Tuesday, 31 May 2016

#BahagiadiRumah, Tempat itu Bernama Rumah

Assalamu'alaikum, Sahabat...

Apa arti rumah bagimu, Sahabat? Tentunya bukan sekedar bangunan untuk bermegah-megahan kan? Juga bukan sekedar tempat numpang makan dan tidur. Karena bagi saya, rumah adalah...
bahagia-di-rumah-novaversary
1. Tempat yang selalu saya rindukan, hingga selalu ingin pulang. 

Bertahun lalu ketika masih sekolah dan kuliah, hal yang paling membuat saya bahagia adalah ketika merencanakan hari pulang. Berdebar-debar ketika menantikannya, tak sabar melihat kalender dan jam. Berharap hari segera berlalu dan hari kepulangan segera datang. 

Dan kini, setiap kali harus bertugas keluar kota, rumahpun masih menjadi tempat yang saya rindukan. Termasuk kepada belahan jiwa dan permata hati yang ada di dalamnya.

Entah saya pergi kemana, mengingat bahwa selalu ada rumah untuk pulang itu sungguh melegakan. Karena setiap saya pergi, separuh hati saya tetaplah tertinggal. Dulu ada orang tua yang menjadi tempat bersandar, sekarang ada suami dan anak-anak yang menjadi pegangan.
bahagia-di-rumah-novaversary
Selalu ada jalan pulang
2. Tempat dimana orang-orang terkasih berada.

Rasa rindu akan rumah tak lain dan tak bukan karena orang-orang yang saya kasihi berada disana. Dulu, di masa muda saya, bapak, ibu, simbah, saudara selalu membuat hati terasa hangat kala saya kembali pulang. Kini ketika saya telah berkeluarga, anak-anak senantiasa menjadi penyejuk mata dan pusat bahagia.
bahagia-di-rumah-novaversary
Yang tercinta, tersayang dan terkasih
3. Tempat dimana saya bisa melepaskan beban. 

Berada di luar, selalu menyisakan kepenatan. Tetapi, entah seberapa berat beban yang ada di luar sana, ketika pulang ke rumah saya bisa melepaskannya dan menjadikannya lebih ringan. Beban itu menjadi menguap entah kemana ketika bertemu suami dan melihat anak-anak becanda bahkan bertengkar. 
bahagia-di-rumah-novaversary
Beban pekerjaanpun menghilang
4. Tempat merajut silaturahmi. 

Berapa banyak saudara yang merantau mengadu nasib ke daerah lain, tetapi mereka selalu kembali untuk silaturahmi paling tidak setahun sekali. Karena mereka masih merasa rumah kami adalah tempat pulang.
bahagia-di-rumah-novaversary
Merajut silaturahmi
Paling tidak 4 hal itulah yang membuat rumah selalu spesial bagi saya. Sama spesialnya dengan Novaversary (Ulang Tahun Nova ke-28 tahun) saat ini yang mengangkat tema #BahagiadiRumah. Sudah 28 tahun, sudah cukup dewasa untuk sebuah usia. 

Jadi teringat dulu waktu saya kecil sering membaca tabloid Nova di rumah tetangga. Berita artis dan resep-resep masakan yang selalu saya cari. Awet ya, sampai sekarang masih bertahan dan semakin lengkap saja isinya.

Tema yang diangkat tentang #BahagiadiRumah pun terasa pas dengan spesialnya rumah bagi saya. Seperti arti rumah yang saya sebutkan diatas, #BahagiadiRumah bagi saya bisa berarti:

1. Berkumpul bersama orang-orang tercinta.
bahagia-di-rumah-novaversary

Di pagi hari, ketika tiba-tiba salah satu putri mendatangi saya di dapur sambil mengadu, "Aku ngompol lagi, Bunda", dengan diiringi senyum malu-malu. Atau si bungsu yang memanggil, "Pus...pus...", tetapi sambil menjauh dari si kucing karena ia gemas-gemas takut dengan si kucing. Juga putri yang lain yang tiba-tiba berteriak, "Kotak pensilku dimana, Bunda? Semalam dibuat mainan adik, kok."

Pagi yang cerah, penuh teriakan anak-anak, tapi semua orang bahagia, hati seorang ibupun merasa #BahagiadiRumah.
   
2. Anak-anak bertumbuh (mencoba) menjadi sholihah.
bahagia-di-rumah-novaversary

Menjadi kebanggaan jika anak-anak menjadi sholih/sholihah, termasuk kebanggaan ketika menghadap-Nya. Apa jadinya jika titipan-Nya tak dijaga dengan sepenuh jiwa? Dan menyisakan coreng-moreng di wajah orang tua nantinya?

