Wednesday, 21 December 2016

RANDOM

Assalamu'alaikum,

Apa kabar, Sahabat? Sebulan lebih tidak nulis di blog rasanya kok ada yang hilang. Seperti sayur tanpa garam. Seperti malam tanpa bintang. Seperti aku tanpa kamu. #apasih.

Dunia nyata saya akhir-akhir ini memang membutuhkan perhatian. Yang bekerja di bidang pemerintahan pasti tahu bagaimana kegiatan seakan terfokus di akhir tahun. Banyak deadline yang harus diselesaikan. Karena yah... Sudah akhir tahun. Tahun Anggaran hampir berakhir dan semua target kegiatan harus tercapai.

Diantara target-target yang harus tercapai itu, saya cukup menikmati ketika mendampingi desa melaksanakan musyawarah perencanaan pembangunan desa (musrenbangdes). Yang tujuannya untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2017.
Musrenbangdes di Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti
Perencanaan memang harus sudah dibuat saat ini. Agar nanti penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) juga bisa berjalan lancar. Kemudian program dan kegiatan di desapun ikut lancar. Sayapun ikut tenang dan ayem kalau kegiatan di desa-desa di wilayah kerja saya berjalan dengan baik.

Bersamaan dengan deadline, saya juga mengikuti beberapa berita yang cukup viral. Seperti tentang penistaan agama, dimana saya hanya bisa berdo'a:

 اللهم ارناالحق حقا وارزقناالتباعه وارناالباطل باطلا وارزقنااجتنابه
"Ya Allah tunjukkan kepada kami bahwa yang benar itu benar dan mampukan kami untuk mengikutinya. Dan tunjukkan bahwa yang bathil itu adalah bathil dan mampukan kami untuk menjauhinya."

Lalu juga beberapa waktu ini tentang duka yang datang dari tanah Syam, Aleppo. Ah... Perang selalu begitu bukan? Menyisakan keperihan, terutama untuk wanita dan anak-anak. Lagi-lagi hanya do'a yang bisa saya panjatkan, "Semoga mereka selalu diberi kekuatan. Semoga kedamaian segera kembali. Dan mereka yang didzalimi kembali kepada Robb-nya sebagai syahid."
Salah satu gambar tentang Aleppo yang beredar di sosmed
Seorang teman juga menggagas sebuah donasi untuk Aleppo dengan cara menjual barang-barang dagangan kita di satu "lapak" Facebook. Saya juga ikut berpartisipasi didalamnya. Semoga sedikit yang kami lakukan bisa bermanfaat untuk saudara-saudara kami. Baru ini yang kami bisa, Ya Allah...

Di sisi lain, ada juga "Om Telolet Om" yang sangat viral dua harian ini. Atau sebelumnya? Saya yang kudet mungkin, karena baru tahu. :D Selalu ada cara sederhana untuk bahagia bukan? Meski hanya dengan mendengar bunyi klakson bus yang lewat.
video

Entah apa inti tulisan ini. Random.

Kalau mau dipaksakan (haha, apa-apaan...), intinya adalah banyak hal terjadi di sekitar kita. Kita selalu punya pendapat pribadi dengan semua kejadian yang kita alami dan saksikan. Tetapi, tidak usahlah terlalu sibuk berdebat. Lebih baik energimu digunakan untuk melakukan hal yang bermanfaat, setidaknya untuk lingkunganmu.

Wassalamu'alaikum.
Ummi



Sunday, 11 December 2016

CATATAN DANA DESA DI KECAMATAN DUKUHSETI TAHUN 2016: DARI PENDAMPING DESA HINGGA SISKEUDES

Assalamu'alaikum,

Kami berada di Kecamatan Dukuhseti. Sebuah kecamatan di bagian utara Kabupaten Pati yang berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Ada 12 desa di Kecamatan Dukuhsetti, yaitu: Desa Wedusan, Puncel, Tegalombo, Kembang, Dukuhseti, Banyutowo, Alasdowo, Ngagel, Kenanti, Grogolan, Dumpil, dan Bakalan. 8 dari 12 desa itu berada di wilayah pesisir Laut Jawa. 

Dana Desa tahun 2016, sebagaimana janji Pemerintah mengalami kenaikan dari tahun 2015 yang lalu. Jika tahun 2015 kisaran dana yang diterima desa di tempat kami adalah 300-an juta, pada tahun 2016 dana berkisar pada angka 600-an juta. Jumlah yang banyak? Bisa jadi. 

Tetapi bisa dipastikan, dana sebesar itu belum tentu menyelesaikan infrastruktur yang merupakan kebutuhan dasar yang ada di desa. Seperti jalan, jembatan, prasarana kesehatan, prasarana pendidikan, dan lain sebagainya. Desa-desa tertentu yang memiliki luas wilayah kecil, barangkali bisa. Tetapi untuk desa-desa yang wilayahnya lebih luas apalagi dengan kondisi wilayah sulit, akan diperlukan beberapa tahun lagi untuk menyelesaikan infrastrukturnya.

