Saturday, 8 September 2018

KAMU HARUS TAHU 4 MACAM AIR INI, AGAR MAKIN MANTAB IBADAHMU

Assalamu'alaikum,


Bab thoharoh atau bersuci dalam kitab-kitab fiqih biasanya menduduki bab awal ya, Sahabat. Hal ini disebabkan karena setiap aktifitas ibadah di dalam Islam, biasanya diwajibkan dalam keadaan suci. Dan tahukah sahabat, apakah salah satu elemen paling penting dalam bersuci? Yup, AIR. 

Untuk bersuci dari hadats kecil maupun hadats besar, air ini menjadi unsur yang harus ada. Kecuali untuk keadaan tertentu yang darurat ya, Sahabat. 

Hadats kecil ini contohnya adalah buang air kecil, buang air besar, kentut, tidur tidak dengan duduk tegak, dan memegang kemaluan tanpa alas. Untuk hadast kecil ini cara bersucinya cukup dengan wudlu atau tayammum. 

Sedangkan cara bersuci dari hadast besar adalah dengan mandi wajib (mandi janabat). Namun jika tidak mendapati air, dapat dilakukan tayammum. Tayammun untuk menghilangkan hadats besar ini caranya sama dengan tayammum untuk menghilangkan hadats kecil. Hadats besar yang mewajibkan mandi janabat antara lain adalah hubungan suami istri, keluar mani (baik karena mimpi atau sebab lain), serta selesai haid dan nifas bagi perempuan. 

Tetapi Sahabat, tidak semua air sah digunakan untuk bersuci, lho. Di bawah ini ada empat macam air yang perlu Sahabat tahu. Pengetahuan ini tentunya penting agar ibadah Sahabat terasa lebih afdhol. Iya dong... Kalau kan harus tahu bahwa air yang kita gunakan untuk bersuci benar-benar suci dan mensucikan.

1. Air multak
Air mutlak adalah air yang sewajarnya, air yang masih murni dan tidak tercampur apapun di dalamnya. Ulama sepakat air mutlak ini hukumnya suci dan mensucikan. Beberapa air yang suci dan mensucikan tersebut adalah: air hujan, air sumur, air laut, air sungai, air salju, air telaga, dan air embun.

Sebagian dalil tentang air yang suci dan mensucikan adalah sebagai berikut:

"Dan kami turunkan dari langit air yang suci lagi mensucikan." (QS. Al-Furqon:48)


Seorang laki-laki menanyakan kepada Rasulullah, katanya: "Ya Rasulullah, kami biasa berlayar di lautan dan hanya membawa air sedikit. Jika kami pakai air itu untuk berwudhu, akibatnya kami akan kehausan, maka bolehkah kami berwudhu dengan air laut?" Berkatalah Rasulullah Saw: "Laut itu airnya suci lagi mensucikan, dan bangkainya halal dimakan." (HR. Malik, Syafi’i, Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Darimi, Ibnu Huzaimah, Ibnu Jarud, Al-Hakim)

2. Air suci dan mensucikan, tetapi makruh digunakan
Air yang makruh digunakan untuk bersuci adalah:
  • Air musyammas, yaitu air yang dipanaskan dengan matahari dengan wadah logam.
  • Air yang sangat panas, dikhawatirkan orang yang menggunakannya tidak dapat menyempurnakan bersucinya.
  • Air yang sangat dingin, sama seperti air yang sangat panas, dikhawatirkan orang yang menggunakan tidak dapat menyempurnakan bersuci.
3. Air suci tetapi tidak dapat mensucikan
Air ini terdiri dari:
  • Air musta'mal, yaitu air yang telah digunakan untuk bersuci untuk menghilangkan hadats ataupun najis, walaupun tidak berubah rupa, rasa, dan baunya.
  • Air mutlak yang telah berubah sifatnya, baik salah satu atau semuanya (berubah rupa, rasa, dan baunya). Air tersebut berubah sifatnya karena bercampur dengan sesuatu yang suci, seperti air teh, kopi, sirup, dan lain-lain.
4. Air mutanajis
Yaitu air yang terkena najis, sedangkan jumlahnya kurang dari dua qullah. Air semacam ini tidak suci dan tidak dapat mensucikan. 

Ukuran dua qullah sekitar 216 liter. Jika berbentuk bak, panjangnya adalah 60 cm dan dalam/tingginya juga 60 cm.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, "Jika air telah mencapai dua qullah, maka tidak ada sesuatupun yang menajiskannya." (HR. Ibnu Majah dan Ad-Darimi).

Itulah macam-macam air ya, Sahabat. Jelas sekali bahwa untuk menghilangkan hadats, kita harus menggunakan air yang suci dan mensucikan. 

Wallahu a'lam bishowab.

Wassalamu'alaikum
Ummi Nadliroh


~Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan menulis bersama estrilook.com dan Estrilook Community day4~
#tantanganmenulisestrilook
#estrilookcommunity










No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah memberikan komentar di blog saya. Mohon untuk memberi komentar dengan kata yang santun. Terima kasih. :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...