Thursday, 8 March 2018

JANGAN SHARE, ITU HOAX!

Assalamu'alaikum,
Gambar dari pixabay

Kata hoax rasanya sudah sangat dikenal masyarakat luas. Tetapi kadang seseorang memperlakukan sebuah berita sebagai hoax atau fake news masih berdasarkan suka dan tidak suka. Jika ia menyukai berita tersebut dan menguntungkannya, maka baginya berita tersebut bukan hoax. Sebaliknya jika ia tidak menyukai berita tersebut, meskipun berita itu benar, maka ia menyebutnya hoax.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia online, ada beberapa arti hoax, yaitu; 1) kata yang berarti ketidakbenaran suatu informasi, 2) berita bohong, 3) berita bohong, tidak bersumber.

Sedangkan berita yang dikategorikan hoax ini bisa berupa hoax proper atau berita bohong yang dibuat dengan sengaja. Artinya orang yang membuatnya tahu bahwa itu adalah berita yang tidak benar dan ia memang bermaksud menipu orang lain dengan berita tersebut. Hoax juga bisa berupa pemberian judul berita yang bombastis, tetapi isinya tidak menggambarkan isinya. Atau bisa jadi berita tersebut benar, tetapi konteksnya untuk menyesatkan. Misalnya berita yang sebenarnya sudah lama, tetapi disebarkan lagi ke media sosial. Orang yang tidak teliti dalam melihat tanggal akan menganggap berita itu benar. Tujuan penyebar berita memang untuk menyesatkan pembacanya. Biasanya hal ini berhubungan dengan berita lain yang sedang booming. 

Sebenarnya berita hoax bukan hanya terjadi di era sekarang saja, dimana sosial media memang merajai penyebaran berita. Berabad lampau di jaman Rasulullah SAW juga pernah terjadi berita bohong yang menimpa Aisyah RA. 

Pada saat itu, seperti biasanya ketika Rasulullah akan berangkat berperang, beliau selalu mengundi istri yang ikut ke medan perang. Saat itu Aisyahlah yang mendapat giliran mendampingi Rasulullah. Selama dalam rombongan Rasulullah, Aisyah selalu naik ke dalam sekedup atau tandu yang di taruh di atas punggung unta. Tandu itu tertutup, sehingga orang yang di dalamnya tidak terlihat dari luar.

Ketika perang telah usai, rombongan Rasulullah melakukan perjalanan pulang dengan Aisyah masih di atas sekedup unta. Mendekati kota Madinah, rombongan beristirahat. Aisyah memanfaatkan waktu itu untuk menyelesaikan hajatnya. Ketika selesai, Aisyah kembali ke dalam rombongan, tetapi mendapati kalungnya yang berharga telah hilang. Aisyah kemudian kembali untuk mencari kalungnya yang hilang. Beliau menemukannya, tetapi hal itu menyebabkannya tertinggal rombongan. Orang-orang menyangka Aisyah telah masuk ke dalam sekedupnya.

Karena telah tertinggal, Aisyah berdiam diri, berharap rombongan kembali ketika menyadari dirinya tak ada dalam sekedupnya. Beliau pun duduk dan terkantuk-kantuk.

Saat itu lewatlah salah seorang sahabat yang tertinggal rombongan bernama Shafwan bin al-Mu’aththal as-Sullami adz-Dzakwani. Ketika mendapati Aisyah duduk sendirian, ia hanya mengucapkan, “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.” Lalu menyuruh untanya duduk dan mempersilahkan Aisyah naik. Selama perjalanan pulang, tak ada kalimat yang terlontar dari keduanya.

Namun orang-orang munafik yang dimotori oleh Abdullah bin Ubay bin Salul memanfatkan kejadian itu untuk menyebarkan berita bohong. Mereka menyebarkan berita bahwa Aisyah telah berzina. Berita itu menyebar dengan cepat dan hebohlah Madinah. Tentu saja Aisyah, Rasulullah, beserta seluruh keluarganya bersedih atas berita itu.  

Rupanya Allah memang ingin memberikan hikmah untuk Rasulullah dan orang-orang yang beriman. Akhirnya Allah sendiri yang membela Aisyah RA dengan menurunkan ayat 11 sampai dengan ayat 21 dari surat An-Nur.

