Tuesday, 15 May 2018

AKU INGIN BERTEMU RAMADHAN LAGI

Assalamu'alaikum,

Meninggalkan dan ditinggalkan adalah dua hal yang akrab dengan kehidupan kita. Entah kita menjadi orang yang meninggalkan atau ditinggalkan, rasanya sama-sama memberikan kesedihan. Karena sejatinya keduanya adalah sama, yaitu perpisahan. Lalu, bagaimana jika kita berpisah dengan sesuatu yang telah lama kita rindukan? Pasti dua kali lipat menyedihkannya. 

Mungkin kita bisa membayangkan rasanya seperti kita yang telah lama tidak bertemu dengan ibu, hingga kita sangat merindukan beliau. Kita sudah berandai-andai, "Jika bertemu ibu, aku akan berbakti dengan melakukan apapun yang diinginkan ibu." Tetapi belum lama kita mempersembahkan bakti kita, Allah sudah memanggilnya. Padahal kita belum merasa puas melepas rindu. Kita juga merasa belum berbakti dengan sebenar-benarnya. Tetapi ternyata takdir Allah mendahului rencana-rencana kita. 

Saat seperti itu, pasti rasanya hati kita penuh dengan penyesalan. Dan mungkin kita langsung berandai-andai. Seandainya aku datang lebih cepat. Seandainya aku selalu mendampingi ibu. Seandainya aku berbakti lebih banyak. Dan andai-andai lainnya lagi.

Dan... Bagaimana jika yang kita rindukan itu adalah Ramadhan? Bulan yang selalu kita nanti-nantikan kedatangannya karena begitu banyak keutamaan di dalamnya. Tetapi ternyata itu adalah Ramadhan terakhir kita.

Padahal kita selalu berdo'a agar berkesempatan mendapati Ramadhan. Allahumma bariklana fi rojaba wa sya'ban wa ballighna ramadhan. Kita berharap bisa bertemu dengan bulan dimana Al-Qur'an diturunkan. Kita ingin berjumpa dengan berkah Ramadhan, dimana pintu-pintu langit dibuka dan pintu neraka ditutup, dosa-dosa kita pun diampuni. Kita ingin berjumpa lailatul qodar, dan berharap pahala kita dilipatgandakan. Dan banyak lagi keutamaan Ramadhan yang ingin kita dapatkan. 

Namun, bagaimana jika kali ini adalah Ramadhan terakhir kita? Ya Robb... Membayangkannya saja terasa menggetarkan.

Jika itu aku... Barangkali aku akan menyesali bulan-bulan sebelum Ramadhan kali ini. Karena selama ini kenyataannya aku selalu sama. Ketika bulan Ramadhan tiba, seperti biasa aku berpuasa, memperbanyak bacaan Al-Qur’an, memperbanyak bersedekah, memperbanyak amal baik lainnya. Semua hanya selesai di bulan Ramadhan. Namun, setelah Ramadhan semua seolah tak berbekas. Aku menjadi orang yang sama lagi seperti sebelum ditempa di sekolah Ramadhan. Aku kembali menjadi manusia yang begitu-begitu saja. Malas sholat tepat waktu, malas bangun tahajjud, malas puasa sunnah, malas membaca Al-Qur'an, malas bersedekah, malas bersilaturahim. Malas dan malas...

Robbighfirly dzunubi... Ampuni dosaku, Ya Robb... 

Kemudian aku akan memperbanyak bacaan istighfar. Mungkin aku akan bergegas meminta maaf kepada orang-orang yang pernah aku temui. Karena seringkali bibir ini mengucapkan kalimat-kalimat yang menyakitkan hati. Mungkin aku akan bersegera membayar hutang-hutang yang pernah aku janjikan pembayarannya. Agar semua utang itu tak menjadi beban di "hari keputusan" kelak. Dan mungkin aku akan banyak memperbanyak amal sholih lainnya. Membaca Al-Qur'an, sholat sunnah, bersedekah, menolong sesama, memaafkan saudara, menyambung silaturahmi. Semuanya... Semua amal baik yang aku bisa, mungkin akan aku lakukan. Tak ada waktu yang sia-sia.

Ya, Rabb... Ampuni aku, ampuni aku... Memang seharusnya begitu bukan,  jika kita akan beribadah? Melakukannya seakan-akan kita akan mati besok. Jadi kita melakukan dengan sebaik-baiknya. Sesempurna yang kita bisa.

