Friday, 29 December 2017

TIPS MENGELOLA WAKTU UNTUK MUSLIMAH AKTIF

Assalamu'alaikum,

Al-waqtu kassaif, waktu itu laksana pedang. Begitu pepatah arab mengatakan. Kalau kita tidak bisa mengelola waktu dengan baik, bersiap-siaplah terpotong hidup kita. Eh, maksudnya hidup kita jadi kurang berkualitas, kalau waktunya habis untuk hal-hal tidak penting.

Dewasa ini Muslimah aktif di berbagai bidang. Mereka tidak lagi berkutat untuk urusan dapur saja, tetapi sudah merambah ke banyak lini kehidupan. Selain sebagai ibu rumah tangga, Muslimah juga aktif di berbagai kegiatan. Bahkan untuk yang mempunyai label stay mom at home sekalipun, mereka juga bukannya hanya berdiam diri di dalam rumah. Saat ini banyak dari Muslimah yang yang memanfaatkan waktu dan gadgetnya untuk berdagang online atau kegiatan lainnya yang dilakukan dari rumah. Jadi, meski di rumah, tetap saja Muslimah harus membagi waktunya untuk berbagai kegiatannya kan?

Lebih-lebih untuk Muslimah yang dilabeli working mom, tentu harus pintar mengelola waktunya. Sehingga semua tanggung jawab bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Sedang secara waktu, working mom ini tidak sefleksibel dengan Muslimah yang bekerja di rumah.

Kalau boleh membagi-bagi waktu Muslimah, secara umum waktunya terbagi dalam 4 kategori, yaitu:

1.        Waktu untuk Keluarga
Waktu untuk keluarga ini tidak lepas dari tugas Muslimah sebagai seorang istri dan ibu. Sebagaimana hadis dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan sholat lima waktu, melaksanakan puasa pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.” (HR. Ibnu Hibban)

Juga ungkapan yang menyatakan bahwa Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Jadi, sebagai ibu pasti tidak bisa mengabaikan tentang pengasuhan anak. Makanya sebelum aktif dimanapun, keluarga adalah nomor satu untuk seorang Muslimah sholihah. Ridho suami adalah yang utama. Pendidikan anak menjadi prioritasnya.

Sehingga tak bisa dipungkiri bahwa bagi seorang Muslimah, dia akan lebih tenang ketika meninggalkan rumah untuk berbagai aktifitasnya jika pekerjaan rumah sudah beres.

2.        Waktu untuk Karier
Sekarang ini hampir semua Muslimah mempunyai apa yang disebut karir itu. Meskipun mereka mengejar karir itu dari rumah. Tidak percaya? Membuka toko offline maupun online, menjadi penulis, membuka catering, atau menjadi apapun sekarang banyak yang bisa dikerjakan dari rumah. Jadi sebenarnya tidak terlalu berbeda. Berkarir di rumah ataupun di luar rumah, sama saja. Semua membutuhkan alokasi waktu agar kegiatan bisa berjalan efektif.
3.        Waktu untuk Masyarakat
Aktifitas Muslimah di tempat umum, tentunya bukan sekedar aktif saja. Tetapi bagaimana kegiatannya tersebut bermanfaat untuk masyarakat. Sebagaimana hadis Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

Seorang Muslimah juga tidak bisa abai terhadap tugas yang diembankan kepada semua Muslim, yaitu menjadi seorang da’i, yaitu seorang yang mengajak kepada kebaikan dan menyuruh meninggalkan keburukan.

Jadi, peran Muslimah di masyarakat harus signifikan. Ketika menjadi bagian dari masyarakat adalah hal yang tak terelakkan bagi Muslimah, maka meski dalam lingkup kecil sekalipun (seperti arisan RT atau pengajian jam’iyyah musholla), seorang Muslimah selayaknya bisa mengambil peran.

4.        Waktu untuk Diri Sendiri
Nah, meskipun aktif dimana-mana, Muslimah kadang juga membutuhkan me time atau waktu untuk diri sendiri. Meskipun me time Muslimah ini tentunya bukan sekedar untuk menyenangkan diri sendiri saja.

Ada kalanya memang ada waktu untuk menyenangkan diri. Tetapi ada juga alokasi waktu untuk bermuhasabah atau mengevaluasi aktifitas-aktifitas yang telah dilaluinya. Termasuk me time ini adalah hubungan Muslimah dengan Rabb-nya. Bagaimana seorang Muslimah yang aktif tetap memiliki waktu menyendiri untuk bermunajat kepada Allah.

Selain itu, me time bagi Muslimah adalah memberi waktu untuk mengembangkan kemampuan dirinya. Mengikuti training tentang hal yang disukai, seperti pelatihan menulis, menjahit, craft, dan lain sebaginya. Harapannya agar Muslimah selalu menjadi pribadi yang baik, istri yang baik, ibu yang baik, dan tentu saja hamba Allah yang baik.

