekonomi itu bukan hanya tentang pasar, perindustrian, atau lapangan pekerjaan. Kalau infrastruktur, memang lebih ke bangunan-bangunan fisik semacam jalan, jembatan, drainase, dan lainnya.


Seperti itulah jaring asmara. Dengan adanya proses perencanaan pembangunan yang partisipatif, termasuk jaring asmara didalamnya, semoga pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah lebih tepat sasaran. Harapannya seperti itu. 

Monday, 1 February 2016

SERU-SERUAN DENGAN PROFIL FB-MU

Bagi yang aktif di facebook pasti tahu dong dengan id.nametests.com. Sudah mencoba bagaimana dirimu dinilai berdasarkan profil facebook-mu? Entah benar atau tidak penilaian itu, tapi cukup menarik kan? Yang penting seru! Namanya juga main-main... :D

Setelah kamu masuk di id.nametest.com, pilih pertanyaan yang kamu ingin tahu, misalnya kamu memilih "perasaan apa yang diungkapkan oleh foto profilmu?", lalu klik "masuk dengan facebook". Setelah itu profilmu akan dianalisis. Tidak pakai lama, muncul deh jawabannya. Ini jawaban untuk profilku:


Hihihi... Alhamdulillah, tidak buruk lah...

Kamu bisa memilih pertanyaan-pertanyaan yang membuatmu penasaran pada jawabannya. Dan kamu akan menjumpai jawaban yang akan membuatmu senyum-senyum sendiri. Sebagiannya mungkin benar, sebagian lagi barangkali tidak sesuai dengan dirimu. Yah, namanya juga seru-seruan...

Tapi aku terkaget-kaget dengan jawaban dari pertanyaan "bagaimanakah teman-temanmu menggambarkan dirimu dalam satu kata?". Kaget bukan karena jawabannya, tapi 5 teman yang memberikan jawaban berdasarkan analisis itu, memang dekat denganku di dunia nyata.


Farah dan Arina itu adik-adikku, Rifqon iparku, Ali suamiku, dan Inden sahabatku. Haha... Kok bisa ya? Kalau tentang jawaban mereka, entahlah... Hallo suamiku, benarkah menurutmu aku ini pengasih? :D

Lucu kan?

Jadi, apa kamu sudah mencoba mencari jawaban? Sesuaikah dengan dirimu yang sebenarnya? 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...