Thursday, 15 February 2018

JAGA GENERASI DARI PERILAKU MENYIMPANG DENGAN HAL INI

Assalamu'alaikum,




Mengutip dari wikipedia, perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama), secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial.

Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.

Sepertinya definisi perilaku menyimpang ini hampir sama ya... Bahwa setiap perbuatan yang bertentangan dengan norma yang berlaku adalah perilaku menyimpang. Namun, apakah norma itu bisa berubah? Hm... Saya ingin cerita tentang sesuatu yang saya perhatikan akhir-akhir ini. 

Saya termasuk orang yang aktif di facebook. Beberapa waktu ini, di linimasa facebook saya sering sekali melintas berita-berita tentang artis luar negeri yang mempunyai kecenderungan gay atau lesbian. Judul-judulnya menarik dan membuat penasaran. Jadi, setiap kali berita itu melintas, rasanya tangan gatal untuk ngeklik. Contohnya, Bahagianya Artis A dengan Kekasihnya. Setelah diklik, ternyata kekasihnya itu sesama jenis. Atau, Gaya Artis B Ngedate dengan Pasangan Lesbiannya. Kadang ada juga berita tentang artis-artis dalam negeri. Misalnya 7 Artis Cantik yang Aslinya Lelaki. Kurang lebih seperti itulah judulnya. Dan itu baru sebagian. Masih banyak berita-berita lainnya. Berita-berita tersebut sering melintas dari FP ataupun web berbayar. 

Kalau pas mendapati berita-berita tersebut, perasaan saya adalah... Miris. Sebenarnya bahasa yang digunakan dalam berita itu bersifat netral. Tidak ada ajakan untuk mendukung perilaku gay atau lesbian. Tetapi ada kegelisahan dalam diri saya. Bahwa sesuatu yang menyimpang, tetapi muncul terus-menerus akan menjadi biasa bagi kita. Lalu daya kritis kita hilang, hingga suatu saat kita akan menganggapnya sebagai hal yang tidak menyimpang lagi. Kemudian saya jadi berpikir lebih jauh. Berapa banyak orang yang melihat berita itu? Bagaimana jika yang membuka web tersebut adalah generasi muda? Apakah mereka akan menganggap hal tersebut merupakan perbuatan yang wajar? Dan bagaimana anak-anak saya nanti di masa depan?

Dan perasaan ibu itu memang selalu begitu. Pikiran akhirnya selalu tentang bagaimana mendidik dan mengasuh anak-anak agar selalu berada pada jalur yang lurus dan tidak menyimpang.  

Apakah mendidik anak jaman sekarang lebih sulit? Entahlah. Akan sangat subyektif jika kita membandingkan antara mendidik jaman dahulu dengan jaman sekarang. Karena setiap masa punya tantangannya sendiri-sendiri. Orang tua kita dahulu pasti juga mempunyai tantangannya sendiri, sebagaimana kita orang tua masa kini yang juga punya tantangan. Dan itu tidak bisa dibandingkan. Yang kita hadapi adalah masa kini. Dan sudah tugas kita sebagai orang tua adalah menyiapkan masa depan anak-anak kita. 

Bekal Agama adalah hal penting yang harus kita berikan pada anak-anak kita. Norma agama adalah sesuatu yang tidak berubah. Halal itu jelas, haram itu jelas. Dengan bekal ilmu agama, ibaratnya, ketika suatu saat anak kita berjalan di tempat yang belum dikenal sekalipun, ia sudah tahu apa yang akan dipilihnya. Karena ia sudah punya bekal bahwa jalan ini benar dan jalan yang di sana salah. 

Contohnya, dalam fiqih ada pelajaran tentang aurat. Seperti apa batasan aurat laki-laki dan bagaimana untuk perempuan. Bagaimana tanda akil baligh bagi anak laki-laki dan bagaimana untuk anak perempuan. Pelajaran-pelajaran sederhana semacam itu sebenarnya membantu anak mengenali dirinya. Oh, aku ini laki-laki, dan aku seperti ini. Dan aku perempuan, maka seperti itu. 

Setelah dibekali dengan ilmu agama, anak juga butuh teladan. Karena tak akan sempurna ilmu agama yang sudah diberikan jika orang tua tak memberikan teladan. Menutup aurat misalnya. Jangan sampai anak mendapati kita berpakaian minim di depan anak-anak. 

Memberikan lingkungan yang baik bagi anak-anak kita adalah kewajiban kita. Beruntung sekali kita yang sudah mempunyai lingkungan yang sudah cenderung baik. Karena hal itu akan meringankan dalam mendidik anak kita. Namun jika lingkungan kita termasuk lingkungan yang kurang baik, disinilah peran dakwah kita. Mengajak kepada kebaikan. Bagaimana kita bisa mengajak orang-orang di sekitar kita untuk ikut menjadi baik. Yang artinya, pendidikan anak kita juga akan lebih terjaga.