Karena itu #BahagiadiRumah sangat terasa jika melihat anak-anak berproses menuju kesholihan dengan rajin sholat, rajin mengaji, dan rajin belajar. 

3. Anak-anak rukun sesama saudara.
bahagia-di-rumah-novaversary

Bertengkar memperebutkan mainan atau makanan itu sudah biasa bagi saudara. Tapi entah kenapa, mereka selalu tak tahan jika berjauhan satu sama lain. Selalu saja ada tanya, "Adik kemana, Bunda?" atau "Kakak kemana, Bunda?" jika salah satu saudara tak terlihat di rumah.

Semakin dewasa, semoga mereka juga selalu punya ikatan yang kuat antar saudara. Dan semoga mereka senantiasa rukun, meski mereka punya keluarga baru. Agar bundapun #BahagiadiRumah selamanya.

4. Kami berkembang dan belajar bersama. 
bahagia-di-rumah-novaversary

Karena kami merasa belum menjadi manusia yang baik, suami yang baik, istri yang baik, orang tua yang baik, karena itu sebagai keluarga, kami terus belajar. Saling melengkapi kekurangan, saling mengingatkan jika ada kesalahan, dan saling menasehati dalam kebaikan.

Ada saatnya kami marahan, ada saatnya kami romantis-romantisan, ada kalanya tak punya uang di kantong hingga harus irit-iritan, kadang juga berkelebihan dan mencoba berbagi kebahagiaan. Seperti itulah #BahagiadiRumah yang kami rasakan.

Sahabat, Rasulullah SAW pernah bersabda, bahwa, "Yang disebut kaya (ghina) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang disebut ghina adalah hati yang selalu merasa cukup." (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi sahabat, apakah hatimu sudah merasa bahagia? Termasuk #BahagiadiRumah yang begitu sederhana adanya?

Sunday, 29 May 2016

10 KEGELISAHAN

Assalamu'alaikum, Sahabat...

Konon katanya, "Dari sebuah kegelisahan, kita bisa menuliskan sesuatu yang menarik." Sepertinya bener, deh. Soalnya tulisan di blog saya juga banyak yang berawal dari kegelisahan. Maksudnya gelisah tidak bisa tidur, akhirnya nulis, gitu. :D

Kegelisahan yang kita rasakan, biasanya berangkat dari pengalaman. Dan inilah 10 kegelisahan yang sering saya rasakan:
1. Potensi Desa
2. Pemberdayaan Masyarakat Desa
3. Orang tua
4. Pernik-pernik Pernikahan
5. Wanita
6. Anak
7. Syukur dan Sabar
8. Masalah Hidup
9. Kematian
10. Tentang Memberi Manfaat untuk Orang Lain.

Apakah gelisahku sama dengan gelisahmu?

Wednesday, 25 May 2016

4 ALASAN KENAPA SAYA MENULIS

Assalamu'alaikum, Sahabat...

Sungguh mengagumkan ulama-ulama dulu dengan berbagai karyanya. Misalnya Imam Bukhari yang dikenal sebagai ahli hadis dengan karya monumentalnya Al-Jami' Ash-Shahih atau lebih dikenal dengan Shahih Bukhori. Untuk karya tersebut beliau bahkan harus melakukan riset selama 16 tahun. 

Beliau bertemu para perawi hadis dan mengumpulkan hingga sekitar 1 juta hadis. Tetapi beliau kemudian menyeleksi hadis tersebut dengan sangat ketat, misalnya sanad hadis harus bersambung dan perawi harus terpercaya. Dari 1 juta hadis itu, akhirnya beliau hanya memasukkan 9.082 hadis yang diberi predikat hadis shahih. Dan karya beliau itu, sampai saat ini tetap menjadi rujukan utama dalam ilmu hadis. Selain Shahih Bukhari, beliau juga masih punya banyak karya lain, lho. Subhanallah. 

Pun ada banyak ulama lain yang menuliskan karyanya dalam berbagai bidang. Seperti yang kami pelajari dulu di madrasah. Kitab Alfiyah Ibnu Malik dalam ilmu nahwu, Fathul Wahhab di bidang fiqih, Bulughul Marom di bidang hadis, Tafsir Jalalain, dan kitab-kitab lainnya. Semua kitab itu bisa bermanfaat hingga beratus tahun setelahnya karena dituliskan. 

