Friday, 23 September 2016

ADA APA DI DESA PUNCEL KECAMATAN DUKUHSETI?

Assalamu'alaikum, Sahabat...

desa-puncel-kecamatan-dukuhseti
Suasana di muara dekat TPI Puncel, banyak kapal ditambatkan

Kali ini saya ingin cerita lagi tentang salah satu desa di wilayah kerja saya. Namanya Desa Puncel. Desa yang mempunyai 4 pedukuhan, 7 RW dan 45 RT ini, ada di ujung utara Kecamatan Dukuhseti, berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Jepara.

Bagi saya setiap desa itu punya keunikan sendiri-sendiri. Baik dari segi orang-orangnya, kondisi alamnya, atau infrastrukturnya. Setiap desa pasti punya keistimewaan.

Kalau tentang Desa Puncel ini, saya jadi ingat ketika di awal tahun 2015 lalu, saya mendampingi Forum Group Discussion (FGD) yang dilakukan oleh STIPARI Semarang bersama BAPPEDA Kabupaten Pati. FGD dilakukan di kampung nelayan dekat TPI Puncel. Pesertanya adalah keluarga nelayan yang ada di sekitar TPI Puncel.

desa-puncel-kecamatan-dukuhseti
Suasana FGD dengan keluarga nelayan, dibelakang sana masih ada keluarga lainnya
Maksud FGD ini yaitu membuka wawasan masyarakat nelayan tersebut atas potensi yang ada di sekitarnya. Misalnya diskusi pada pokok bahasan mata pencaharian. Untuk nelayan kecil, biasanya melaut sesuai musim. Ketika musim angin barat, dimana angin begitu kencang, mereka tidak bisa berangkat melaut. Otomatis sumber pendapatan utama merekapun terputus. Jadi, dengan penyadaran akan potensi yang ada di sekitarnya, diharapkan mereka tidak hanya mengandalkan penghasilan dari melaut. Mereka bisa mengandalkan sumber daya lain yang ada di sekitar mereka sebagai sumber penghasilan. Apalagi jika sumber daya itu bisa jadi potensi wisata. Tentu akan memberikan nilai ekonomi pada masyarakat nelayan.

Dan pertanyaan klasik masyarakat adalah dananya dari mana? Saya sih mengapresiasi yang dilakukan perguruan tinggi itu untuk membuka cakrawala berpikir masyarakat. Tetapi memang, merubah cara pandang yang sudah melekat tidaklah mudah. Perlu ada pendampingan yang berkelanjutan, bukan sekali dua kali diskusi saja.

Dan saya... Tentunya tidak akan membagi tips bagaimana cara merubah mindset masyarakat. Apalah saya ini... Huhu... Saya hanya ingin cerita tentang potensi yang ada di Desa Puncel, yang menurut saya menarik. Tentu saja menarik versi saya ya...

1. Hutan Karet
Hutan karet di Desa Puncel ini milik PTPN IX. Kalau saya lewat hutan itu, saya suka lirik-lirik, ingin selfi disana. Hihi... #dasar emak narsis. Dan akhirnya kesampaian juga narsisnya. :D

desa-puncel-kecamatan-dukuhseti
Narsis di kebun karet
Di hutan karet ini, saya jadi ingat film kartun kesukaan anak saya, Upin dan Ipin. Hehe... Yang waktu Opah kerja menyadap karet itu...

Di kebun karet Puncelpun saya lihat ada wadah-wadah kecil, tempat menampung getah karet. Sayangnya saat itu tidak ada yang sedang panen getah karet. Sebenarnya saya ingin lihat langsung saat penyadapan karet. Semoga suatu saat kesampaian lagi. Aamiin. :)

Dan, kalau diperhatikan, pohon karet ini semua miring ke arah yang sama lho. Tak ada pohon karet yang berdiri tegak, semua miring. Sepertinya ke arah matahari terbit. Mereka jadi miring berjama'ah, deh. :D

2. TPI Puncel
Kalau yang ini pengelolanya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati. Seperti umumnya Tempat Pelelangan Ikan (TPI), disini tiap jam 1 siang akan mulai lelang. Seru melihat orang-orang memberikan harga pada ikan-ikan yang dilelang.

desa-puncel-kecamatan-dukuhseti
Suasana TPI Puncel unt uk persiapan pelelangan ikan
Selain itu, di dekat TPI Puncel juga ada jembatan yang menghubungkan Desa Puncel dengan desa di wilayah Kabupaten Jepara. Jembatan ini hanya bisa dilewati motor, mobil tidak mungkin bisa melewatinya.

Waktu saya dan teman saya mau foto-foto, pengendara motor mengalah dulu, memberi kesempatan pada kami untuk narsis. Melihat pengertian mereka, tampaknya tempat ini memang sudah sering digunakan narsis oleh para narsiser macam kami. :D

desa-puncel-kecamatan-dukuhseti
Jembatan ini goyang-goyang kalau ada motor lewat

3. Tambak
Kalau tambak tentu milik masyarakat pribadi. Kebanyakan ditebar benih bandeng. Dulu ketika dilaksanakan FGD, dari STIPARI menyampaikan, bagaimana jika nelayan "menjual" makan siang dengan suasana tambak? Ahai... Sepertinya menarik. Dan sudah ada warga desa lain (bukan Desa Puncel) di Kecamatan Dukuhseti yang melakukannya. Jika dilakukan marketing yang lebih mumpuni, tentu akan tambah keren.

desa-puncel-kecamatan-dukuhseti
Hamparan tambak membentang sepanjang mata memandang
Nah, hal-hal seperti itulah yang menurut saya menarik. Barangkali biasa saja bagi orang lain. Haha... Ya sudahlah. Mari kita jalan lagi. Mungkin lain kali saya akan cerita tentang desa lainnya lagi yang ada di wilayah Kecamatan Dukuhseti.

Wassalamu'alaikum
Ummi

10 comments:

  1. potensi yang ahrus dikembangkan agar desa jadi maju ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, Bunda Tira. Tapi belum banyak desa yg menyadari potensinya. Sepertinya desa2 di sekitaran Jogja yg sdh mengetahui potensi desanya dan mengembangkannya.

      Delete
  2. wah main dijembatan dengan goyang2in jembatan seru kayaknya

    Budy | Travelling Addict
    Blogger abal-abal
    www.travellingaddict.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, jangan Pak. Jatuh ke sungai nanti. :D

      Delete
  3. Waaah..seru tuh Mbak Hutan Karet dan Jembatan Goyangnya. Ga ikut goyang kan Mbak? Hihi..

    ReplyDelete
  4. Potensi desanya banyak banget. sangat bagus untuk dikembangkan.

    asyik ya Mba main di hutan karet :)

    Btw Mba orang Pati kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, Mbak.

      Ya, saya orang Pati, Mbak. :)

      Delete
  5. Kalau membahas kehidupan desa, rasanya sayang mengingat banyak desa yang potensinya belum diketahui karena minimnya pengetahuan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang harus ada komitmen stakeholder terkait untuk memajukan desa ya, Mbak.

      Delete

Terima kasih telah memberikan komentar di blog saya. Mohon untuk memberi komentar dengan kata yang santun. Terima kasih. :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...