Friday, 5 May 2017

CARA MEMBUAT MOTTO HIDUP ALA DR. IBRAHIM HAMD AL-QU'AYYID

Assalamu'alaikum,

Beberapa waktu lalu, saya menemukan sebuah buku berjudul "10 Kebiasaan Manusia Sukses Tanpa Batas" karya Dr. Ibrahim Hamd Al-Qu'ayyid, di antara tumpukan buku di lemari. Tapi kebiasaan buruk saya kumat, malas baca buku berat. Jadi, meski sudah saya ambil dari lemari, buku itu tak kunjung saya baca. Padahal ternyata setelah menyempatkan diri untuk membaca, buku ini menarik. Sangat cocok untuk saya yang selalu butuh motivasi. 😁 

Dan disini, saya ingin berbagi tentang salah satu bab dalam buku itu yang diberi judul "Bagian Ketiga: Dasar Pijakan". Di bab ini kita belajar tentang hakekat sebuah motto hidup. Sekaligus juga kita diajak untuk membuat motto dengan langkah-langkah yang aplikatif. Saya suka kalau yang seperti ini, bisa langsung dipraktekkan. Bukan hanya di awang-awang. 

Menurut Dr. Ibrahim Hamd Al-Qu'ayyid, penting lho membuat motto hidup. Motto hidup itu merupakan visi hidup kita, cita-cita kita, impian kita. Jadi, dengan mempunyai motto kita didorong untuk hidup sebagaimana kondisi ideal yang kita inginkan. Jadi ketika kita sedikit "oleng", kita akan kembali lurus jika mengingat motto hidup itu. Kita juga didorong untuk lebih baik dari hari ke hari. 


Kalau menurut beliau, motto yang dimaksud bukan tentang kondisi kita saat ini. Tapi kondisi yang kita inginkan di masa depan. Dalam bahasa beliau, "Motto atau misi adalah nilai-nilai penting yang Anda harapkan dapat mengarahkan kehidupan Anda (apa yang seharusnya). Namun ketika telah memiliki motto hidup, Anda juga harus berinteraksi aktif atau berupaya untuk mengubah nilai-nilai tersebut menjadi amalan-amalan praktis serta upaya untuk menghadapi tantangan-tantangan zaman, tempat, dan kondisi (apa yang terjadi di dunia nyata)". 

Dan disini, saya ingin berbagi saja tentang langkah-langkah membuat motto tersebut. Mungkin bisa bermanfaat untuk Anda. Ada yang mau tahu? Hahaha... Yang mau tahu bolehlah menyimak poin-poin yang saya ambil dari buku "10 Kebiasaan Manusia Sukses Tanpa Batas" karya Dr. Ibrahim Hamd Al-Qu'ayyid ini.

Langkah Pertama: Berpikir.
Berpikirlah dengan sebenarnya. Mungkin saja Anda membutuhkan waktu 2-3 hari. Silahkan saja. Yang perlu diingat adalah janganlah berpikir menggunakan metode yang Anda pakai dalam kehidupan Anda sekarang. Dan janganlah berpikir tentang apa yang terjadi pada Anda sekarang, tetapi fokuskan perhatian pada apa yang seharusnya terjadi dan apa yang ingin Anda peroleh.

Langkah Kedua: Menulis.
Luangkan waktu untuk menulis apa yang telah Anda pikirkan. Bisa jadi Anda akan mempunyai banyak poin yang Anda harapkan untuk masa depan. Bebaskan saja pikiran Anda untuk menulis semuanya.

Misalnya Anda memperoleh poin-poin sebagai berikut:
1. Melaksanakan sholat wajib tepat waktu dan teratur.
2. Mendidik anak-anak dengan baik sesuai ajaran Islam.
3. Menyambung silaturahmi.
4. Melakukan hal-hal yang baik dan menjauhi hal-hal yang buruk.
5. Berinteraksi dengan sesama manusia dengan akhlak yang mulia.
6. Taat pada suami.
7. Unggul dalam pekerjaan.
8. Melakukan pengabdian kepada agama dan umat.
9. Menjadi seorang Muslim yang patuh pada perintah agama dan menjadi jauhi larangannya.
10. dst

Langkah Ketiga: Menyusun.
Poin-poin yang telah Anda tulis, bisa Anda susun berdasarkan prioritas. Yang paling penting, penting, dan seterusnya. Boleh juga membuang poin yang menurut Anda mirip. 

Langkah Keempat: Meringkas.
Poin-poin yang Anda dapatkan bisa Anda ringkas berdasarkan kesamaannya​. Contoh dari poin di atas menjadi:
1. Menjadi seorang Muslim yang patuh kepada perintah-perintah agama dan menjauhi larangannya.
2. Menjalin silaturahmi, taat pada suami, dan mendidik anak sebaik-baiknya.
3. Berprestasi dalam pekerjaan.