Ternyata budaya literasi sudah terbentuk dalam masyarakat Islam di masa lalu. Budaya literasi yang dimulai dengan proses berfikir, membaca, menulis, hingga akhirnya menghasilkan karya. Bisa dipastikan para penulis kitab itu adalah para pecinta ilmu, yang tidak pernah lelah belajar dari usia dini hingga mereka bisa menghasilkan karya. Bahkan terus belajar, meski sudah menghasilkan karya yang diakui banyak orang. Tidak heran kalau banyak tulisan yang dihasilkan. Hebatnya karya-karya itu tak lekang oleh waktu, masih dipelajari oleh generasi sekarang. Dan salah satu amal yang pahalanya terus mengalir meskipun orang tersebut telah meninggal adalah ilmu yang bermanfaat. Masya Allah...

Kalau saat ini saya menulis dengan alasan ingin seperti ahli ilmu di masa lalu, saya kok malu. Untuk membaca saja saya masih malas-malasan. Sedangkan untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas, tentunya kita harus rajin membaca juga banyak berguru pada ahlinya.

Meskipun begitu, saya tetap ingin berproses dalam kebaikan. Insya Allah sayapun ingin menulis dan terus menulis, meskipun dengan alasan yang "apa adanya saya".

Ah, kenapa saya ngelantur kemana-mana? Padahal saya kan cuma ingin berbagi, kenapa saya menulis? Apa alasan saya menulis? :)

Pertama, Karena Saya Memang Suka Menulis.
Saya mulai berlatih menulis ketika masih SD dengan menulis diary. Kemudian menulis puisi waktu MTs. Saya yang pemalu, menjadikan puisi-puisi itu konsumsi pribadi. Saya simpan rapat-rapat, tak ingin ketahuan orang. Tetapi pernah sekali waktu ditemukan oleh Bapak yang hanya berkomentar, "Perlu dikembangkan." Wah, malunya luar biasa saat itu.

Di MA, saya mulai berani mengirim puisi ke majalah dinding sekolah dengan nama samaran. Saya juga mulai menulis cerita pendek saat itu. Masa kuliah, saya masih menjadikan cerpen-cerpen sebagai konsumsi pribadi. Mulai mengirimkan cerpen ke media cetak ketika sudah diwisuda. Ada sebuah cerpen yang dimuat di majalah dan itu satu-satunya tulisan saya yang pernah dimuat majalah. Haha...

Kedua, Menulis adalah Me Time.
Saya adalah ibu dari tiga orang putri. Diluar itu saya adalah PNS. Sebagai ibu bekerja, cukuplah membuat saya sibuk dari bangun tidur hingga putri-putri saya tidur. Karena itu saya butuh waktu untuk diri saya sendiri. Dan karena saya suka menulis, saya memilihnya menjadi kegiatan me time saya. Saya sering menulis di malam hari setelah mereka tidur. Karena itulah tulisan-tulisan saya lebih banyak curhat. Yang penting bahagia kan? Saat me time, masa mau pusing juga? :D

Ketiga, Karena Menulis adalah Proses Belajar.
Sejak saya memutuskan serius menulis di blog (serius dalam arti rutin membuat tulisan), saya telah banyak belajar. Dari mencari ide, mengembangkannya, mengedit, hingga mempublikasikan. Oh ya, termasuk belajar mengedit gambar. Ya, meskipun cuma curhat, sebuah tulisan tetap membutuhkan proses, lho...

Keempat, Ingin Berbagi Hal yang Bermanfaat.
Memang sih, saya suka curhat lewat tulisan. Namun jika yang saya tulis ternyata memberi manfaat untuk orang lain, alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Semoga itu bisa menjadi amal jariyah saya. Tetapi jika ada yang kurang pas, semoga saya diampuni.

Jadi, dengan 4 alasan itu, apakah yang ingin saya capai dengan menulis? Menerbitkan buku? Salah satunya, barangkali ya. Karena dulu ketika kuliah, ketika saya masih sering berkutat dengan fiksi, saya pernah bermimpi bisa menerbitkan novel. 

Tetapi sekarang, saya sedang ingin menikmati proses saja. Pesimis? Ah, tinggal melihatnya dari sisi yang mana. Karena sampai sekarangpun saya masih menyimpan impian itu. Saya juga bergabung dengan komunitas yang mendukung minat saya. Di sisi lain, saya punya amanah yang membutuhkan perhatian. Amanah sebagai ibu rumah tangga, amanah dalam pekerjaan, amanah sebagai bagian dari masyarakat. Jadi, saya memilih menikmati proses, sambil berusaha dan berdo'a agar saya bisa mencapai impian itu.

Kalau Sahabat, adakah yang suka menulis juga? Lalu, kenapa suka menulis? Apa yang diimpikan dari kegiatan menulis? 

