Wednesday, 5 October 2016

PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA

Assalamu'alaikum, Sahabat...
ekonomi-kerakyatan-masyarakat-desa

Pepatah China mengatakan, "Jangan memberi ikan jika kita ingin mereka bisa makan untuk besok dan seterusnya, tetapi berilah kail dan ajari mereka cara mendapatkan ikan, supaya mereka bisa menggunakannya untuk keperluan hidup mereka."

Pepatah diatas mengingatkan saya tentang Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) yang telah berakhir pada tahun 2014 lalu.   

Dulu ketika masih ada PNPM-MPd, salah satu kegiatannya adalah pelatihan keterampilan. Sasaran peserta pelatihan ini adalah kaum perempuan. Beberapa pelatihan yang pernah dilaksanakan seperti: pelatihan membatik, membuat tas, bordir, membuat tepung mocaf dan membuat songkok. Jenis pelatihan keterampilan tersebut dipilih setelah dilakukan musyawarah, dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat desa yang bersangkutan. 

Selain itu, kegiatan lain yang dijalankan oleh PNPM-MPd adalah Simpan Pinjam Perempuan (SPP). Jangan salah paham dengan namanya ya... SPP adalah sebuah usaha simpan pinjam yang dilakukan dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa, dan peminjamnya hanya boleh dari kalangan perempuan. Modal awal didapatkan dari pemerintah dengan tujuan pengentasan kemiskinan masyarakat desa.

Tentu saja antara pelatihan dan pemberian pinjaman kepada para perempuan ini sifatnya adalah saling melengkapi. Karena tujuan Program ini adalah pengentasan kemiskinan masyarakat desa dengan melibatkan masyarakat marginal dan kaum perempuan. Jadi, dengan memberikan kail (pelatihan keterampilan), lalu memberikan umpannya (pinjaman modal), diharapkan ekonomi masyarakat lebih tertata. Dan pengentasan kemiskinanpun tertuntaskan.

Lalu, apakah semuanya berjalan lancar? SPP PNPM-MPd saat ini masih berjalan. Sedangkan beberapa kelompok yang telah melaksanakan pelatihan, baru sebagian yang masih konsisten berkarya dan mengembangkan usahanya.

Memang untuk pengentasan kemiskinan ini, membutuhkan komitmen berbagai pihak. Peserta berkomitmen dengan konsisten tetap berproduksi setelah pelatihan. Peminjam komitmen membayar pinjamannya tiap bulan. Begitupun pihak-pihak terkait lain yang bertugas memberikan pembinaan.

Selain itu, masalah klasik setelah pelaksanaan produksi adalah pemasaran. Siapa yang akan memasarkan? Dimana barang-barang yang telah diproduksi akan dipasarkan?

Pikiran saya kadang berkelana liar. Kalau saja para perempuan yang telah dibina ini tahu betapa dahsyatnya bisnis online saat ini. Bahkan ada sebuah hari yang dinamakan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Tentu mereka bisa lebih berkembang.

Ya, inovasi bisnis seperti yang dilakukan Zalora bisa dicontoh. Dengan memanfaatkan momen harbolnas untuk membuat promo terbaik. Satu saat semoga merekapun bisa berinovasi. Karena saya melihat mereka ada yang melek internet. Hanya saja belum optimal memanfaatkannya.

Barangkali juga mereka perlu komunitas yang bisa mengembangkan bisnis mereka. Karena semua yang dijalankan bersama biasanya akan lebih ringan daripada ketika dijalankan seorang diri. Dalam komunitas, semua orang dapat saling berbagi pengalaman dan saling memberikan dukungan.

Namun pembinaan itu memang tak bisa sekali jadi. Harus ada pendampingan yang terus-menerus, agar mereka bisa terbuka pikirannya. Agar tak seperti katak dalam tempurung, mereka harus melihat ke dunia yang luas. Ada banyak inspirasi untuk kebangkitan ekonomi mereka.

Sayapun hanya bisa melihat dari kejauhan. Ketika pekerjaan lain menghempaskan saya pada sebuah kesibukan yang seakan tiada akhir. Mungkin yang paling buruk, saya hanya bisa berdo'a. Semoga mereka bisa memanfaatkan ilmunya untuk pengembangan diri mereka. Semoga kail yang telah diberi, bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Semoga umpannya juga tepat untuk mendapatkan ikan yang mereka harapkan.

Dan maafkan saya, baru ini yang bisa saya lakukan.

Wassalamu'alaikum
Ummi

14 comments:

  1. Se'kecil' apapun pasti ada manfaatnya bagi mereka. Amin, semoga mereka bisa memanfaatkan kail yang sudah diberikan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Ya, semoga mereka bisa lebih baik kehidupannya.

      Delete
  2. Keren Mba pemikirannya, salam kenal ya. Saya suka dengan program PNPM yang telah lalu. Kalau ke depannya ada program yang visi misinya sama, selain skill memproduksi dan modal, sepertinya pelatihan memasarkan produk melalui media online juga perlu dilakukan supaya mereka lebih maju dan tentunya pembayaran kembali atas pinjaman yang sudah mereka ambil diharapkan lebih lancar kalau jualannya bagus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih,Mbak. Sebenarnya saat ini ada Dana Desa yang konsepnya mirip. Tapi saat ini prioritas masih di infrastruktur. Ke depan insya Allah masyarakat desa lebih baik lagi. :)

      Delete
  3. Wah bisnis online sekarang memang menjanjikan ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, Mbak. Terutama bagi yang tau caranya. ;)

      Delete
  4. Benar sekali mba, bisnis online saat ini semakin berkembang pesat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, semua2 pakai online sekarang ini.

      Delete
  5. masaalah di desa memang soal marketing dan akses jalan juga yang masih belum bagus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Bunda. Pelan2 semoga desa bisa berbenah. :)

      Delete
  6. Keren pemikirannya. Ya, bisnis online memang memang semakin berkembang pesat, ya. Dan menjanjikan..

    ReplyDelete
  7. Iya Mbak. Sebetulnya banyak celah yang bisa dimanfaatkan yak. Tapi infrastuktur y juga perlu dikembangkan pula, seperti halnya ketersediaan kurir, dll untuk mempermudah bisnis onlinenya. Semoga bisa semakin berkembang ya, dan perempuan2 Indonesia makin maju.

    ReplyDelete

Terima kasih telah memberikan komentar di blog saya. Mohon untuk memberi komentar dengan kata yang santun. Terima kasih. :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...