Friday, 11 August 2017

5 BARANG INI BISA MEMPERCANTIK RUANG TAMU KITA

Assalamu'alaikum,

Ruang tamu adalah ruang pertama yang dituju jika ada tamu. Iya dong... Namanya saja ruang tamu. Kalau untuk tidur, ya ruang tidur namanya. Hihi...

Dan mungkin dari ruang tamu itu, kesan pertama diri kita berasal. Tamu akan menilai kita sebagai orang yang cinta kebersihan dan kerapian atau orang semerawut, bisa jadi dinilai dari ruang tamu kita. 😄

Jadi, tidak salah dong kalau kita berusaha mempercantik ruang tamu kita. Agar bisa memberi kesan baik pada tamu kita. 

Nah, ini adalah 5 barang yang bisa mempercantik ruang tamu Anda:

1. Furniture
Perabot ruangan yang bisa ikut mempercantik ruang tamu, misalnya adalah meja kursi, rak buku, tempat koran, dan perabot lain. Furniture untuk ruang tamu kita tentunya harus disesuaikan dengan selera, lebar ruangan, dan fungsi lain yang kita inginkan pada ruang tamu. 

Furniture dan penataan ruang yang bisa digunakan untuk ruangan kecil.
Sumber: google

Furniture bisa disesuaikan dengan selera dan kebutuhan kita.
Sumber: google
2. Karpet
Ada yang menyebutnya karpet, permadani atau ambal. Kalau terjemahan wikipedia, karpet yaitu tekstil penutup lantai yang terdiri dari lapisan atas berbulu yang melekat pada alasnya. 

Untuk penempatan di ruang tamu, karpet ini bisa digunakan sebagai alas furniture atau sebagai lesehan ruang tamu itu sendiri.

Ruang tamu lesehan tanpa kursi.
Sumber: Google
3. Hiasan Dinding
Lukisan, kaligrafi, jam dinding, foto keluarga, bisa menambah manis ruang tamu juga, lho... Tentunya harus disesuaikan dengan kondisi ruang tamunya. Jangan sampai terlalu ramai juga. Malah membuat lelah mata yang memandang nanti...

4. Bantal untuk sofa
Jika kita bisa memadukan warna-warna di ruang tamu, termasuk bantal sofa ini, tentu ruang tamu juga akan semakin cantik dan manis.

Bantalnya sendiri, biasanya berisi dakron atau silikon. Sedangkan sarung bantalnya, bisa kita sesuaikan dengan warna atau motif yang kita sukai.

Hiasan dinding dan bantal sofa sebagai pemanis ruang tamu.
Sumber: Google
5. Gorden
Pintu ataupun jendela di ruang tamu akan tambah manis dengan gorden yang senada dengan warna-warna di ruang tamu.

Saat ini banyak pilihan untuk selera kita. Mau gorden seperti apa? Yang berbahan katun, yang minimalis, jenis blackout, dan sebagainya. Tinggal selera kita seperti apa.

Suka yang ini?
Sumber: Google

Atau ini?
Sumber: Google
Itulah 5 barang yang bisa mempercantik ruang tamu Anda. Kelimanya harus dipadupadankan dengan baik untuk hasil yang cantik. Warna senada atau bertabrakan bisa sama cantiknya jika kita kreatif.

Selamat menata ruang tamu ya... 😘

Wassalamu'alaikum.
Ummi

#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia

Thursday, 3 August 2017

TIGA HAL YANG HARUS DILAKUKAN SEBELUM MENYEBARKAN BERITA

Assalamu'alaikum,


Di era media sosial seperti ini, kabar berita cepat sekali tersebar. Berita dari ujung dunia sebelah barat, dapat diketahui oleh yang di ujung timur dalam waktu sekejap. Informasi tentang apapun juga sangat mudah kita dapatkan. Google saja dengan kata kunci yang diinginkan, niscaya sedetik kemudian informasi tersebut sudah berada di tangan.

Tetapi di tengah mudahnya kita mendapatkan informasi itu, semudah itu pula kita mendapatkan informasi yang tidak benar atau hoax. Pernah kan mendapatkan broadcast WA tentang anak yang hilang, misalnya. Tapi ternyata hoax. Atau informasi seputar kesehatan, tapi ternyata setelah diteliti tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dan ini diperparah dengan adanya berita online yang suka sekali membuat judul bombastis, tetapi isinya biasa saja. Ada juga yang tidak sesuai antara judul dan isi. Karena itu sangat penting membaca keseluruhan berita, ya judul ya isinya. Jangan sampai kita ikut-ikutan menyebarkan berita tidak benar karena melihat judulnya saja.