Monday, 23 May 2016

REVIEW: OUTLIERS (RAHASIA DI BALIK SUKSES)


Deskripsi Buku
Judul : Outliers (Rahasia di Balik Sukses)
Penulis : Malcolm Gladwell
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Februari 2010 (Cetakan keempat)
Jumlah Halaman :339

Assalamu'alaikum, Sahabat...

Saya sedang ingin mereview buku yang saya pinjam dari Arpusda Pati, nih... Buku berat bagi saya, wong saya ini penikmat novel. Tapi saya sedang belajar "memaksakan" diri untuk membaca. Do'akan saya biar istiqomah membaca ya... Seperti wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad untuk "Iqro!" yang berarti, "Bacalah!". Semoga saya bisa.

Sebelum saya kebanyakan curhat, langsung review buku saja ah... :)

Apa itu Outlier? Dalam pendahuluan buku ini disebutkan, Out-li-er adalah: 1) sesuatu yang lokasinya jauh atau memiliki kelas yang berbeda dari bagian utama atau bagian lainnya; 2) sebuah pengamatan statistik yang memiliki nilai berbeda dari contoh yang lainnya. 

Dengan definisi diatas, kira-kira apa yang ingin disampaikan penulis dalam buku ini? 

Di awal buku, kita akan diberi gambaran tentang maksud dari outliers melalui sebuah kisah.

Dikisahkan tentang penelitian Stewart Wolf terhadap rahasia sehat dan umur panjang penduduk kota Roseto, Pennsylvania. Penduduk disana awalnya adalah imigran dari Roseto Valfortore, Italia. 

Beberapa hal yang diteliti oleh Stewart, seperti:
  • Apakah pola makan yang membuat mereka panjang umur? Ternyata bukan. Mereka makan seperti penduduk kota lainnya, bahkan cenderung suka makanan berlemak dan manis.
  • Apakah mereka suka olahraga? Ternyata tidak. Mereka juga cenderung perokok dan obesitas.
  • Genetika? Tidak. Saat diteliti imigran Roseto Valfortore yang ada di bagian lain Amerika yang merupakan garis keturunan yang sama, ternyata juga mempunyai masalah yang sama dengan penduduk Amerika lain dalam hal panjang umur.
  • Lokasi tempat tinggal? Tidak juga. Penelitian dilakukan kepada penduduk 2 kota lain yang tempat tinggalnya mempunyai tipikal yang mirip (seperti luas wilayah dan topografi), ternyata tingkat kematian mereka akibat serangan jantung 3 kali lipat dari penduduk Roseto.
Lalu apa dong, rahasia panjang umur penduduk Roseto? Setelah diamati, rahasianya ya ada di Roseto sendiri. Warga Roseto itu suka saling mengunjungi satu sama lain, berhenti dan mengobrol dengan tetangga, saling memasak untuk tetangga. Disana juga banyak rumah yang ditinggali oleh 3 generasi, dan mereka sangat hormat kepada yang lebih tua. Mereka juga rajin beribadah ke gereja. Sampai disini, saya kok malah teringat hadis Rasulullah tentang fadhilah silaturahim yang salah satunya bisa memanjangkan umur. :)

Jadi, seperti itulah inti outlier, berbeda dari sesuatu yang umum.

Dan memang dalam buku ini terdapat banyak kisah tentang adanya pola yang sama kenapa seseorang bisa sukses dan menjadi outlier dari orang kebanyakan. Kisah para pemain bisbol, Mozart, Bill Gates, The Beatles, dan banyak kisah outlier lain, saya yakin akan menginspirasi kalian. Buku ini lebih banyak menceritakan kejadian di lapangan. Bukan sesuatu yang teoritis. Jadi, kita akan tahu bagaimana proses seseorang sebelum menjadi orang sukses. Ada banyak hal yang melatarbelakangi kesuksesan seseorang.

Saya akan mengutip salah satu bagian yang paling menarik menurut saya, yaitu:  
"Pohon ek tertinggi di hutan menjadi yang tertinggi, bukan karena ia tumbuh dari biji pohon yang paling gigih. Ia menjadi pohon tertinggi karena tidak ada pepohonan lain yang menghalangi sinar sang surya, tanah di sekelilingnya dalam dan subur, tidak ada kelinci yang mengunyah kulit kayunya sewaktu masih kecil, dan tidak ada tukang kayu yang menebangnya sebelum ia tumbuh dewasa. Kita semua tahu bahwa orang yang sukses berasal dari bibit yang bagus. Tetapi apakah kita tahu cukup banyak tentang sinar matahari yang menghangatkan mereka, tanah yang menjadi tempat tinggal akar-akarnya dan para kelinci serta tukang kayu yang bisa mereka hindari?"
Jadi, intinya, kalau kita baca buku ini, kita akan tahu bahwa rahasia sukses seseorang itu bukan semata-mata karena bakat, tetapi juga latihan yang terus menerus, serta dukungan lingkungan di sekitarnya.

