Tuesday, 16 August 2016

KETIKA BERKONFLIK DENGAN PASANGAN

Assalamu'alaikum, Sahabat...

Dalam kehidupan rumah tangga, rasanya tak ada yang berjalan tanpa konflik. Meski kecil pasti ada perbedaan pendapat dengan pasangan kita. Yang namanya dua kepala yang berbeda, pasti ada pemikiran yang berbeda pula. 

Dan sesuatu yang berbeda itu, apakah bisa disamakan? Mungkin bisa, mungkin juga sulit menyamakan perbedaan itu. Tetapi seperti kata orang, pelangi indah karena berbeda warna. Kalau satu warna, bukan pelangi namanya. :) Jadi, meski berbeda, tetap bisa indah kan?

Tetapi, bagaimana membuat perbedaan itu menjadi seindah pelangi?

Yang paling mungkin dilakukan adalah mencoba menyikapi perbedaan dengan cara yang bijak. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:

1. Saat pertengkaran sudah meninggi, ayo diam sejenak. 

Seperti kata Rasulullah SAW dari Ibnu Abbas RA, "Barangsiapa marah, hendaknya diam (dulu)."

2. Saling menjauh sementara.
Menjauh yang saya maksud bukan pergi dari rumah ya... Menjauh tapi tetap dekat, bagaimana ya? Hihi...

Misalnya suami di ruang tamu, istri di dapur saja. Sampai suasana reda. Biasanya kalau sudah diam dan berjauhan beberapa lama, ada rasa kangen dengan pasangan. Hehe...

3. Jangan segan minta maaf.
Siapapun yang salah dalam konflik itu, tak ada salahnya kita berbesar hati meminta maaf lebih dulu. 

4. Komunikasikan pangkal masalahnya.
Setiap konflik pasti ada penyebabnya. Setelah reda kemarahannya, suami dan istri bisa duduk bersama untuk mencari solusi bersama. 

5. Jika konflik membesar, libatkan orang ketiga yang bisa dipercaya.
Kadang diperlukan penengah untuk konflik dengan pasangan. Tentunya kita harus memilih orang yang tepat. Jangan sampai memilih orang yang justru akan memperbesar konflik kita. 

Memang ketika kita hidup bersama dengan orang yang punya latar belakang dan isi kepala yang berbeda, sangat mungkin terjadi ketidakcocokan. Tetapi ya... komunikasi tetap harus berjalan. Kita bisa saling bicara dari hati ke hati. Lalu fokus pada tujuan bersama dari kebersamaan itu. 

Meski berbeda, pasti ketika kita memutuskan hidup bersama, tentu kita sudah punya tujuan bersama. Apapun itu, ayo fokus pada tujuan itu, dan tak perlu memperbesar perbedaan.

Ah, saya juga masih belajar sebenarnya. Dan saya dan suami saling mengeja perbedaan diantara kami. Berusaha saling menemukan titik temu jika ada perbedaan. Dan makin ke sini, apalagi ketika sudah punya anak-anak, tujuan bersama itu makin terlihat jelas. Sejelas saya makin mengenal suami, dan suami mengenal saya. :)

Bagaimana dengan Sahabat?

Wassalamu'alaikum
Ummi.


AGAR IMPIANMU TAK SEKEDAR MIMPI

Assalamu'alaikum, Sahabat...
mengejar-mimpi

Siapa orangnya yang tak punya mimpi? Meski sederhana, selama kita hidup pastilah mempunyai mimpi, impian, atau cita-cita. Lulus kuliah, mempunyai pekerjaan yang bagus, menikah, punya rumah, punya mobil, pergi haji, punya anak-anak yang shalih, dan ada banyak lagi yang mungkin salah satunya adalah impian Sahabat.

Lalu, bagaimana Sahabat memperlakukan impian itu? Apakah impian itu menjadi penyemangat bagi Sahabat? Apa usaha Sahabat untuk mewujudkan impian itu? Tentunya Sahabat tak sekedar tidur lalu bermimpi kan? Pasti ada usaha yang dilakukan.

Misalnya dengan melakukan hal-hal di bawah ini:

1. Menanamkan niat dan membulatkan tekad.
Ya dong... Segala sesuatu harus diniati ketika mengawalinya. Dengan niat yang sebenar-benarnya niat, biasanya akan membuat kita lebih bersungguh-sungguh dalam mengejar impian. 

Kalau tanpa niat, yah... mungkin harus dilihat lagi di kedalaman hati, apa Sahabat benar-benar menginginkan hal itu. Apakah benar yang Sahabat anggap impian itu benar-benar impian Sahabat. Jangan-jangan cuma pengen sama temannya... Hehe...

2. Membuat target dan perencanaan.
Menurut saya membuat target ini penting. Misalnya saat ini Sahabat baru memasuki bangku kuliah. Targetnya 4 tahun lagi harus lulus kuliah. Jadi, kalau Sahabat ingin lulus sesuai target, Sahabat tentu harus membuat perencanaan. Apa saja sih yang harus dilakukan agar lulus kuliah dalam waktu 4 tahun? 

Atau ada Sahabat yang punya target pergi umroh tahun depan. Tentu Sahabat harus mencari informasi berapa biaya untuk pergi umroh. Lalu Sahabat membuat rencana-rencana agar bisa memenuhi biaya tersebut.

Nah, kalau Sahabat tidak membuat target. Misalnya hanya ingin umroh saja, tanpa target kapan berangkat... Ah, tidak seru dong... Kalau ada target pasti ada usaha yang lebih. Iya kan? 

3. Konsisten dengan perencanaan yang dibuat.
Karena ingin pergi umroh tahun depan, Sahabatpun membuat perencanaan harus bisa nabung 1,5 juta tiap bulan. Nah, harus konsisten tiap bulan menabung sebesar itu kalau ingin sesuai target.

Konsisten ini yang kadang sulit ya... Ah, harus memperbarui niat lagi nih... :D

4. Berdo'a dan berserah diri kepada Allah.
Bagaimanapun usaha kita, jika tanpa kehendak-Nya semua tentu tak akan terlaksana. Jadi, jangan lupa untuk berdo'a ya, Sahabat...

Lalu kita harus berhusnudzon pada Allah. Apapun ketentuan Allah, itulah yang terbaik untuk kita. Berhasil atau tidak usaha kita, jika kita telah bersungguh-sungguh, insya Allah tak ada yang sia-sia di sisi Allah.

Nah... Nah... Jadi, apa impian Sahabat? Dan bagaimana Sahabat berusaha mewujudkan impian itu? Bisa sharing di kolom komentar, dong... 

Wassalamu'alaikum.
Ummi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...