Jadi, ada baiknya kita melakukan 3 hal ini sebelum menyebarkan sebuah berita:


1. Periksa kebenaran berita tersebut.


Allah berfirman dalam Surat Al-Hujurat ayat 6, "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."


Allah sudah memberikan petunjuk kepada kita seperti itu. Jangan sampai kita merugikan orang lain karena berita yang kita sebar. Misalnya ada suami istri yang bertengkar karena informasi yang salah dari kita. Bisa kacau kan? 


2. Kedepankan husnudzon.


"Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu, orang-orang mu’minin dan mu’minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata:”Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.” [An Nur : 12].


Jadi, sebelum memperoleh bukti yang pasti, sebaiknya kedepankan husnudzon terlebih dahulu. Janganlah kita menjudge saudara kita dengan tuduhan buruk dengan dugaan-dugaan saja. 

3. Ingatlah bahwa semua ucapan dan tindakan ada pertanggungjawabannya.


“Kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar”. [An Nur : 15].

Selalu ingat bahwa setiap yang kita lakukan ada pertanggungjawabannya. Ini bukan perkara sepele, lho. Pertanggungjawaban di dunia barangkali kita masih bisa menghindar. Bagaimana dengan pertanggungjawaban di akhirat?


Jadi, marilah kita sama-sama menahan diri dari berita yang belum kita ketahui kebenarannya. Meskipun berita tersebut terlihat menarik, sedang booming, tetapi jika bisa menimbulkan keburukan, bagaimana tanggung jawab kita dihadapan Allah? Apalagi jika berita itu sampai menimbulkan perpecahan antar saudara, antar teman, bahkan sesama warga negara. Tidak enak kan hidup dalam perpecahan?

Kalau saya ya suka yang rukun-rukun saja...

Wassalamu'alaikum

Ummi

#ODOP

#BloggerMuslimahIndonesia

Wednesday, 2 August 2017

PEMUDA SHOLIH DAN GADIS BUTA, ANDAKAH ITU?


Kadang saya bertanya-tanya, sebenarnya bagaimana standar kesiapan menikah bagi seorang pemuda masa kini? Saya pernah bertemu pemuda yang sudah bekerja dan saya anggap cukup mampu untuk menikah. Dalam arti dia sudah cukup umur menikah dan bisa memberi nafkah untuk istri. Tetapi ketika ditanya kesiapan menikah, katanya ia belum siap menikah. Ia ingin menikah ketika sudah punya rumah pribadi dan mobil pribadi. Yah... Kasihan gadis yang menunggu dong. Bagaimana kalau ternyata kemampuan untuk rumah dan rumah pribadi itu masih lama? Padahal si gadis siap berjuang bersama, memulai dari bawah sama-sama.

Kadang ada juga yang siap menikah, tetapi ketika dikenalkan dengan seorang gadis, jawabannya, "maaf, tapi dia kurang cantik." Tapi ketika ditawari gadis yang cantik, katanya kurang sholihah. Dan alasan-alasan lain. Hadeuh... Jadi bingung kan yang mau mengenalkan. 

Sebenarnya tidak salah, sih. Kalau seorang pemuda punya standar ideal. Karena hadis Nabipun menyatakan seperti ini, "Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung."

Jadi memang tidak salah ketika impiannya adalah menikah dengan seorang gadis yang kaya, nasabnya baik, cantik, dan sholihah. Tetapi seringkali pula, pemuda lupa dengan kalimat akhir dari sabda Nabi itu, "Pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung." Hm...

Saya jadi teringat kisah Tsabit bin Zutho. Seorang pemuda sholih yang bersedia menikahi seorang gadis yang katanya buta, bisu, tuli dan lumpuh, demi meraih ridho pemilik apel yang ia makan. Anda pasti sudah pernah mendengar ceritanya kan? Meski begitu, saya tetap akan menuliskannya kembali. 😁

Suatu hari seorang pemuda dari Kufah bernama Tsabit bin Zutho sedang melakukan perjalanan. Ketika dalam keadaan lapar, ia menemukan buah apel di aliran sungai. Karena sudah sangat lapar, langsung dimakanlah apel tersebut. Namun setelah memakannya, ia berfikir. Apel itu pasti ada pemiliknya. Bagaimana jika pemiliknya tidak ridho ia memakan apelnya? Berarti ia makan makanan haram?