Uniknya, yang dibahas di buku ini, hal-hal seperti tanggal dan tahun lahir, ternyata bisa mempengaruhi sukses seseorang, lho. Bahkan bahasa sebuah daerah bisa memyebabkan seseorang lebih pintar di suatu bidang tertentu. Dan dijamin, jawabannya sangat bisa diterima logika. Penasaran? Baca gih... :D

Saturday, 21 May 2016

TEMANMU MEMPENGARUHI HIDUPMU?

Assalamu'alaikum, Sahabat...

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi mungkin dia akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tidak sedap." (HR. Bukhori dan Muslim).

Kita seringnya berkumpul dengan siapa, pasti mempengaruhi kebiasaan kita, pola pikir, gaya hidup dan lain sebagainya. Karena itu memilih teman akrab menurut saya sungguh penting. Bukan bermaksud memilih-milih teman, tetapi teman akrab yang baik pasti akan memberi kontribusi yang baik pula dalam hidup kita. 

Kalau kita punya teman yang suka bergosip, kita bisa ikut-ikutan suka bergosip, meski awalnya tidak. Kalau punya teman yang rajin mengaji, bisa jadi kita akan ikut rajin, meski awalnya kita ikut mengaji karena sungkan. Itu hanya contoh sederhana. Saya yakin ada banyak cerita lain tentang bagaimana teman akrab ini bisa mempengaruhi hidup kita.

Dan untuk saat ini, yang namanya berteman itu tidak terbatas hanya di dunia nyata. Social media yang ada saat ini membuat kita bisa berteman dengan banyak orang dari belahan bumi manapun. Facebook, twitter, instagram, Line, WA, dan sosmed lainnya menjadi akrab dengan kita saat ini. Rata-rata kita barangkali mempunyai minimal 2 sosmed yang aktif. 

Meski tak bertatap muka, nyatanya teman dunia maya itu tetap bisa mempengaruhi hidup kita. Misalnya jika kita aktif di facebook, lalu punya teman yang memposting gambar yang secara moral/etika tidak baik (misal: gambar porno), kita kebetulan di tag olehnya dengan postingan itu. Bersliweranlah gambar itu di timeline kita. Seperti kata Rasulullah, jika kita duduk dengan pandai besi, meski kita tidak terkena percikan api, kita mungkin akan terganggu dengan asapnya. Jadi meski kita tidak memposting gambar itu, kita mungkin tetap tersandung efek dari gambar itu. Wong gambarnya nampang di timeline kita. Kalau saya sih, untuk teman facebook yang seperti itu, biasanya langsung saya unfriend. 

Beberapa waktu ini saya bergabung dengan grup WA di bidang kepenulisan. Teman dunia maya yang saling berjauhan itu ternyata juga bisa saling berbagi, saling mengisi, saling menyemangati untuk selalu berkarya. Bersama-sama teman yang baik ini saya merasa seperti terciprat minyak wangi, sehingga saya ikut mencium aroma wangi yang ditebarkan teman-teman satu grup itu. Saya menjadi terpacu untuk menulis dengan lebih rajin dan lebih baik.

Jadi, apakah seorang teman bisa mempengaruhi hidupmu? Kalau saya sih, YES...

Tuesday, 17 May 2016

STRATEGI TANGGAL TUA TANPA DRAMA UNTUK ANAK KOS

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi

Assalamu'alaikum, Sahabat...

Sahabat pernah melihat video #JadilahSepertiBudi di Youtube? Belum pernah? Yang ini nih...



Sudah lihat? Ada yang pernah mengalami tanggal tua seperti Budi? Makan, sabun, shampo, listrik, pokoknya semua diirit-irit. Sampai-sampai cari wifi gratisan, gitu... 

Kalau saya dulu waktu kuliah pernah mengalami kejadian yang mirip-mirip, sih. Tidak persis, cuma ngiritnya itu mirip banget. Yang paling beda, cari wifi gratisan. Soalnya dulu belum musim wifi-wifian. Tapi sepertinya anak kos kebanyakan begitu kalau tanggal tua. Pokoknya apa-apa diirit.


Tapi ada juga tipe yang penuh drama seperti teman saya. Kalau sudah tanggal tua, pasti hutang sana-sini, hingga menjadi pembicaraan diantara teman. Kalau sudah mentok tidak ada yang bisa dipinjami, ia biasa menggadaikan televisi, perhiasan, bahkan sepeda motor miliknya. Padahal uang bulanannya jauh lebih banyak daripada kami yang hidup seadanya. Ah... Coba dia kreatif seperti Budi ya?