Dan itu dibutuhkan sikap peduli kita terhadap orang lain. Kita tidak bisa cuek begitu saja pada keadaan di sekitar kita. Jangan sampai kita berpikir bahwa yang penting diri kita sudah baik. Kalau orang lain mau buruk sekalipun itu bukan urusan kita. Karena sebenarnya lingkungan sekitar juga akan berpengaruh pada diri kita sendiri. Seperti dahulu sebagian kaum Nabi Luth juga ada yang bukan pelaku penyimpangan. Tetapi karena mereka cuek, bahkan membantu pelaku penyimpangan, sehingga merekapun ikut diazab oleh Allah SWT.

Dan jika berbagai usaha sudah dilakukan, namun belum ada perubahan, berdo'a juga merupakan sikap peduli. Semoga kita tidak enggan memberikan do'a terbaik untuk orang-orang di sekitar kita. 

Wallahu a'lam.

Wassalamu'alaikum
Ummi

#PostinganTematik
#BloggerMuslimahIndonesia


28 comments:

  1. Setuju Mba dengan memberikan lingkungan yang baik bagi anak. Itu sangat berpengaruh bagi perkembangan anak.

    ReplyDelete
  2. Betul 3x. Semakin maraknya keberadaan mereka dimuat di media bisa membentuk permisivitas ya.
    Duh, semoga kita semua terhindar dr berbagai perilaku menyimpang

    ReplyDelete
  3. Seringnya malah yang berperilaku menyimpang ini mencari pembenaran diri lewat bukti-bukti ilmiah. Padahal tetap nggak terbukti juga ya. Lha wong setiap ada larangan dalam islam, pasti dampak negatifnya jelas kok. Nice info mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, kadang pakai dalil2 juga. Sedih... :(

      Delete
  4. Setuju, Mbak. Paling penting adalah bekal agama, agar imannya kuat. Generasi zaman sekarang memprihatinkan. :(

    ReplyDelete
  5. Semoga kita dan generasi penerus bisa bijaksana menyikapi media yang ada. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, ini do'a kita semua yang sadar akan bahayanya.

      Delete
  6. LGBT sekarang mulai berani unjuk gigi ke publik ya Mbak. Bahaya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Robbighfirly dzunubi... Semoga kita semua bisa bergandeng tangan untuk mengatasinya.

      Delete
  7. Merinding dan miris melihatnya, sekaligus khawatir akan anak cucu. Ketika kita sebagai orang tua tidak mampu memproteksi anak cucu kita 24 jam, Allah yg Maha Melindungi, dan pada akhirnya kita hanya bisa berdoa, semoga kita semua dilindungi dari bahaya perilaku menyimpang

    ReplyDelete
  8. memang ketika melihat media sosial dipenuhi berita Gay cukup miris, dan yang lebih mirisnya ketika di medsos malah ada gay yang pernah naksir ke saya, haduh saya jadi selekstif nerima orang, sekrang merekan unjuk diri ke ranah publik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus lebih selektif lagi ya, Mbak. Sedih lihat fenomena ini.

      Delete
  9. Betul mba, kita memang dituntut untuk memberi lingkungan yang baik pada anak-anak kita. Tapi disisi lain sebagai seorang muslim, kita berkewajiban mengamalkan amar ma'ruf nahi mungkar. Maka kita pun tidak boleh acuh tak acuh jika ada perilaku menyimpang di sekitar kita.

    ReplyDelete
  10. Dari semua ikhtiar itu, iya Mba ya kita harus meminta dan menitipkan anak-anak kita pada Allah :) trims sharingnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Mbak. Menitipkan anak2 pada Pemilik sesungguhnya.

      Delete
  11. susahnya kalau udah sekolah, biasanya selalu ada lingkungan yang ngga baik dan harus wanti-wanti dari awal biar anak ngga ikut-ikutan hal yang negatif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus selektif pilih sekolah juga ya, Mbak... Terutama yang gurunya benar-benar concern dengan pendidikan anak.

      Delete
  12. lingkungan yang baik ini sekarang agak susah mbak, tetap harus dipantau juga

    ReplyDelete
  13. iya bangett nihh...artis banyak yang nggak lurus orientasinya. Padahal mereka ini public figure yang seringkali kan ditonton sama anak-anak.

    ReplyDelete
  14. Betul Mba, agama pondasi utamanya

    ReplyDelete
  15. terkadang yang masih sulit itu pengaruh lingkungan. mau negur gimana enggak gimana juga. memang harus butuh kerjasama dan keberanian untuk melawan lgbt ini mbak.

    ReplyDelete
  16. Pengawasan orang tua terhadap anak harus lebih ditingkatkan lagi ya mbak. Mungkin di rumah kita bisa awasi, tapi di luar rumah kita nggak tahu. Yang lebih utama pengaruh lingkungan harus baik.

    Iya bekal agama itu nomor 1 dan perhatian dari keluarga juga penting. Orang tua harus dekat dengan anak secara emosional. Sehingga kalau ada apa-apa anak akan cerita ke orang tua terlebih dahulu, supaya kita bisa mengarahkan :).

    ReplyDelete

Terima kasih telah memberikan komentar di blog saya. Mohon untuk memberi komentar dengan kata yang santun. Terima kasih. :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...