Karena kekhawatiran tersebut, Tsabit kemudian menyusuri sungai. Hingga akhirnya ia menemukan kebun apel yang cukup luas. Ada bagian pohon apel yang menjulur ke sungai. Iapun memastikan apel yang ia makan berasal dari kebun tersebut. Kemudian ia mencari pemilik kebun untuk meminta keridhoan atas apel yang telah ia makan. 

Setelah bertemu pemilik kebun, untuk menghalalkan apel yang telah dimakan Tsabit, pemilik kebun apel memberikan syarat yang cukup berat. Tsabit harus menikahi putri pemilik kebun yang buta, bisu, tuli dan lumpuh. Hah? 

Tsabit adalah seorang pemuda normal yang gagah. Seperti umumnya pemuda, ia pasti juga mengharapkan gadis yang cantik dan sehat. Tetapi, Tsabit lebih menginginkan kehalalan makanan yang sudah masuk dalam perutnya. Jadi, iapun bersedia menikah dengan putri pemilik kebun tersebut.

Hingga ketika selesai mengucapkan akad nikah, Tsabit masuk ke dalam kamar pengantinnya. Ada seorang gadis cantik menyambutnya, yang sama sekali tidak lumpuh, tidak buta, bahkan bersuara merdu ketika menyapanya. Tsabit berpikir, ia salah masuk kamar. Tapi ternyata gadis itu memang putri pemilik kebun yang dinikahinya.

"Apa yang dikatakan ayahku tentang aku, hingga dirimu merasa salah masuk disini?" tanya sang istri.

"Kata ayahmu, aku harus menikahi gadis yang buta, bisu, tuli, dan lumpuh," jawab Tsabit. 

Sang istri tersenyum manis, dan berkata, "Ayahku mengatakan aku buta karena aku tidak pernah melihat hal yang dimurkai Allah. Ayahku mengatakan aku bisu dan tuli karena aku tak pernah berbicara dan mendengar tentang hal buruk yang dimurkai Allah. Ayahku mengatakan bahwa aku lumpuh, karena aku tak pernah melangkahkan kakiku ke tempat yang dimurkai Allah."

Masya Allah!

Maka tak heran jika dari Tsabit bin Zutho, seorang yang sangat menjaga kehalalan makanan yang masuk ke perutnya itu. Dan istrinya yang sholihah, yang menjaga pandangan, ucapan, pendengaran dan tingkah lakunya. Dari orang-orang seperti itulah, lahir seorang ulama besar yang bernama Nu'man bin Tsabit atau kita mengenalnya sebagai Imam Abu Hanifah, pendiri madzhab Hanafi.

Jadi, Anda para pemuda dan pemudi... Jika saat ini belum menemukan tambatan hati yang sesuai kriteria, mungkin Anda harus terus meningkatkan kualitas diri. Agar Anda mendapatkan pasangan sekufu'. Seperti Tsabit bin Zutho yang sholih, akhirnya mendapatkan istri yang sholihah pula.

Atau mungkin Anda harus menilik kembali niat Anda. Niat menikah untuk apa? Nah, setelah niat Anda sudah lurus, kualitas Anda sudah mumpuni, maka do'a Anda yang harus dikuatkan. Karena Dia Pemilik Alam Semesta, maka meminta kepada-Nya tak akan rugi kan? 

Wassalamu'alaikum
Ummi

#ODOP
#BloggerMuslimahIndonesia


Friday, 5 May 2017

CARA MEMBUAT MOTTO HIDUP ALA DR. IBRAHIM HAMD AL-QU'AYYID

Assalamu'alaikum,

Beberapa waktu lalu, saya menemukan sebuah buku berjudul "10 Kebiasaan Manusia Sukses Tanpa Batas" karya Dr. Ibrahim Hamd Al-Qu'ayyid, di antara tumpukan buku di lemari. Tapi kebiasaan buruk saya kumat, malas baca buku berat. Jadi, meski sudah saya ambil dari lemari, buku itu tak kunjung saya baca. Padahal ternyata setelah menyempatkan diri untuk membaca, buku ini menarik. Sangat cocok untuk saya yang selalu butuh motivasi. 😁 

Dan disini, saya ingin berbagi tentang salah satu bab dalam buku itu yang diberi judul "Bagian Ketiga: Dasar Pijakan". Di bab ini kita belajar tentang hakekat sebuah motto hidup. Sekaligus juga kita diajak untuk membuat motto dengan langkah-langkah yang aplikatif. Saya suka kalau yang seperti ini, bisa langsung dipraktekkan. Bukan hanya di awang-awang. 