Tapi memang sih, yang namanya tanggal tua, dibutuhkan strategi tersendiri menghadapinya. Wong saya saja yang termasuk tidak boros pada masa itu (ngaku-ngaku, hihi...), kadang kelabakan juga kalau uang mulai menipis. Jadi, kalau anak kos seperti saya yang kiriman orang tua tidaklah berlimpah, sejak tanggal muda memang sudah harus pasang strategi. 


tanggal-tua-untuk-anak-kos
Contohnya:

1. Mengambil uang kiriman orang tua sesuai kebutuhan.

Setiap kali orang tua mengabari kalau uang bulanan sudah dikirim, saya tidak pernah langsung mengambil semuanya di ATM. Saya hanya mengambil dengan perkiraan kebutuhan selama seminggu. 

Kenapa seminggu? Karena kalau diambil untuk satu bulan, pasti ingin membeli ini-itu. Kalau jatah satu bulan habis satu minggu, kacau kan? Hari sisanya jadi termehek-mehek dan penuh drama hidup kita.

Kalau ambilnya tiap hari, ya repot juga. Mosok tiap hari ke ATM? Lagipula biaya administrasi bank jadi banyak. Tidak jadi ngirit, dong...
 
2. Tidak terlalu sering ke mall.
Wah, gak gaul banget, sih. Hehe... 

Tentu bukannya tak pernah ke mall sama sekali, ya. Kalau ada teman yang mengajak jalan, ya... kita jalan ke mall. Sekedar window shopping lah... Tapi kita memang harus punya "rem" yang kuat kalau jalan di mall sedang dana kita terbatas. Baju, sepatu, tas, semua melambai-lambai minta dibeli. Jangan sampai tergoda! Ingat ada kebutuhan lain yang lebih penting. Demi masa depan kita kelak. #sok.


3. Cari diskonan.
Kalaupun ingin belanja di mall, saya dan teman biasanya cari barang yang sedang ada diskon.  Dulu ada tuh, mall di Jogja (saya kuliah di sana) yang sering memberi diskon. Lumayan kan? Hemat...

4. Masak sendiri.
Masak nasi sendiri dan hanya lauknya saja yang beli, bisa memangkas pengeluaran, lho. Beli lauknya sekali untuk kebutuhan makan sehari. Jadi tidak bolak-balik beli. 

Kalau ada beberapa teman kos yang mau diajak masak ramai-ramai, bisa lebih irit lagi. Di kos saya yang pertama, saya biasa masak barengan dengan iuran untuk belanja bahan mentahnya. Terus masaknya gantian, dijadwal. Bisa lebih ngirit rit rit.

5. Cari ibu kos yang baik.
Hihi... Yang ini ketidaksengajaan yang membawa berkah. Di kos kedua, saya sungguh beruntung mempunyai ibu kos yang punya warung makan dan orangnya baik hati sekali. Jadi, kalau pas krisis, ibu kos mengijinkan saya makan dulu, bayar belakangan kalau sudah dapat kiriman dari orang tua. Pas bayar, didiskon pula.... Asyik...

6. Berusaha cari tambahan penghasilan.
Karena saya bisa mengaji Al-Qur'an, saya cari tambahan penghasilan dengan memberi les baca Al-Qur'an. Lumayan untuk tambahan uang jajan. 

Pernah juga mencoba ikut MLM sebuah produk tas yang sebenarnya banyak dibutuhkan mahasiswa. Tapi saya benar-benar tidak bakat di bidang marketing. Jadi saya tidak bertahan lama disana.
tanggal-tua-untuk-anak-kos
Dengan 6 strategi seperti diatas, uang bulanan saya hampir selalu cukup untuk satu bulan. Kalaupun habis sebelum akhir bulan, biasanya bukan karena saya banyak jajan. Tetapi karena saya harus fotocopy bahan kuliah lebih banyak atau saya harus belanja bahan praktikum. Anak teknik banyak praktiknya bo'... Hihi... #gaya.

Tapi meski saya sudah berhati-hati dengan pengeluaran, tetap saja yang namanya anak kos pernah lah mengalami yang namanya krisis keuangan di tanggal tua. 


Kalau saja dulu sudah ada promo TTS seperti yang diadakan MatahariMall.com ya... TTS bukan Teka Teki Silang lho... Terus, apa dong?



tanggal-tua-untuk-anak-kos
TTS adalah Tanggal Tua Surprisesebuah promo dari MatahariMall.com yang diadakan di minggu ke-3 setiap bulan. Diskonnya sampai 80%, lho... Dan itu untuk semua kategori. Ada handphone dan tablet, fashion pria dan wanita, tas dan koper, kamera, otomotif, laptop, buku, dan lainnya. 