Langkah Kelima: Bentuk Akhir.
Motto itu sebaiknya ringkas dan mudah diingat, sekaligus merangkum harapan-harapan untuk masa depan Anda. Untuk contoh di atas misalnya, motto Anda jadi seperti ini, "Menjadi seorang Muslim yang patuh pada agama, memperhatikan keluarga dan kerabat, serta berprestasi dalam pekerjaan".

Jadilah motto Anda. Lalu tempel deh, motto itu di tempat-tempat yang sering Anda perhatikan. 

Bagaimana, Anda sudah membuat motto hidup? 😉

Wassalamu'alaikum
Ummi 

Sunday, 12 March 2017

SIAPKAH MASUK PAUD?

Assalamu'alaikum,



Memasukkan anak ke PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini, sampai saat ini masih menjadi pro dan kontra. Ada orang tua yang lebih memilih untuk mengasuh anak-anaknya sendiri, dengan alasan usia dini adalah masa emas yang sebaiknya pengasuhan dilakukan oleh orang tua sendiri. Ada juga yang seperti saya, yang sebagai ibu bekerja, merasa membutuhkan bantuan orang lain untuk mengasuh anak usia dininya. 

Yang namanya bantuan, tentu saja tanggung jawab pengasuhan tetap di tangan orang tua. Sedangkan sekolah hanya membantu mengarahkan potensi anak. Jadi, meski memasukkan anak ke PAUD, tidak serta merta sebagai orang tua kita menyerahkan sepenuhnya pengasuhan kepada sekolah.

Dan di bulan Maret seperti ini biasanya orang tua sudah mulai survey sekolah untuk anaknya. Ya, sebentar lagi tahun ajaran baru dimulai kan? Orang tua pasti ingin mencari sekolah yang tepat untuk anaknya, termasuk si anak usia dini ini.  

Tetapi, meski sah-sah saja jika orang tua hunting sana-sini untuk mendapatkan sekolah terbaik untuk anak, yang tidak boleh dilupakan adalah: orang tua juga harus mempersiapkan anak menghadapi sekolah untuk pertama kalinya.

Untuk pengalaman saya sendiri  yang telah memasukkan 3 anak di PAUD ketika usia 2 tahun, hal-hal umum yang biasanya dihadapi orang tua di awal masuk sekolah diantaranya adalah:

Pertama, ada anak tidak mau berangkat sekolah sejak dari rumah. 
Mereka benar-benar tidak mau berangkat sekolah, seberapa besarpun orang tua membujuk anak. Ada kemungkinan si anak belum siap menghadapi sekolah. Belum siap menghadapi lingkungan asing. Dan bisa jadi, hal ini disebabkan anak memang belum pernah dikenalkan dengan yang namanya sekolah.

Kedua, menangis ketika akan ditinggal orang tua di sekolah.
Ada juga yang ketika berangkat sekolah bersemangat. Tetapi ketika menghadapi kenyataan bahwa orang tua akan meninggalkannya, anakpun menangis sejadi-jadinya. Yang seperti ini biasanya membuat hati orang tua meleleh. Kadang jadi tidak tega meninggalkan anak. Keyakinan orang tua kadang menetukan juga, lho. Sebenarnya seberapa siap sih, kita sebagai orang tua menyekolahkan anak?

Ketiga, mogok sekolah karena tidak nyaman di sekolahnya.
Kadang ada anak yang awalnya suka sekolah, tiba-tiba mogok tidak mau sekolah. Kalau yang seperti ini, mungkin saja terjadi pada anak di sekolah. Hal yang membuat anak tidak nyaman berada di sekolah. Bisa jadi anak bertengkar dengan temannya atau ada kejadian di sekolah yang membuatnya tidak nyaman? Kita sebagai orang tua benar-benar harus jeli melihat ke dalam hati anak.

Sepengalaman saya, 3 hal itulah yang paling sering terjadi dengan anak-anak saya saat awal sekolah. Karena itu, menyiapkan mental anak jauh-jauh hari itu sangat penting. Jangan sampai seperti yang diceritakan teman saya, tentang keponakannya yang hanya bisa bertahan seminggu di sekolah. Selanjutnya ia tidak mau sekolah, tidak mau ikut orang lain selain orang tuanya dan selalu mengamuk tiap melihat sepatu. Mungkin ia benar-benar trauma dengan sekolah ya... Kalau sudah seperti itu kasihan dengan anak juga kan?