Menurut Dr. Ibrahim Hamd Al-Qu'ayyid, penting lho membuat motto hidup. Motto hidup itu merupakan visi hidup kita, cita-cita kita, impian kita. Jadi, dengan mempunyai motto kita didorong untuk hidup sebagaimana kondisi ideal yang kita inginkan. Jadi ketika kita sedikit "oleng", kita akan kembali lurus jika mengingat motto hidup itu. Kita juga didorong untuk lebih baik dari hari ke hari. 


Kalau menurut beliau, motto yang dimaksud bukan tentang kondisi kita saat ini. Tapi kondisi yang kita inginkan di masa depan. Dalam bahasa beliau, "Motto atau misi adalah nilai-nilai penting yang Anda harapkan dapat mengarahkan kehidupan Anda (apa yang seharusnya). Namun ketika telah memiliki motto hidup, Anda juga harus berinteraksi aktif atau berupaya untuk mengubah nilai-nilai tersebut menjadi amalan-amalan praktis serta upaya untuk menghadapi tantangan-tantangan zaman, tempat, dan kondisi (apa yang terjadi di dunia nyata)". 

Dan disini, saya ingin berbagi saja tentang langkah-langkah membuat motto tersebut. Mungkin bisa bermanfaat untuk Anda. Ada yang mau tahu? Hahaha... Yang mau tahu bolehlah menyimak poin-poin yang saya ambil dari buku "10 Kebiasaan Manusia Sukses Tanpa Batas" karya Dr. Ibrahim Hamd Al-Qu'ayyid ini.

Langkah Pertama: Berpikir.
Berpikirlah dengan sebenarnya. Mungkin saja Anda membutuhkan waktu 2-3 hari. Silahkan saja. Yang perlu diingat adalah janganlah berpikir menggunakan metode yang Anda pakai dalam kehidupan Anda sekarang. Dan janganlah berpikir tentang apa yang terjadi pada Anda sekarang, tetapi fokuskan perhatian pada apa yang seharusnya terjadi dan apa yang ingin Anda peroleh.

Langkah Kedua: Menulis.
Luangkan waktu untuk menulis apa yang telah Anda pikirkan. Bisa jadi Anda akan mempunyai banyak poin yang Anda harapkan untuk masa depan. Bebaskan saja pikiran Anda untuk menulis semuanya.

Misalnya Anda memperoleh poin-poin sebagai berikut:
1. Melaksanakan sholat wajib tepat waktu dan teratur.
2. Mendidik anak-anak dengan baik sesuai ajaran Islam.
3. Menyambung silaturahmi.
4. Melakukan hal-hal yang baik dan menjauhi hal-hal yang buruk.
5. Berinteraksi dengan sesama manusia dengan akhlak yang mulia.
6. Taat pada suami.
7. Unggul dalam pekerjaan.
8. Melakukan pengabdian kepada agama dan umat.
9. Menjadi seorang Muslim yang patuh pada perintah agama dan menjadi jauhi larangannya.
10. dst

Langkah Ketiga: Menyusun.
Poin-poin yang telah Anda tulis, bisa Anda susun berdasarkan prioritas. Yang paling penting, penting, dan seterusnya. Boleh juga membuang poin yang menurut Anda mirip. 

Langkah Keempat: Meringkas.
Poin-poin yang Anda dapatkan bisa Anda ringkas berdasarkan kesamaannya​. Contoh dari poin di atas menjadi:
1. Menjadi seorang Muslim yang patuh kepada perintah-perintah agama dan menjauhi larangannya.
2. Menjalin silaturahmi, taat pada suami, dan mendidik anak sebaik-baiknya.
3. Berprestasi dalam pekerjaan.

Langkah Kelima: Bentuk Akhir.
Motto itu sebaiknya ringkas dan mudah diingat, sekaligus merangkum harapan-harapan untuk masa depan Anda. Untuk contoh di atas misalnya, motto Anda jadi seperti ini, "Menjadi seorang Muslim yang patuh pada agama, memperhatikan keluarga dan kerabat, serta berprestasi dalam pekerjaan".