Sedang di era internet sekarang ini, semakin mudah berita hoax tersebar. Hal ini disebabkan makin banyaknya pengguna media sosial. Mereka yang mengakses media sosial, akan dengan mudah menyebarkan berita yang didapatnya. Mereka menyebarkan tanpa meneliti kebenaran berita tersebut.

Berdasarkan data yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada awal tahun 2017, hampir 55 persen penduduk Indonesia atau sekitar 132 juta jiwa, merupakan pengakses internet. Dari jumlah tersebut, 54 persen di antaranya pengguna Facebook dan 5,54 persen pengguna Twitter. Dan tahukan Anda, berita hoax apakah yang paling banyak tersebar? Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Mohammad Fadil Imran mengatakan, hampir 91 persen berita hoax yang disebar memuat konten sosial dan politik.

Lalu bagaimana kita harus menyikapi berita hoax ini?

Di dalam Islam, menyebarkan berita bohong merupakan salah satu tanda orang munafik. Penyebarnya, jika tak bertaubat, sebagaimana yang telah difirmankan Allah dalam surat An-Nur ayat 11 sampai 21, akan mendapatkan azab yang besar. Menyebarkan berita kelihatannya memang hal yang sepele. Apalagi di era media sosial seperti sekarang ini. Kita tinggal tekan tombol share, maka tersebarlah berita ke seantero jagat raya. Tetapi pernahkah kita pikirkan apa yang akan terjadi setelah kita memencet tombol share? Sedangkan yang kita share itu berita bohong? Bagaimana kalau ada orang atau bahkan banyak orang yang dirugikan dengan berita yang kita sebarkan? Kita memang bukan pembuat berita bohong itu, tetapi dengan menyebarkannya berarti kita telah terlibat dalam kebohongan itu.

Sungguh, kita harus selalu berhati-hati saat menyebarkan berita. Teliti dahulu sebelum menyebarkan sebuah berita. Semudah menekan tombol share, semudah itu pula mungkin azab Allah menimpa kita. Tidakkah kita takut dengan janji Allah?
           
Wallahu a'lam

Wassalamu'alaikum,
Ummi

15 comments:

  1. Paling banyak hoax emang di facebook, makanya kita harus hati-hati. Apalagi facebook paling banyak dipakai di Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, betul Mbak. Dan kita jangan share berita yang kita tidak tahu kebenarannya.

      Delete
    2. Iya Mbak. Aku juga gak bakalan share kalau belum tentu faktanya. :)

      Delete
  2. sip stop share yang kurang bermanfaat apalagi hoax

    ReplyDelete
  3. Di grup WhatsApp keluargaku juga bertebaran hoax mba, sedihnya itu yg nyebarkan justru yg tua2. :(
    Kadang kalau berkaitan dgn bidangku aku luruskan, cuma ujung-ujungnya jadi nggak enak krn termasuk jajaran muda :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya, Mbak. Sekarang di grup2 WA juga banyak info yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

      Delete
  4. Sekarang di chat pribadi aja banyak hox, duh serem juga.

    ReplyDelete
  5. Iya setuju Mbak, harus hati-hati menyeleksi berita.

    ReplyDelete
  6. Bila belum tahu duduk persoalannya, apalagi masih ragu kebenarannya, lebih baik tidak ikut-ikut men-share ya, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya, memilih seperti itu. Insya Allah.

      Delete
  7. bener banget tuh mba, berita bohong itu gak boleh disebar luaskan, mungkin bagi kita yang tahu tidak apa apa, tapi kalau orang lain bakal jadi resiko yang besar

    ReplyDelete
  8. Menyebarkan berita bohong itu termasuk dosa ya mbak, maka kalau ada berita yang belum jelas saya diamkan saja sampai ada penjelasan. Tapi kadang berita yang belum jelaspun banyak dishare karena menyangkut orang terkenal. Kalau salah kan artinya fitnah ya. Duh, semoga kita dihindarkan dari hal itu..

    ReplyDelete

Terima kasih telah memberikan komentar di blog saya. Mohon untuk memberi komentar dengan kata yang santun. Terima kasih. :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...