Monday, 25 July 2016

KETIKA SI KECIL SUKA MENGULANG KATA

Assalamu'alaikum, Sahabat...

Pernah merasa gemas dengan pertanyaan si kecil yang diulang-ulang? Saya sih begitu. Seperti penggalan percakapan saya dengan putri saya yang berusia 21 bulan ini.

Putri: Abi ndi? (Abi pundi? = Abi mana?)
Saya: Sekolah
Putri: Ana? (Menanyakan kakak kedua)
Saya: Sekolah
Putri: Ia? (Menanyakan kakak pertama)
Saya: Sekolah

Pertanyaanpun diulang.
Putri: Abi ndi?
Saya: Sekolah
Putri: Ana?
Saya: Sekolah
Putri: Ia?
Saya: Sekolah

Itu adalah pertanyaan rutin putri kecilku setiap pagi hari ketika mengantar kepergian ayah dan kakak-kakaknya berangkat ke sekolah. Dan tahukah Sahabat, berapa kali ia mengulang pertanyaan itu? Bisa sampai 10 kali! :D

Kadang ketika ia menemukan sesuatu yang ia belum pernah tahupun begitu. Misalnya seperti ini,

"Apa itu?", begitu pertanyaannya dalam bahasa yang belum jelas. 

"Kereta," jawab saya.

Iapun bertanya lagi. Kemudian lagi dan lagi. Sampai ia hafal jawabannya.

Kadang saya gemas dengan pertanyaan yang diulang-ulang itu. Namun menurut artikel yang pernah saya baca, dengan pengulangan kata  itu berarti si kecil sedang belajar menguasai kosakata dan keterampilan berbicara. Jadi saya memilih menanggapi pertanyaannya. Meski sebenarnya saya ini orang yang tidak sabaran, saya tetap berusaha. :)

Hal itu adalah fase yang memang biasa dilalui seorang anak dalam rangka belajar. Kalau saat ini saya sebagai bundanya lelah memberi jawaban, bagaimana saat mereka besar nanti? Barangkali anak akan mempunyai lebih banyak pertanyaan. Jaman internet seperti ini, jangan sampai mereka lebih nyaman bertanya ke google daripada orangtuanya. Lalu... Di google mereka dapat jawaban apa? Ngeri kalau dapat jawaban yang aneh-aneh kan? Huhu...

Berharapnya, jangan sampai saya menjadi orang tua yang mengabaikan pertanyaan anak. Ketika anak bertanya, saya melakukan kegiatan lain dan tak menjawab pertanyaan anak. Jangan sampai juga saya menjadi orang tua yang suka marah ketika anak memberi pertanyaan yang diulang-ulang. Karena mungkin itu akan melukai perasaan anak. Dan perlakuan sederhana semacam itu mungkin saja berdampak pada karakter mereka saat dewasa nanti. Ah, entahlah.

Karena sebenarnya mendampingi setiap fase tumbuh kembang anak juga proses belajar saya sebagai orang tua. Mencoba melakukan yang terbaik sebagai orang tua. Berharapnya saya dan suami bisa mengantarkan anak menjadi anak yang baik (sholih/sholihah) dan sukses dunia akhirat. Semoga bisa.

Bagaimana dengan Sahabat yang sudah menjadi orang tua? Pernah mengalami juga?

Wassalamu'alaikum.
Ummi


10 comments:

  1. Saya belum mengalminya mba karena jangankan menjadi orang tua, nikah aja belum :) mungkin nanti juga saya akan mengalaminya sebagai orang tua namun bukan ibu, melainkan bapak karena saya lelaki :D

    ReplyDelete
  2. Betul juga ya Mbak. Kadang mereka suka mengulang-ngulang pertanyaan yang jawabannya sama. Masih mending kalau pertanyaannya beda, lah kalau pertanyaannya sama? punyeng..xixixi

    ReplyDelete
  3. Iya dong, semua anakku gitu. DUlu suka capek jawabnya. Sekarang kangen nggak ada yg tanya, udah pada googling. Hiks

    ReplyDelete
  4. Positifnya si kecil semakin cerdas dan makin cepet belajarnya. pasti menyenangkan. salam buat si kecil ya

    ReplyDelete

Terima kasih telah memberikan komentar di blog saya. Mohon untuk memberi komentar dengan kata yang santun. Terima kasih. :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...