Jadilah motto Anda. Lalu tempel deh, motto itu di tempat-tempat yang sering Anda perhatikan. 

Bagaimana, Anda sudah membuat motto hidup? 😉

Wassalamu'alaikum
Ummi 

Sunday, 12 March 2017

SIAPKAH MASUK PAUD?

Assalamu'alaikum,



Memasukkan anak ke PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini, sampai saat ini masih menjadi pro dan kontra. Ada orang tua yang lebih memilih untuk mengasuh anak-anaknya sendiri, dengan alasan usia dini adalah masa emas yang sebaiknya pengasuhan dilakukan oleh orang tua sendiri. Ada juga yang seperti saya, yang sebagai ibu bekerja, merasa membutuhkan bantuan orang lain untuk mengasuh anak usia dininya. 

Yang namanya bantuan, tentu saja tanggung jawab pengasuhan tetap di tangan orang tua. Sedangkan sekolah hanya membantu mengarahkan potensi anak. Jadi, meski memasukkan anak ke PAUD, tidak serta merta sebagai orang tua kita menyerahkan sepenuhnya pengasuhan kepada sekolah.

Dan di bulan Maret seperti ini biasanya orang tua sudah mulai survey sekolah untuk anaknya. Ya, sebentar lagi tahun ajaran baru dimulai kan? Orang tua pasti ingin mencari sekolah yang tepat untuk anaknya, termasuk si anak usia dini ini.  

Tetapi, meski sah-sah saja jika orang tua hunting sana-sini untuk mendapatkan sekolah terbaik untuk anak, yang tidak boleh dilupakan adalah: orang tua juga harus mempersiapkan anak menghadapi sekolah untuk pertama kalinya.

Untuk pengalaman saya sendiri  yang telah memasukkan 3 anak di PAUD ketika usia 2 tahun, hal-hal umum yang biasanya dihadapi orang tua di awal masuk sekolah diantaranya adalah:

Pertama, ada anak tidak mau berangkat sekolah sejak dari rumah. 
Mereka benar-benar tidak mau berangkat sekolah, seberapa besarpun orang tua membujuk anak. Ada kemungkinan si anak belum siap menghadapi sekolah. Belum siap menghadapi lingkungan asing. Dan bisa jadi, hal ini disebabkan anak memang belum pernah dikenalkan dengan yang namanya sekolah.

Kedua, menangis ketika akan ditinggal orang tua di sekolah.
Ada juga yang ketika berangkat sekolah bersemangat. Tetapi ketika menghadapi kenyataan bahwa orang tua akan meninggalkannya, anakpun menangis sejadi-jadinya. Yang seperti ini biasanya membuat hati orang tua meleleh. Kadang jadi tidak tega meninggalkan anak. Keyakinan orang tua kadang menetukan juga, lho. Sebenarnya seberapa siap sih, kita sebagai orang tua menyekolahkan anak?

Ketiga, mogok sekolah karena tidak nyaman di sekolahnya.
Kadang ada anak yang awalnya suka sekolah, tiba-tiba mogok tidak mau sekolah. Kalau yang seperti ini, mungkin saja terjadi pada anak di sekolah. Hal yang membuat anak tidak nyaman berada di sekolah. Bisa jadi anak bertengkar dengan temannya atau ada kejadian di sekolah yang membuatnya tidak nyaman? Kita sebagai orang tua benar-benar harus jeli melihat ke dalam hati anak.

Sepengalaman saya, 3 hal itulah yang paling sering terjadi dengan anak-anak saya saat awal sekolah. Karena itu, menyiapkan mental anak jauh-jauh hari itu sangat penting. Jangan sampai seperti yang diceritakan teman saya, tentang keponakannya yang hanya bisa bertahan seminggu di sekolah. Selanjutnya ia tidak mau sekolah, tidak mau ikut orang lain selain orang tuanya dan selalu mengamuk tiap melihat sepatu. Mungkin ia benar-benar trauma dengan sekolah ya... Kalau sudah seperti itu kasihan dengan anak juga kan?

Bahwa ketika menyekolahkan anak, orang tua pasti punya tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Tujuan itu pasti baik dari kacamata orang tua. Tetapi jangan sampai tujuan itu justru melukai jiwa anak. 