Kerennya lagiTTS ini sudah diskonnya gede, ditambah lagi gratis ongkir, dapat voucher belanja, ada hadiah kejutannya juga. Wah... Kok tidak dari dulu ada, sih? Hihi...

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Biarpun sekarang saya sudah bukan anak kos lagi, memanfaatkan promo seperti ini ya tetap semangat, dong... Emak-emak dengan 3 putri seperti saya kan harus bisa mengatur keuangan sebaik mungkin. Kalau ada diskon, apalagi sampai 80%, matanya langsung hijau. Pokoknya emak-emak gitu lah, suka kalau ada yang bisa diirit.

Apalagi Sahabat yang anak kos kekinian, ayo ikut TTS biar hidupmu tak penuh drama di tanggal tua. Tinggal klik, transfer, dapat barang... Hemat waktu, karena tak perlu keluar kos, bisa sambil belajar juga. Hemat biaya. Kan sudah diskon, bebas ongkir pula... Siapa tahu dapat hadiah kejutannya juga.

Subhanallah, nikmatnya tanggal tua tanpa drama...

Thursday, 12 May 2016

PERJALANAN WISATA MURAH KE GEMBONG

Assalamu'alaikum, Sahabat...


perjalanan-wisata-murah-ke-gembong

Apa yang sahabat lakukan jika punya hari libur yang lebih panjang dari biasanya? Menghabiskan waktu bersama keluarga pasti menyenangkan ya... Bagaimana dengan melakukan perjalanan bersama orang-orang terkasih? Lebih menyenangkan pastinya. :)

Keluarga kecil kamipun merencanakan liburan di tanggal 5 - 6 Mei kemarin. Tanggal 5 kami habiskan di rumah. Sedangkan tanggal 6 kami janjian untuk jalan ke daerah Gembong dengan adik kami. Masih wilayah Kabupaten Pati juga. 

Ini memang perjalanan pendek. Kami berencana pergi jam 8 pagi dan bisa sampai rumah jam 4 sore. Tapi  kami melakukan perjalanan bersembilan, dimana 5 diantaranya adalah anak-anak. Dan diantara anak-anak itu ada anak bungsuku yang masih berusia 19 bulan. Anak kecil itu bawaannya malah paling banyak. :D Beberapa yang harus kubawa sebagai bekal anak 19 bulanku adalah:

1. Baju ganti
Anakku kalau makan masih belepotan. Jadi, bawa baju ganti wajib hukumnya. 
2. Diapers 
Siapa tahu si dedek bab atau diapers yang dipakai penuh selama perjalanan. 
3. Gendongan
Kalau jalan kaki, pasti capek kalau dedek minta digendong. Memakai gendongan tentu akan lebih meringankan.
4. Minyak telon
Yang ini, jarang ketinggalan kalau kami bepergian. Sering dibutuhkan soalnya. Yang sering pergi dengan anak kecil pasti tahu... :)
5. Snack dan air putih
Salah satu cara mengatasi anak rewel ya dengan snack. Hehe... 

Setelah melakukan berbagai persiapan, kamipun akhirnya benar-benar berangkat jam 8 pagi. Tapi karena keluarga adik belum sarapan, akhirnya kami mampir ke warung dulu. Sedangkan kami yang sudah sarapan cukup memesan teh manis saja. :)
perjalanan-wisata-murah-ke-gembong
Anak-anak narsis di depan warung. 
Waduk Seloromo
Menurut wikipedia.org, waduk ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1930. Waduk ini digunakan sebagai sumber pengairan bagi lahan pertanian (sawah) di Kecamatan Gembong dan kecamatan sekitarnya, seperti Wedarijaksa, Juwana, Tlogowungu, dan Pati. Selain itu, disini juga digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar. 

perjalanan-wisata-murah-ke-gembong
Waduk Seloromo berlatar Gunung Muria

perjalanan-wisata-murah-ke-gembong
Sayangnya belum dikelola dengan baik, banyak sampah dimana-mana
Karena kami berangkat dari Tayu (rumah kami), kami lewat pertigaan Bapoh, lalu menuju jalan ke Gembong. Kalau dari kota Pati, sahabat bisa lewat GOR Joyokusumo, lalu pilih jalan menuju Gembong. Ada petunjuk arahnya, kok... 

Sayangnya, petunjuk arah menuju Waduk Seloromo kecil sekali, sehingga kami hampir terlewat jalannya. Jadi, kalau belum hafal daerah itu dan khawatir tersesat, tanya orang saja ya... :D  

Masuk ke lokasi gratis lho... Haha, ketahuan kalau suka gratisan. Waktu kami kesana, cukup banyak juga keluarga yang datang. Tapi menurut pedagang disana, hari sebelumnya malah lebih ramai lagi.