Sekali lagi, ampuni aku Ya Robb... Jika ini Ramadhan terakhirku, aku harap aku bisa beribadah dengan ihsan kepada-Mu. Aku harap aku bisa menyelesaikan urusanku dengan sesama manusia. Aku harap aku pergi dengan husnul khotimah. Aku harap aku kembali pada-Mu dalam keadaan Engkau ridho padaku.

Tetapi sungguh, aku masih ingin bertemu Ramadhan lagi.

#PostinganTematik
#PosTemSpesialRamadhan
#BloggerMuslimah


Wassalamu'alaikum
Ummi

36 comments:

  1. Aamiiin. Semoga terwujud segala harapannya ya Mba.

    ReplyDelete
  2. Semoga kita dimampukan melakukan yang terbaik di Ramadan ini dan diperkenankan utk bertemu Ramadan2 berikutnya ya..

    ReplyDelete
  3. Semoga ramadhan ini kita menjadi insan yang lebih baik lagi ya mbak. Aamiin

    ReplyDelete
  4. aamiin, semoga selalu berkah di ramadhan ini

    ReplyDelete
  5. Semoga setelah dididik selama Ramadan, selanjutnya menjadi pribadi yang semakin maksimal dalam hal kebaikan. Rajinnya jangan karena Ramadan saja hehehe ...

    ReplyDelete
  6. Makasih ummi ceritanya. Kalau saya malah ayah yang udah nggak ada. Tugas saya bagaimana bisa membahagiakan mama dengan sebaik2nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Barokallah, Bunda. Semoga jadi amal sholih yg bisa dibanggakan kelak di hari akhir.

      Delete
  7. Ya jika ini ramadhan terakhir, akan jadi ramadhan yang penuh dengan amal shaleh yaa.. ngebayanginnya jadi sedih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa, meski kali bukan Ramadhan terakhir.

      Delete
  8. Aamiin... Semoga kita dimudahkan untuk berjumpa dengan dan mengiai Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  9. Amin.. semoga semua pengharapan kita terkabul ya Mbak, :)

    ReplyDelete
  10. semoga ibadah Ramadhaannya lancar dan diberi kekuatan untuk tetap istiqomah menjalankan semua amalan baik, ya mbak. dan semoga kita maasih diberik kesempaatan untuk bertemu ramadhan lagi. aamiin

    ReplyDelete
  11. aamin. doa yang sama mbak. semoga ramadhan kali ini bisa kita isi dengan perjuangan maksimal ya

    ReplyDelete
  12. Aamiin semoga Allah mengabulkan harapan dan doanya Mbak. Sama seperti saya, sedih kalau Ramadlan hampir pergi tapi belum bisa mengisi sebaik-baiknya kala Ramadlan itu datang lagi 😭😭😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sering telat penyesalannya ya... :(

      Delete
  13. Amiin semoga terkabul harapannya ya mbak

    ReplyDelete
  14. siapapun tak berharap ini ramadhan terakhir, tapi semoga kita bisa menjadi hamba yang Rabbani y mb, bukan Ramadhani lagi...yg ibadahnya full di bulan suci habis itu gak ada bekas hiks....

    ReplyDelete
  15. Iya ya mba..makanya para ulama mengatakan menanti, dan berpisah dengan Ramadhan ini ibaratnya kita akan ditinggal kekasih hati ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kita tidak jadi orang yang menyiakan kekasih. :)

      Delete
  16. Kembali pada-Nya dalam kondisi diridhai-Nya adalah impian terindah ya, Mbak. Selamat menikmati jamuan Ramadan :)

    ReplyDelete
  17. Astaghfirullaah...klu ingat dengan ramadhan2 yg telah saya lalui, semangat ibadah saya juga hanya berlangsung di bulan ini... lalu setelahnya yang muncul hanya rasa malas...Ya jika ini menjadi Ramadhan terakhir, smg Allaah bisa mengampuni segala dosa2 kita selama hdp ya mbak.

    ReplyDelete
  18. Bismillah mbak sama-sama melawan rasa malas!

    ReplyDelete

Terima kasih telah memberikan komentar di blog saya. Mohon untuk memberi komentar dengan kata yang santun. Terima kasih. :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...