Sunday, 9 October 2016

BEKERJA SESUAI PASSION

Assalamu'alaikum, Sahabat...
bekerja-sesuai-passion

Bahagia ya kalau kita bisa mempunyai pekerjaan yang sesuai passion kita. Kitapun jadi bersemangat, karena kita sudah suka dengan pekerjaan itu. Seperti beberapa teman saya ini. 

Ada seorang teman yang suka senam aerobik. Diapun membuka sanggar senam di rumahnya. Karena dia memang punya kemampuan, sanggar senamnya jadi ramai peminat. Bahkan dia melebarkan sayap dengan bisnis baju senam dan sepatu senam. 

Seorang teman yang lain adalah seorang crafter. Dari hobi itu, ia bisa membuat berbagai kerajinan tangan yang bisa dibisniskan. Peminatnyapun tidak sedikit. Sudah lintas pulau di seluruh Indonesia.

Teman yang lainnya lagi menyukai batik. Karena cintanya dengan batik, diapun kemudian mulai berbisnis batik. Hingga akhirnya dia bisa memproduksi batik sendiri. Bisnisnya makin berkembang dan semakin maju. 

Pun kalau saya melihat teman-teman penulis. Mereka sudah mulai suka menulis sejak masih kecil. Dan mereka memang tampak mencintai menulis. Karya-karyanya menghiasi berbagai media. Tentu saja tulisan-tulisan itu mendapat bayaran. 

Nah kan, memang paling enak itu jika bekerja sesuai passion. Ada yang mengatakan, hal itu merupakan hobi yang dibayar. Menyukai senam, dan dibayar karena senam. Suka handycraft, dan dibayar karena itu. Suka menulis, dan dibayar karena tulisan. Suka bertualang, dibayar karena bertualang. Senang makan, dan dibayar untuk makan-makan. Dua yang terakhir itu, contohnya presenter acara petualangan atau kuliner. Jalan-jalan dan makan-makan gratis, dibayari lagi. 

Kalau Sahabat suka apa? Bisa jadi, hobi itu mendatangkan rejeki, lho...

Tetapi jikapun saat ini pekerjaan kita belum sesuai passion kita, bukan berarti kita malas-malasan saat bekerja dong... Kita tetap bisa bersyukur dan niatkan bekerja itu untuk ibadah

Bersyukur, karena diluar sana masih banyak orang yang tak mempunyai pekerjaan. Sedangkan kalau menganggur dan meminta pada orang lain, bukankah itu hal yang tidak disukai Allah? Dengan bekerja kita terhindar dari menjadi peminta-minta. 

Kemudian kita juga harus berusaha mengenal seluk-beluk pekerjaan kita. Pasti ada hal-hal asyik dari pekerjaan kita itu. Hal-hal asyik itu kalau dinikmati, lama-lama juga akan cinta. #eh ini ngomong apa sih. :D

Lalu, kita coba membuka mata dan telinga tentang pandangan orang terhadap pekerjaan kita. Mungkin kita menganggap pekerjaan kita sepele, tetapi bisa jadi bermanfaat bagi orang lain. 

Yakinlah bahwa menjadi apapun, selama pekerjaan itu halal, tak ada yang salah. Materi bisa jadi adalah tujuan sebagian orang. Tetapi ada juga sebagian orang hanya ingin menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain. Bukankah begitu yang diajarkan Rasul?

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia (lain)" (HR. Ahmad, At-Thabrani, Ad-Daruquthni)

Bagaimana, apakah sudah mencintai pekerjaan Sahabat saat ini?

Wassalamu'alaikum.
Ummi

10 comments:

  1. Orang bijak mengatakan, jika bekerja sesuai hobi maka kita tidak sedang bekerja hehe

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillahh sudah mbak. Rasa iri pernah munculndg pkrjaan yg didapat seorg teman. Tpi, brkat legowo dan mnikmati pkerjaan yg kulakoni skrg. Alhamdulillahh aku jauh lbih brayukur mbk. Krna ada bnyak org d luar sana yg mngkin masih mncari pkerjaan... hhee

    ReplyDelete
  3. Dengan bekal pendidikan yang pas-pasan saya sudah sangat bersyukur masih bisa bekerja, mbak Ummi :)

    Memang yang diharapkan semua orang bisa bekerja sesuai passion kita ya, tapi bersyukur dengan pekerjaan kita saat ini pasti lebih baik :)

    ReplyDelete
  4. Kerjakan apa yang Anda cintai, dan cintai apa yang Anda kerjakan.

    Kata orang-orang begitu, mbak.. :))

    ReplyDelete

Terima kasih telah memberikan komentar di blog saya. Mohon untuk memberi komentar dengan kata yang santun. Terima kasih. :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...