Anak-anak berlarian kesana kemari, kemudian minta turun ke bawah dekat waduk. Cukup menyenangkan sebenarnya karena pemandangan alam selalu indah dipandang mata. Tetapi kalau misalnya ada mainan untuk anak, pasti lebih seru

Kami tidak lama disana, hanya sekitar 45 menit. Lalu kami menuju Waduk Gunungrowo.

Waduk Gunungrowo
Masih menurut wikipedia.org, waduk ini dibangun oleh Belanda tahun 1928. Luasnya sekitar 320 Ha dan mampu menampung air sampai 5,5 juta meter kubik. Waduk ini juga sebagai suplai air bagi Waduk Seloromo.

Kalau Waduk Gunungrowo tampaknya sudah lebih baik pengelolaannya. Ada Gapura "Waduk Gunungrowo" ketika masuk ke lokasi. Masuk ke lokasi, kita harus membayar Rp. 1.500/orang. Murah ya... 

Disini lebih ramai daripada di Waduk Seloromo. Ada yang sekedar menikmati pemandangan, banyak juga yang memancing di waduk. Di sepanjang lokasi juga berjajar warung makan. Menu favorit ikan bakar lah... Kita bisa makan di sambil menikmati pemandangan waduk di angkruk (bahasa Indonesianya apa ya? Hihi...).

perjalanan-wisata-murah-ke-gembong
Anak-anak duduk di angkruk yang ada di atas Waduk Gunungrowo
Tapi karena kami datang menjelang dluhur, kami tidak terlalu lama disana. Bapak-bapak harus segera sholat jum'at. Jadi, kami memutuskan untuk turun lagi ke masjid yang ada di bawah pintu masuk Waduk Gunungrowo.

perjalanan-wisata-murah-ke-gembong
Menunggu bapak-bapak sholat jum'at
Setelah bapak-bapak selesai sholat jum'at, ibu-ibu segera sholat dluhur. Lalu berangkat kembali ke Agrowisata Jolong. Yuk...

Agrowisata Jolong
Untuk menuju Agrowisata Jolong, dari Waduk Gunungrowo, kami harus kembali. Mungkin 10 km-an, kita akan ketemu pertigaan yang ada tandanya menuju Agrowisata Kebun Kopi Jollong. 

Nanti akan ada banyak petunjuk untuk menuju lokasi. Jadi, insya Allah lebih mudah menemukan lokasi. Tetapi saat naik kendaraan menuju lokasi, hati-hati ya... Jalan sempit, berbelok, dan ada jurangnya. Tapi semua terbayarkan kalau sudah sampai lokasi, kok. 

perjalanan-wisata-murah-ke-gembong
Memasuki Wisata Agro Jolong
Agrowisata Jolong terletak di kawasan perkebunan kopi PTP Nusantara IX (Persero) Kebun Jollong. Tempat ini cukup luas, dan waktu itu kami belum genap berkeliling disana, termasuk di Air Terjun Grinjingan, yang sebenarnya sangat ingin kami datangi. Tapi karena sudah sore, dan kami sudah cukup capek, perjalanan kami cukupkan tanpa ke air terjun grinjingan. :(

Oh ya, biaya masuk lokasi Rp. 4.000/orang. Tidak mahal kan?
perjalanan-wisata-murah-ke-gembong
Anak-anak bisa bermain di space yang ini, tapi untuk masuk ke arena harus bayar lagi


perjalanan-wisata-murah-ke-gembong
Di taman bunga, salah satu space di Agrowisata Jolong


perjalanan-wisata-murah-ke-gembong
Foto bersama kupu-kupu raksasa :)

Begitulah perjalanan kami ke tiga tempat wisata yang ada di Kecamatan Gembong di hari jum'at, tanggal 6 Mei kemarin. 

Dari tiga tempat yang kami datangi, anak-anak paling senang di Agrowisata Jolong. Banyak tempat untuk bermain mereka. Bahkan mereka minta datang lagi lain kali. Kami jawab, insya Allah. Karena memang baru separo space yang kami datangi di Jolong, tampaknya kami memang harus mengagendakan kesana lagi. :D

Sahabat, melakukan perjalanan bersama keluarga selain menyenangkan, juga banyak manfaat lainnya, diantaranya: 1) Mengeratkan ikatan keluarga; 2) Melepaskan jenuh akan aktifitas rutin; dan 3) Menambah pengalaman anak.

Kalau sahabat, apa yang dilakukan saat liburan?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...