Pendekatan pada anak. Menjelaskan pada anak kenapa ia harus sekolah. Dan hal-hal menyenangkan apa saja yang akan ia dapatkan di sekolah, perlu juga disampaikan jauh-jauh hari sebelum anak sekolah. Antusiasme orang tua saat menjelaskan juga berpengaruh pada rasa ingin tahu anak. Harapannya, kalau orang tua menceritakan hal-hal yang menyenangkan, semoga anak juga jadi bersemangat untuk mendapatkan pengalaman menyenangkan saat sekolah.

Pengenalan sekolah juga perlu dilakukan. Mengajak anak untuk lebih mengenal sekolahnya sebelum ia resmi menjadi anak didik, penting lho... Untuk anak-anak saya, ketika ia merasa mengenal sekolahnya, iapun merasa nyaman ketika sudah masuk sekolah tersebut. Karena ia tidak merasa asing dengan sekolah itu.

Lalu orang tua juga harus mempersiapkan diri. Jadi bukan hanya anak yang perlu disiapkan. Kesiapan hati orang tua melepaskan anak untuk bersama orang lain (dalam hal ini gurunya) juga harus dipersiapkan. Ketika anak menangis saat  ditinggal, dan hati orang tua tidak tega dan terus kepikiran, sepengalaman saya itu mempengaruhi mood anak juga. Hati yang pasrah, percaya pada guru-gurunya, berdo'a pada Allah untuk kebaikan anak, akan lebih baik untuk anak. 

Bagaimana, Anda siap menyekolahkan anak Anda? Anak Anda siap masuk PAUD? Ada yang mau sharing pengalaman juga?

Wassalamu'alaikum
Ummi

Monday, 9 January 2017

MUHASABAH BLOG TAHUN 2016

Assalamu'alaikum, 

Ini tulisan pertama saya di tahun 2017. #elapkeringet. Sungguh tak bisa dibanggakan ya... Ceritanya saya ingin mereview perjalanan ngeblog saya di tahun 2016. Curhat lah pokoknya. :D

Tahun 2016 lalu sebenarnya target ngeblog saya tidak muluk-muluk. 

Pertama: Minimal satu postingan tiap minggunya. Tapi ternyata apa, saudara-saudara? Saya memang punya 59 blogpost di tahun 2016. Tetapi tidak konsisten tiap minggu ada postingan. Blogpost terbanyak ada di bulan Januari (11 post), Mei (9 post) dan Juli (8 post). Sedangkan di bulan Agustus (2 post), November (2 post), dan Desember (1 post saja), menduduki angka terendah. #hehe...

Kedua: Ikut Lomba Blog atau Giveaway, biar tambah luwes nulisnya. Inipun belum bisa. Cuma ada 5 postingan untuk lomba di tahun ini. Itupun terakhir saya mengikuti lomba adalah di bulan Mei 2016. :( Dan yang saya sesalkan, ada sebuah lomba di bulan Desember yang saya lewatkan. Padahal saya merasa menguasai temanya. Itu lho... Lomba Blog yang diadakan oleh Kementerian Keuangan, temanya APBN tahun 2017. Waktu itu saya berencana menulis tentang Dana Desa. Hal yang sebenarnya merupakan "makanan" sehari-hari saya. Kerjaan saya di Pemberdayaan Masyarakat Desa memang berhubungan dengan Dana Desa itu.

Ketiga: Rutin blogwalking, paling tidak seminggu 3 blog. Haha... Yang inipun saya belum bisa mencapainya. Apalagi di akhir tahun, ketika kerjaan saya membutuhkan perhatian. #ngeles. 

Ya sudahlah. Tahun 2016 sudah berlalu. Jadi mari membuat awal baru di tahun 2017 ini. :D

Target Ngeblog Tahun 2017 ini, apa ya? Sepertinya sama saja dengan tahun 2016. Minimal satu blogpost tiap minggu. Ikut lomba-lomba blog, satu bulan satu kali. :D Dan blogwalking dong... masih sama lah, minimal berkunjung di 3 blog tiap minggunya.

Meski target sama, capaian harus 100% dong kali ini. PR besar saya adalah konsistensi dan manajemen waktu. Jadi, sepertinya saya memang harus memberikan waktu khusus untuk menulis blog di sela-sela waktu saya. Di antara kerjaan rumah, kerjaan kantor, dan online shop. :D

Bismillah. Semoga saya bisa.

Wassalamu'alaikum.
Ummi





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...