Intinya, selalu memperbaiki diri agar menjadi Muslimah yang lebih baik. Seperti dalam hadis Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”

Nah kan? Waktu Muslimah ternyata banyak terbagi-bagi. Dengan waktu yang sama-sama 24 jam, seorang Muslimah aktif tentu harus pandai mengelola waktunya. Jangan sampai Muslimah keteteren membagi waktu untuk aktifitasnya yang seabreg. Jangan sampai juga mempunyai karir yang bagus, tapi keluarga terabaikan. Atau bisa aktif di masyarakat, tapi kadang kelelahan untuk sekedar bermuhasabah dan memperbaiki diri.

Maka, dengan banyaknya kegiatan tersebut, akan sangat terbantu jika Muslimah mau menyempatkan diri untuk menjadwal kegiatannya dengan baik. Berikut adalah hal-hal yang bisa dilakukan Muslimah untuk keteraturan pengelolaan waktunya:

1.        Tuliskan seluruh kegiatan harian.
Tuliskan saja seluruh kegiatan rutin Muslimah dalam sehari di sebuah kertas. Tulis secara acak saja degan list ke bawah. Kegiatan yang ditulis adalah seluruh kegiatan dari bangun tidur sampai tidur lagi. Misalnya seperti ini:

No.
Nama Kegiatan
1
Sholat tahajjud
2
Baca Al-Qur’an
3
Menulis
4
Sholat subuh
5
Memasak
6
Mencuci baju
7
Mencuci piring
8
Memandikan anak
9
Menyuapi anak
10
Berangkat ke kantor
11
dst

2.    Susun pekerjaan yang bisa dilakukan bersamaan.
       Ada lho, pekerjaan yang bisa dilakukan bersama-sama. Misalnya kita bisa sholat tahajjud sambil cuci baju. Jadi ketika kita bangun tidur, kita bisa langsung mencuci baju dengan mesin cuci. Lalu meninggalkan cucian untuk sholat tahajjud dan baca Al-Qur’an. Selesai membaca Al-Qur’an, kita bisa langsung mengeringkan cucian di pengering. Sambil mengeringkan, kita bisa sambil menulis.
      
3.    Tentukan alokasi waktunya.
       Untuk mengefektifkan waktu Muslimah, akan baik jika ditentukan juga alokasi waktu yang dibutuhkan untuk tiap kegiatan. Tulis saja di sebelah list kegiatan yang sudah kita tuliskan sebelumnya. Untuk contoh di atas, kita bisa buat seperti ini:
      
No.
Nama Kegiatan
Alokasi Waktu
1
Sholat tahajjud, mencuci baju
03.00 – 03.20
2
Baca Al-Qur’an
03.20 – 03.40
3
Menulis, mengeringkan baju
03.35 – 04.15
4
Sholat subuh
04.15 – 04.30
5
Memasak, mencuci piring
04.30 – 05.30
6
Memandikan anak
Dst
7
Menyuapi anak
Dst
8
Berangkat ke kantor
Dst
9
dst

      
4.    Taruh jadwal di tempat yang mudah dilihat.
       Meletakkan jadwal yang telah disusun di tempat yang mudah dilihat, akan sangat membantu. Ini bisa menjadi pengingat jika kita lupa atau sedang malas.

5.    Konsisten dan patuh pada jadwal.
       Setelah membuat jadwal, tentunya tetap tidak akan efektif kalau Muslimah tidak konsisten menjalankannya. Catatan yang sudah dibuat harus dipatuhi. Memang butuh kesungguhan untuk melakukannya. Apalagi untuk yang bertipe easy going, yang terbiasa mengalir seperti air yang ikut arus. Namun jika kita bisa menjadikannya kebiasaan baik, kenapa tidak?
      
       Paling tidak, dengan mengatur jadwal dan mematuhinya, hidup Muslimah akan lebih teratur, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia, dan akan bisa mencapai goal lebih banyak. Insya Allah.

Hasan Al-Banna menyebut, “Hendaklah Anda benar-benar dapat mengatur masa Anda karena waktu adalah kehidupan. Jadi jangan sekali-kali Anda mensia-siakan waktu walau hanya sedetik karena waktu adalah kehidupan. Hendaklah Anda menjauhi hal-hal yang syubhat agar tidak terperosok ke dalam perkara yang diharamkan.”


Bagaimana Muslimah, siap mengelola waktumu dengan baik?

2 comments:

  1. Penting nih membagi waktu antara keluarga dan karier mba. Berupaya untuk seimbang ya mba :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah memberikan komentar di blog saya. Mohon untuk memberi komentar dengan kata yang santun. Terima kasih. :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...