Memang fokus penggunaan dana desa di tahun 2016 ini masih di infrastruktur. Sebagian dialokasikan untuk pembiayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Namun untuk BUMDesa masih cikal, yang masih harus dipupuk dan dirawat agar bisa berkembang. Kami masih lagi berusaha menemukenali potensi yang dapat kami kembangkan dan dapat dikelola melalui BUMDesa. 

Kami kadang memperhatikan desa-desa yang memiliki potensi wisata di wilayah kabupaten lain. Mereka yang sudah berkembang BUMDesa-nya lewat pariwisatanya, seperti di Desa Ponggok Klaten. Kami berharap suatu saat kami juga dapat mengembangkan potensi yang dimiliki di desa-desa yang ada di wilayah Kecamatan Dukuhseti.

Tentang Pendamping Desa.
Ketika pertama kali Pendamping Desa diturunkan ke desa-desa pada awal tahun 2016 ini, kami tentu berharap banyak. Tahun 2015, kami cukup keteteran ketika tak ada pendamping. Karena memang banyak yang harus disiapkan oleh desa untuk dapat mencairkan Dana Desa itu.

Pembangunan itu, bukankah harus dimulai dari perencanaan? Melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang menghasilkan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa). Lalu menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Juga penyusunan Rencana Anggaran dan Biaya (RAB). Apalah kami ini tanpa didampingi? 

Desa butuh pendampingan, bukan saja agar program-programnya berjalan lancar. Tetapi juga agar desa bisa berjalan sebagaimana aturan yang ditetapkan. Pendamping selayaknya bisa memberi masukan untuk desa dan menjadikan desa lebih mandiri sebagaimana tujuan dari pemberdayaan masyarakat desa itu.

Di Kecamatan Dukuhseti, kami mendapatkan 3 orang pendamping pada awalnya. Tetapi entah kenapa, satu orang pendamping tak pernah hadir untuk kami. Meski begitu kami enjoy dengan 2 orang pendamping desa. Satu orang berlatar belakang pemberdayaan. Seorang lagi seorang teknik sipil. Kami merasa beruntung, karena teman-teman kami di kecamatan lainnya ada yang tak mendapatkan pendamping berlatar belakang teknik sipil.

Kenapa Pendamping Desa seorang teknik sipil menjadi penting? Karena ketika perencanaan pembangunan infrastruktur, kami perlu seseorang yang menguasai ilmunya agar bangunan yang akan kami bangun aman secara mutu dan kekuatan. Dan itu bisa didapat dengan menyusun Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) yang tepat.

Karena itu kami berharap untuk tahun-tahun kedepanpun, Pendamping Desa yang ada di wilayah kecamatan selalu ada yang berlatar belakang teknik sipil selain yang berlatar pemberdayaan.

Tentang Siskeudes.
Siskeudes atau Sistem Keuangan Desa adalah sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh BPKP sebagai sistem keuangan di tingkat desa. Kadang Siskeudes ini juga disebut SIMDA Desa.

Anjuran penggunakan Siskeudes oleh BPKP ini sudah kami dengar sejak akhir tahun 2015. Dan rupanya Pemerintah Kabupaten Pati juga menyambut baik anjuran tersebut. 

Bulan Februari kami mulai mengikuti pelatihan Siskeudes yang difasilitasi oleh Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Pati. Setelah itu ada surat dari Bupati Pati agar semua desa menyusun penganggaran dan penatausahaan keuangan dengan menggunakan Siskeudes.

Di Kecamatan Dukuhseti, kami saling menyemangati untuk konsisten menggunakan aplikasi ini. Bagaimanapun sesuatu yang baru memang harus dipelajari terlebih dahulu agar dapat menggunakan dengan lancar. Hasilnya, ternyata memang dengan menggunakan aplikasi ini, kami lebih teratur dalam pengelolaan keuangan. Bonusnya adalah, dengan satu kali kerja, kami bisa mendapatkan pembukuan yang lengkap. Dari buku kas umum, buku bantu pajak, buku bantu kegiatan, hingga laporan bulanan, triwulan, dan semesteran. 

Masalah sebagai Pembelajaran.
Tak ada gading yang tak retak, begitu kata pepatah. Meski kami berusaha yang terbaik, masalah dalam pengelolaan kegiatan pasti selalu ada. Tetapi berkali-kali kami saling menyemangati, masalah itu akan mendewasakan dan akan membuat kita lebih baik.

Lakukan semua sesuai perencanaan. Selalu transparan kepada masyarakat. Itu yang selalu kami tekankan. Pengelolaan Dana Desa ke depan harus lebih baik lagi. Dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasannya. 

Semoga dengan Dana Desa, desa akan menjadi mandiri dan sejahtera. Mari Membangun Desa! Dari desa, kita bangun Indonesia.

Wassalamu'alaikum
Ummi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...