Bahwa ketika menyekolahkan anak, orang tua pasti punya tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Tujuan itu pasti baik dari kacamata orang tua. Tetapi jangan sampai tujuan itu justru melukai jiwa anak. 

Pendekatan pada anak. Menjelaskan pada anak kenapa ia harus sekolah. Dan hal-hal menyenangkan apa saja yang akan ia dapatkan di sekolah, perlu juga disampaikan jauh-jauh hari sebelum anak sekolah. Antusiasme orang tua saat menjelaskan juga berpengaruh pada rasa ingin tahu anak. Harapannya, kalau orang tua menceritakan hal-hal yang menyenangkan, semoga anak juga jadi bersemangat untuk mendapatkan pengalaman menyenangkan saat sekolah.

Pengenalan sekolah juga perlu dilakukan. Mengajak anak untuk lebih mengenal sekolahnya sebelum ia resmi menjadi anak didik, penting lho... Untuk anak-anak saya, ketika ia merasa mengenal sekolahnya, iapun merasa nyaman ketika sudah masuk sekolah tersebut. Karena ia tidak merasa asing dengan sekolah itu.

Lalu orang tua juga harus mempersiapkan diri. Jadi bukan hanya anak yang perlu disiapkan. Kesiapan hati orang tua melepaskan anak untuk bersama orang lain (dalam hal ini gurunya) juga harus dipersiapkan. Ketika anak menangis saat  ditinggal, dan hati orang tua tidak tega dan terus kepikiran, sepengalaman saya itu mempengaruhi mood anak juga. Hati yang pasrah, percaya pada guru-gurunya, berdo'a pada Allah untuk kebaikan anak, akan lebih baik untuk anak. 

Bagaimana, Anda siap menyekolahkan anak Anda? Anak Anda siap masuk PAUD? Ada yang mau sharing pengalaman juga?

Wassalamu'alaikum
Ummi

Monday, 9 January 2017

MUHASABAH BLOG TAHUN 2016

Assalamu'alaikum, 

Ini tulisan pertama saya di tahun 2017. #elapkeringet. Sungguh tak bisa dibanggakan ya... Ceritanya saya ingin mereview perjalanan ngeblog saya di tahun 2016. Curhat lah pokoknya. :D

Tahun 2016 lalu sebenarnya target ngeblog saya tidak muluk-muluk. 

Pertama: Minimal satu postingan tiap minggunya. Tapi ternyata apa, saudara-saudara? Saya memang punya 59 blogpost di tahun 2016. Tetapi tidak konsisten tiap minggu ada postingan. Blogpost terbanyak ada di bulan Januari (11 post), Mei (9 post) dan Juli (8 post). Sedangkan di bulan Agustus (2 post), November (2 post), dan Desember (1 post saja), menduduki angka terendah. #hehe...

Kedua: Ikut Lomba Blog atau Giveaway, biar tambah luwes nulisnya. Inipun belum bisa. Cuma ada 5 postingan untuk lomba di tahun ini. Itupun terakhir saya mengikuti lomba adalah di bulan Mei 2016. :( Dan yang saya sesalkan, ada sebuah lomba di bulan Desember yang saya lewatkan. Padahal saya merasa menguasai temanya. Itu lho... Lomba Blog yang diadakan oleh Kementerian Keuangan, temanya APBN tahun 2017. Waktu itu saya berencana menulis tentang Dana Desa. Hal yang sebenarnya merupakan "makanan" sehari-hari saya. Kerjaan saya di Pemberdayaan Masyarakat Desa memang berhubungan dengan Dana Desa itu.

Ketiga: Rutin blogwalking, paling tidak seminggu 3 blog. Haha... Yang inipun saya belum bisa mencapainya. Apalagi di akhir tahun, ketika kerjaan saya membutuhkan perhatian. #ngeles. 

Ya sudahlah. Tahun 2016 sudah berlalu. Jadi mari membuat awal baru di tahun 2017 ini. :D

Target Ngeblog Tahun 2017 ini, apa ya? Sepertinya sama saja dengan tahun 2016. Minimal satu blogpost tiap minggu. Ikut lomba-lomba blog, satu bulan satu kali. :D Dan blogwalking dong... masih sama lah, minimal berkunjung di 3 blog tiap minggunya.

Meski target sama, capaian harus 100% dong kali ini. PR besar saya adalah konsistensi dan manajemen waktu. Jadi, sepertinya saya memang harus memberikan waktu khusus untuk menulis blog di sela-sela waktu saya. Di antara kerjaan rumah, kerjaan kantor, dan online shop. :D

Bismillah. Semoga saya bisa.

Wassalamu'alaikum.
Ummi





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...